
Merasakan jika ibunya sedih dan tak ingin berpisah, sehingga terpaksa berbohong, Bai Han kini melirik ke ayahnya dengan pandangan penuh tanya dan penjelasan.
Bai An langsung menghela nafas lalu menjelaskan beberapa yang perlu Bai Han ketahui saja.
Setelah mengetahui penyebabnya jika ibunya saat ini menjadi Penguasa Alam Semesta pengganti, Bai Han seketika menjadi sedih.
“Tapi Han'er tidak ingin pisah dengan ibu pertama,” kata Bai Han langsung menghamburkan diri ke pelukan Mu Xia'er.
Mendengar itu, Bai An terdiam selama beberapa saat.
Sementara Mu Xia'er merasakan kehangatan, ia kini terlihat tersenyum bahagia.
“Gege,, apakah Han'er bisa tinggal bersama Xia'er?” Tanya Mu Xia'er penuh harap.
“Huuff,, tentu saja bisa, tapi aku lebih berharap kau juga ikut bersama kami,” kata Bai An sambil menghela nafas.
Mu Xia'er seketika menjadi sedih, Bai Han yang melihat itu langsung mengusap air mata ibunya.
“Ibu,, bukankah Han'er saat ini sudah bersama dengan ibu, jadi ibu berhenti bersedih lagi,” ucap Bai Han dengan nada kasih sayang.
Mu Xia'er seketika tersentuh, ia langsung mencubit pipi Bai Han.
“Uuhh,, putra ibu yang imut, bisa saja menghibur ibu,” ucap Mu Xia'er terseny bahagia.
Bai An juga ikut tersenyum, ia kini merasa sudah sedikit lengkap keluarga yang berkumpul.
2 hari telah berlalu.
Saat ini Bai An, Mu Xia'er dan Bai Han tengah tertawa bersama di dalam aula makan.
Di belakang mereka berjejer para pelayan Mu Xia'er.
“Ibu,, Han'er ngantuk,” ucap Bai Han dengan wajah polos dan sedikit merajuk.
Mu Xia'er langsung menggendong Bai Han dan tertidur di pundaknya.
“Gege,, aku akan pergi membawa Han'er jalan-jalan agar ia terlelap,” kata Mu Xia'er melalui telepati.
Bai An mengangguk. “Baiklah, aku juga akan pergi ke dunia Naga Biru untuk mencari kedua pembuat onar itu sambil membawa beberapa bawahan yang dulu pernah ku tinggalkan,” kata Bai An menyampaikan keinginannya.
__ADS_1
Mu Xia'er terdiam sesaat. “Hmm,, apa An Gege butuh seseorang untuk menami perjalanan menuju kesana?” Tanya Mu Xia'er.
Bai An menggeleng. “Aku kesana hanya 1 sampai 2 hari saja, setelah itu aku akan langsung kembali.”
Tanpa menunggu jawaban dari Mu Xia'er, Bai An lebih dulu merobek ruang lalu melesat masuk ke dalam sobekan ruang.
Wuss..!!
Tak sampai 10 menit, Bai An muncul tepat di depan Duan Du dan Tu Long yang kini duduk minum bersama Dhe Chi Yuan, Xian Wei, Dhe Peng, Pin Sang dan Pin Cang.
“Hmm,, rupanya kalian begitu menikmati pesta kecil-kecilan kalian ini sehingga tidak dapat merasakan seseorang yang datang,” sapa Bai An.
Seketika semuanya terkejut, namun dengan cepat mereka tersadar lalu berdiri.
“Salam Tuan besar,” sapa semua orang kecuali dua orang yang tidak memiliki sopan santun.
“Hehe,, kakak, ayo duduk, kita puaskan diri kita untuk minum lebih dulu,” kata Duan Du tersenyum kecil.
Tanpa sungkan, Bai An langsung ikut duduk lalu menyuruh semua orang ikut duduk.
1 hari berlalu.
“Waktu kalian 1 hari untuk mengumpulkan dan memberitahu mereka apakah mereka ingin ikut atau tidak, aku juga sudah memberitahu kalian jika jangan memaksa, siapapun yang tidak ingin ikut maka biarkan dan beri saja tugas untuk menjaga dunia ini.”
Bai An berkata dengan nada tegas.
Seketika kelima bawahan Bai An mengangguk tegas lalu pergi.
Wuss..!!
Kini tersisa Bai An, Duan Du dan Tu Long.
