Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
Salah Paham dan Perpecahan Keluarga


__ADS_3

“Berani sekali kau membawa wanita lain tanpa sepengetahuan ibumu?”


Sebuah suara seketika menggelegar di telinga Duan Du seolah telinganya di sambar petir.


Glek..!!


“A..Apa maksudnya ini? Ini pasti ada salah paham,” ucap Duan Du langsung bertanya dengan bingung.


Duan Sha yang berada di pelukan ayahnya langsung mengeratkan pelukannya sedikit takut jika ia tidak di terima.


Tapi semua wanita yang di penuhi amarah kini berpikir yang tidak-tidak saat melihat Duan Sha memper'erat pelukannya.


“Apa maksudnya? Kau bertanya apa maksudnya, lihat dirimu saat ini, dengan siapa kau sekarang,” ucap Jia Li Ling terdengar kesal saat mendengar percayaan Duan Du yang berpura-pura bodoh.


Melihat jika ada kesalah pahaman di sini. Duan Du langsung menghela nafas berat. Tatapannya tertuju kepada Mei Yin. Karena ia tahu jika Mei Yin mengetahui jadi dirinya di masa lalu, termasuk Duan Sha.


Mei Yin yang di tatap langsung mengalihkan pandangan seolah ia tidak menyadari tatapan dari Duan Du.


Sementara Duan Sha yang merasakan banyak tatapan intimidasi langsung berbisik. “Ayah Sha'er takut.”


Nada suara Duan Sha terdengar bergetar, hal itulah yang membuat Duan Du tanpa terasa tubuhnya ikut bergetar.


Saat para wanita ingin menuju ke arah Duan Du untuk di tangkap lalu di introgasi.


“Cukup, berhentilah bermain-main,” suara Duan Du terdengar menggema di sertai sedikit menahan emosi.


“Kalian ini tahunya menuduh, berpikir yang tidak-tidak. Belum menyelidiki dengan benar sudah marah-marah.” Tatapan Duan Du berubah dingin.


Hal tersebut membuat para wanita yang tadinya emosi kini membeku, karena baru kali ini mereka melihat Duan Du emosional seperti ini.


“Lihat perbuatan kalian, putriku jadi ketakutan, ia telah menderita dalam waktu yang lama, tanpa seorang ibu dan ayah maupun keluarga. Saat aku kembali ia sangat bahagia dan ingin menemui keluarga barunya dengan wajah berseri-seri, tapi apa? Sambutan kalian sungguh membuatku kecewa,” sambung Duan Du langsung berniat melangkah pergi.


“Tu..Tunggu Gege,” teriak Jia Li Ling kini merasa sangat bersalah, apalagi saat melihat raut wajah Duan Sha sedikit ketakutan. Hati Jia Li Ling langsung hancur, jika ia berada di posisi Duan Sha, mungkin ia tak akan sanggup. Tapi Duan Sha terlihat berusaha tegar dari awal datang.


Duan Du langsung melirik ke arah istrinya dengan pandangan dingin.


“A..Ayah, mungkin mereka-”


“Ssttt,, Diamlah Sha'er, jika ayah tidak begini, mungkin mereka akan selalu berbuat sesuka hati terlebih dahulu, dan nanti saat tahu jika diri mereka salah, mereka hanya akan meminta maaf dengan mudahnya, seolah mereka tidak bersalah,” potong Duan Du langsung pergi tanpa melihat ke arah belakang.

__ADS_1


Wuss..!!


Melihat kepergian Duan Du tanpa ada dari pihak laki-laki yang mencoba menghentikannya, kini para wanita menatap semua laki-laki terutama Bai An yang seolah jika ini salahnya juga.


“Kenapa kau tidak menghentikannya An'er?” Tanya Mu Xia'er dengan tatapan tidak puas.


Mendengar itu Bai An hanya menggelengkan kepalanya. “Apa yang di ucapkan oleh Du'er ada benarnya, dia menyuruh merenungkan kesalahan kalian, tapi kalian malah menyalahkan kami,” ucap Bai An langsung pergi begitu saja.


Bai Han, Bai Chu Ye, Tu Long, Ling Feng, Gou Long, bersama semua para laki-laki juga ikut pergi.


Wuss..!!


Wajah Mu Xia'er seketika jelek saat melihat itu, ia seketika ingin menghentikan mereka. Tapi Ling Mei memegang pundak putrinya.


