
Mereka berdua pun langsung pergi menuju kedai yang menjadi markas mereka saat ini.
***
Satu minggu telah terlewati semenjak insiden kekacauan yang di buat oleh kelompok Bai Chu Ye.
Beberapa kali pihak Kekaisaran Darium memanggil pemimpin tertinggi Guild White Blood untuk menannyai tentang insiden tersebut. Bahkan pihak Kekaisaran juga secara terang-terangan menyalahkan Guild tersebut lantaran tidak mampu melindungi kota.
Ariel selaku Master Guild tentu saja acuh tak acuh, bahkan ia secara terang-terangan merendahkan Kekaisaran Darium karena tidak mampu menjaga wilayahnya dan kini mereka menyalahkan Guild yang tidak memiliki hubungan dan permusuhan dengan Ras Manusia.
Ariel juga mencerca mengapa mereka sangat lambat menggerakkan pasukan elit Kekaisaran, jika mereka lebih cepat mungkin anggota Guildnya tidak banyak yang jatuh korban karena ikut membantu.
Kini Ariel duduk di ruangannya, Antoni yang tugasnya telah selesai juga terlihat di belakang Ariel.
“Kakak, bagaimana perkembangannya? Apakah pihak Kekaisaran sudah bergerak?” Tanya Ariel dengan nada santai.
“Hemm..!! Untuk saat ini masih samar-samar Ariel, semenjak kau kembali 5 hari lalu dari Kekaisaran Darium, mereka masih belum melakukan pergerakan, ini mungkin terjadi karena para Leluhur Ras Elf yang masih berdiskusi,” jawab Antoni dengan nada lembut.
“Huuf,, dengan sifat licik mereka, aku yakin mereka pasti memanipulasi kita dan lambat laun pasti akan menyerang seluruh cabang Guild White Blood dengan alasan berkhianat,” gumam Ariel menghela nafas panjang.
“Lalu bagaimana dengan keponakan ku? Apa kau sudah di beritahu tentang rencananya?” Tanya Ariel melirik ke arah kekasihnya.
Antoni langsung mengusap rambut Ariel dengan lembut. “Saat ini Bai Chu Ye masih menunggu balasan lebih dulu dari kakaknya, ia menjelaskan jika kakaknya sudah mengirim pesan balasan, maka ia akan tahu rencana apa selanjutnya yang akan ia lakukan.”
Ariel pun mengangguk dan terlihat kedua pasangan yang terlihat di mabuk cinta berbicara penuh kehangatan.
***
Dret..!!
Dret..!!
__ADS_1
Sosok pemuda berkulit hitam muncul bersama seorang remaja.
“Hahaha,, ternyata sulit juga mencari adik Li,” ucap Ares menggaruk kepalanya.
Saat ini Ares sedang menggendong Duan Li yang pingsan.
Bai Han, Lang Zai, dan Cen Tian pun langsung saling melirik satu sama lain.
“Huuf,, lalu bagaimana dengan yang aku katakan kemarin? Apakah sudah selesai atau kau belum melakukannya saudara Ares?” Tanya Bai Han menatap Ares dengan tatapan serius.
Ares pun langsung menurunkan Duan Li, dengan senyum lebar ia mengangguk senang.
“Tentu saja sudah selesai, aku telah meletakkan semua benda asing yang kau berikan di setiap ruangan Kekaisaran Gama, bahkan sampai ke sudut-sudutnya. Aku juga menaruh beberapa di kediaman para bangsawan di setiap kota yang ada.”
Bai Han langsung menyeringai lebar.
“Hahaha,, sebentar lagi kekacauan akan muncul di seluruh wilayah Kekaisaran Gama,” ucap Bai Han tertawa lebar, dengan santai ia mengeluarkan benda persegi dengan tombol bewarna merah di tengah-tengahnya.
“Memang apa yang kau suruh dia letakkan di setiap sudut kediaman musuh Han'er?” Tanya Cen Tian penasaran. Sampai saat ini ia dan Lang Zai masih belum mengetahui motip Bai Han menyuruh Ares kemarin.
Lang Zai dan Cen Tian langsung ikut menyeringai lebar. “Hehe, jadi kita tinggal menikmati hasilnya?” Tanya Cen Tian menggosok tangannya.
Bai Han dan Lang Zai langsung memandang Cen Tian dengan jijik. Namun Cen Tian terlihat tidak peduli.