“Kak, kenapa kita tidak membawa Han'er dan kakak ipar saja sekalian?” Tanya Duan Du, lalu ia menambahkan. “Ya, walaupun kakak ipar sangat galak, tapi jauh di dalam lubuk hatinya ia sebenarnya sedang sedih dan kau pun tahu itu.”
“Benar Tuan muda, sebenarnya Nona Xia butuh hiburan dan kasih sayang agar tidak begitu lagi, bawa saja Nona Xia ikut,” sambung Tu Long mengangguk-angguk.
“Hmm,, bukannya aku tidak mau, tapi Mu Xia'er sendiri yang tidak mau terlebih, ia takut dunia ini hancur jika ia di ketahui tidak ada di sini oleh beberapa musuh,” kata Bai An merenung sejenak.
“Tapi jika kita menemui salah satu leluhur klan Ling pertama, yang memiliki kekuatan setara dengan Leluhur Ling Yenrou. Maka kita bisa membawa Xia'er ikut dan menyuruh leluhur klan Ling menjaga Alam Semesta ini.”
__ADS_1
Mendengar itu, Duan Du langsung berkata. “Masalahnya apakah ia mau atau tidak, dan juga untuk menemukan mereka sangatlah sulit.”
“Benar, terlebih jendral klan Ling terdahulu yang masih hidup hanya 4 orang saja dan yang mati 5 orang, dan seperti yang Tuan muda bilang, 5 orang yang mati itu belum tentu jiwanya musnah, seperti leluhur Ling Yenrou.” Sambung Tu Long ikut-ikutan bicara, walau tidak terdengar nyambung, setidaknya ia tidak diam agar tidak di kira seperti orang mati.
“Hmm..!! Bagaimana leluhur Yen, apakah kira-kira mereka mau aku perintahkan?” Tanya Bai An melirik ke arah Roh Ling Yenrou.
Duan Du dan Tu Long melirik ke arah dimana Bai An memandang, walau mereka tidak bisa melihatnya, tapi mereka bisa melihat wujud cahaya saja.
“Hmm,, aku yakin mereka mau, terlebih jika Penguasa kecil yang bicara, mereka akan dengan senang hati menjalankan perintahnya,” jawab Ling Yenrou dengan suara tenang.
“Lantas, apakah kau tahu dimana keberadaan salah satu dari mereka?” Tanya Bai An dengan penasaran.
“Tentu saja aku tahu, dan saat ini aku merasakan salah satu dari mereka ada di dunia ini, lebih tepatnya ia sedang minum anggur di Daratan Timur ini,” jawab Ling Yenrou tersenyum kecil.
Mendengar itu, mata Bai An, Duan Du dan Tu Long menjadi cerah.
“Ayo tunjukan tempatnya, biarkan kami bertemu,” kata Duan Du dengan nada semangat.
Ling Yenrou menghela nafas. “Sebenarnya kalian mengenalnya, terlebih kalain pernah bertemu dengannya, tapi ia menyembunyikan identitasnya dan hanya berusaha menjaga dunia ini bersama istrimu dan calon istrimu,” kata Ling Yenrou menghela nafas.
“Calon istri? Siapa calon istriku?” Tanya Bai An dengan penuh tanya, “Perasaan aku kesini baru 1 hari saja dan tidak pernah kemana-mana setelah kesini,” kata Bai An termenung.
Sementara Duan Du dan Tu Long kini membelalakkan mata mereka. “Jika kami mengenalnya dan pernah bertemu maka bagaimana sifat dan kekuatannya saat kami bertemu dulu?” Tanya Duan Du mencoba menebak-nebak.
“Huuff,, kalian ini bertanya cukup satu orang saja, dan juga jawaban kalian semua akan terjawab sesaat lagi, karena ia sedang menuju kesini, tapi ingat setelah kalian bertemu, jangan beritahu aku masih hidup dalam wujud roh dan juga jangan beritahu aku yang telah membuka identitasnya.”
“Selebihnya kalian tahu cara menanganinya,” kata Ling Yenrou langsung menghilang.
Bai An, Duan Du, dan Tu Long langsung termenung, mereka kini mencoba mencerna ucapan Ling Yenrou.
Dan saat termenung terlihat dua orang datang.
Wuss..!!
Tap tap..!!
“Kau..??”
Teriakan terkejut terdengar dari suara Bai An, Duan Du dan Tu Long.
__ADS_1