“Apa yang mereka ucapkan benar, kita selama ini selalu egois Xia'er,” terdengar suara Ling Mei menghela nafas panjang.


Tatapannya kini mengarah ke Bai Chen, saat ini Bai Chen dari hari ke hari jiwanya terus memudar.


Ling Mei seketika teringat saat ia selalu menyalahkan suaminya dan selalu ingin benar walau dirinya yang salah.


“Maafkan aku Chen Gege,” gumam Ling Mei tanpa terasa air matanya menetes.


Bukan hanya mereka saja, istri Bai An, istri Duan Du, Ni Xian dan beberapa dari wanita yang ada di sana ikut tersadar jika mereka terlalu egois.


Tapi di satu sisi mereka penasaran, mengapa Duan Du menjadi tumbal di sini, mereka pun sadar jika Duan Du sangat emosional tadi.


...


“Hemm..!! Ini lebih baik,” gumam Bai An mengintip dari kejauhan.


Tap tap..!!


“Tuan muda, apa kau tidak mengejar Du'er?” Tanya Tu Long dengan sedikit khawatir jika Duan Du pergi jauh dari mereka.


Bai An yang melihat Tu Long datang langsung bertanya langsung menggelengkan kepalanya. “Biarkan Du'er pergi, aku yakin ia pasti akan kembali suatu hari nanti.”


Wajah Tu Long berkerut saat mendengar ucapan Bai An yang seolah tidak peduli.


Tapi pikiran Tu Long salah, justru ia peduli dengan semua keluarganya ini, sehingga membuat mereka tidak ikut bertarung dengan cara memecah belah mereka saat ini.

__ADS_1


“Dari pada kau memikirkan mereka, lebih baik kau persiapkan dirimu.” Ucap Bai An dengan nada serius. “Saat ini mereka sudah dekat.” Sambung Bai An.


Wuss..!!


Bai An langsung menghilang.


Tap tap..!!


Tak lama ia muncul di atas pilar benteng yang paling tinggi, di sana sudah ada Ling Feng.


“Bagaimana Feng'er? Apa kau sudah menyuruh Yin'er dan Sui'er untuk menjaga para wanita?” Tanya Bai An.


“Hem..!!” Ling Feng langsung mengangguk. “Sudah paman, awalnya mereka menolak tegas karena ingin ikut bertarung bersama paman, tapi setelah aku menjelaskan jika tidak ada menjaga para generasi muda serta para wanita, mereka langsung mengangguk pasrah.”


Tap tap..!!


“Lalu untuk para pasukanku? Apa benar mereka tidak boleh ikut?” Sambung Tu Long langsung bertanya saat datang.


“Benar, ini demi mengurangi jumlah jatuhnya korban di pihak kita, lebih baik kita yang memiliki kekuatan yang cukup kuat saja yang bertarung. Kau pasti sadar akan maksudku bukan?”


Pandangan Bai An mengarah ke Tu Long yang langsung mengangguk.


“Baiklah, aku akan memanggil mereka,” ucap Tu Long kembali menghilang.


Wuss..!!


Saat ini hanya Bai An dan Ling Feng saja yang berdiri menunggu musuh datang.


“Paman, apa kau yakin jika mereka tidak akan bergerak jika langsung membunuh kekuatan inti mereka?” Tanya Ling Feng membuka suara.


“Kau tenang saja, walau Wing Zhen keluarpun aku memiliki cara untuk membunuhnya,” ucap Bai An tersenyum tipis. “Tapi yang menjadi masalah adalah orang yang ada di belakangnya, yaitu Gu Wen Hung,” gumam Bai An dalam hati.


***


Wuss wuss..!!


“Sebentar lagi kita akan sampai, kau serang sisi manapun yang kau suka bersama pasukanmu. Tapi jangan ambil targetku,” ucap Ling Qin dengan nada dingin.


Dong Jin yang bergerak cepat di samping Ling Qin menyeringai tipis. “Hoho,, kau tenang saja bocah, aku hanya menginginkan para wanitanya. Jadi lakukan saja sesukamu kepada Ayahmu,” balas Dong Jin dengan nada di tekan saat menyebut kata ayah.

__ADS_1


Di belakang Ling Qin dan Dong Jin, kini para pasukan mereka terlihat sedikit mengalami perubahan.


Perubahannya ialah mereka terlihat tidak sadar, seolah di kendalikan oleh seseorang. Wajah mereka pun mirip sosok Zombie.


__ADS_2