“Untuk saat ini kau jangan memikirkan harta paman, kau boleh menjarahnya, namun saat ini aku menugaskan paman Tian dan paman Lang untuk membunuh mereka secepat mungkin setelah ledakan terjadi, karena walau kekuatan Bom waktu itu memiliki daya ledak rangking S bahkan S+, mereka yang berada di atas itu pasti berhasil selamat, bahkan beberapa dari rangking S dan S+ yang memiliki perlindungan kuat pasti berhasil selamat.” Ucap Bai Han dengan nada serius.
Cen Tian seketika mengangguk patuh, ia tahu jika keponakannya kali ini tidak main-main. Ia juga sadar ini demi kebaikan keluarganya, seserakahnya Cen Tian terhadap harta, tentu ia lebih memproritaskan kelyarganya.
“Baiklah jika begitu paman Tian akan menuju wilayah tempat tinggal keluarga Kekaisaran Gama bersama para Bangsawan yang memiliki gelar tinggi, lalu untuk paman Lang akan menuju pusat yang di yakini banyak Guild besar yang setia terhadap Kekaisaran, dan paman Lang nanti akan di bantu oleh sekutu kita Guild Matahari,” ucap Bai Han langsung memberikan perintahnya.
“Lalu kau akan ke Kekaisaran Gama begitu?” Tanya Cen Tian dan Lang Zai serempak. “Tidak-tidak, kau tidak boleh membahayakan nyawamu kesana seorang diri,” ucap kedua paman Bai Han kini langsung melarang.
__ADS_1
“Hemm..!! Paman Tian dan paman Lang tenang saja, aku akan di lindungi oleh Ares, paman tahu bukan jika Ares tidak sesederhana yang terlihat, dan juga Han'er akan di bantu oleh Wakil Master Guild Matahari.” Ucap Bai Han mencoba menenangkan kedua pamannya.
Keduanya pun langsung tenang, walau begitu jauh di dalam hati mereka, mereka masih khawatir.
Dan mereka berjanji jika tugas mereka telah selesai, mereka akan bergerak ke kekaisaran Gama untuk membantu keponakan mereka.
“Baiklah, jika begitu paman langsung pergi, dan menunggu sinyal ledakan lalu bergerak membantai mereka dengan cepat,” ucap Cen Tian menghilang dari tempatnya.
“Hemm..!! Paman juga akan langsung pergi, ingat jaga dirimu Han'er,” ucap Lang Zai langsung menghilang.
Bai Han yang melihat kekhawatiran kedua pamannya kini tersenyum lembut.
“Hemm..!! Sudah waktunya aku memanggil Gisel untuk ikut bersamaku,” gumam Bai Han.
“Ayo Ares, bawa Li'er juga menuju Guild Matahari, kita akan menitipkan Li'er nanti di sana,” ajak Bai Han melirik Ares yang dari tadi diam seperti anak kecil.
Ares pun mengangguk patuh sambil tersenyum lebar.
Wuss wuss..!!
Beberapa menit kemudian Bai Han, Ares dan Duan Li yang pingsan kini muncul di depan Guild.
“Aku sudah menunggumu dari tadi lo,” sebuah suara lembut langsung menyapa Bai Han.
Saat Bai Han melihat Gisel yang terlihat malu-malu sambil memainkan kedua jarinya. Bai Han mau tak mau menghela nafas. “Wanita memang makhluk paling susah di mengerti, padahal aku sudah memberitahunya kemarin jika saat ini aku tidak ingin memikirkan tentang pasangan lebih dulu, tapi tetap saja ia seperti ini.” Gumam Bai Han.
Bai Han tentu tahu jika Gisel jatuh cinta kepada dirinya, jadi ia langsung secara terang-terangan memberitahu Gisel, agar Bai Han tidak menjadi orang bersalah dengan memberikan harapan palsu.
Tapi yang ia lihat saat ini membuat Bai Han semakin bingung.
“Ayo Nona Gisel, sudah waktunya kita berangkat dan aku juga ingin menitip keponakan nakal ku ini, tolong jangan biarkan ia kabur,” ucap Bai Han tanpa basa basi.
__ADS_1
Gisel tersenyum bahagai, ia langsung mengambil Duan Li dengan lembut lalu pergi dengan cepat. Tak lama ia kembali dengan setelan gaun layaknya orang pergi bersama kekasihnya.
Mata Bai Han hanya melotot melihat Gisel saat ini. “Apa wanita ini sudah gila, kita ini pergi berperang bukan jalan-jalan.” Teriak Bai Han.