Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
Kematian Cepat 3 Jendral Iblis Merah


__ADS_3

Tubuhnya seketika bergetar hebat dan satu yang terbesit di pikirannya saat ini. Yaitu Lari.


“Mo Yunfan, Mo Jian, Mo Juan, gunakan itu untuk melarikan diri dari sini cepat,” teriak Jendral Chenfu langsung mengeluarkan sebuah benda seperti piringan.


Mendengar itu, Mo Yunfan yang kini di penuhi sedikit luka, langsung melirik ke arah Jendral Iblis Agung.


Melihat Jendral Iblis Agung panik, ia tentu sadar jika ini bukan masalah yang kecil dan mampu di hadapi oleh mereka.


Dengan cepat ia mengeluarkan piringan yang berbentuk sama dengan yang di keluarkan Jendral Mo Chenfu. Pandangan Jendral Yunfan juga melirik ke arah dua Jendral Ras Half Giant Dragon karena merasa mereka ingin membunuh Bangsa Iblis Merah.


Sementara Mo Jian dan Mo Juan sama sekali tidak mendengarkan teriakan Jendral Chenfu, karena saat ini tujuan mereka belum terpenuhi.


Wungg..!!


Saat Jendral Chenfu memecahkan piringan tersebut, ia terbengong selama beberapa saat.


“Sialan, kenapa benda ini tidak berpungsi,” teriak Jendral Chenfu langsung panik.


“Tentu saja itu tidak akan berpungsi, karena tempat ini telah di kurung sertai di selimuti oleh energi semesta,” ucap Bai An muncul tepat di depan Jendral Chenfu.


Bai An langsung mengayunkan tangannya dengan santai.Tapi Jendral Chenfu sama sekali tidak bisa melihat gerakan tangan Bai An yang terayun.


Wuss..!!


Jlep..!!


Srek..!!


Bai An langsung menarik jiwa milik Jendral Chenfu lalu memasukkannya kedalam dunia jiwanya.


Setelah itu pandangan Bai An mengarah ke JendralnYunfan.


Jendral Yunfan kini terdiam, tubuhnya telah tertancap oleh cakar berbentuk pedang.


Pandangan Jendral Yunfan mengarah ke Tu Long yang kini menyeringai kejam dalam bentuk wujud aslinya.


Tanpa basa basi ia membuka mulutnya.


Cras..!!


Tubuh Jendral Yunfan seketika di lahap habis oleh Tu Long.


Tapi sebelum mulut Tu Long melahap Jendral Chenfu, Duan Du lebih dulu keluar dari tubuh Jendral Chenfu di sertai jiwanya.


“Hehe tubuhmu lumayan juga,” kekeh Tu Long. Setelah itu pandangan Tu Long mengarah ke tubuh Jendral Chenfu.


Glek..!!


Tu Long menelan air liurnya saat menatap tubuh Jendral Chenfu, walau begitu Tu Long belum bergerak ke arah sana.


“Hmm..!! Makanlah, aku bukan sepertimu yang memakan daging iblis maupun manusia,” ucap Bai An dengan tenang.


Tu Long seketika menyeringai. “Tuan muda memang yang terbaik.” Ucap Tu Long dengan bangga kepada Bai An.


Wuss..!!


Setelah memakan tubuh Jendral Chenfu, Tu Long langsung memejamkan matanya.

__ADS_1


Sementara Jendral Gou Ma dan Gou Ja kini membelalakkan mata mereka saat Tuan kedua mereka memanggil pemuda yang tak lain Bai An dengan sebutan Tuan muda.


“Eeh..!!” Jendral Gou Ja dan Gou Ma saling melirik satu sama lain dengan wajah bingung.


Wuss..!!


“Kalian tak perlu bingung, karena Tuan Bai di sini kepala keluarganya.” Ucap Jendral Mo Hung muncul di samping kedua Jendral Ras Half Giant Dragon tersebut.


Karena penasaran. Kedua Jendral Half Giant Dragon langsung bertanya kepada Jendral Mo Hung tentang siapa pemuda tersebut.


Awalnya ia ragu untuk menjawab, tapi setelah mendengar suara di kepalanya. Ia langsung memberitahu semua yang ia ketahui.


***


Di tempat Bai Yu We dan Bai Yun Qe, saat ini keduanya telah sekarat.


Bai An muncul lalu menarik kedua jiwanya tanpa ragu.


“Hmm..!! Selesai sudah, tinggal mereka berdua dan kedua putraku,” ucap Bai An melirik ke arah pertarungan Mo Liang Liu, Mo.Denshan melawan Mo Juan dan Mo Jian.


Pertarungan mereka kini terlihat seimbang, karena kehabisan energi saat ini Mo Liang Liu dan Mo Denshan tidak seperti yang di awal petarungan.


Saat ini kedua belah pihak salinh menyerang satu sama lain. Bahkan Mo Liang Liu mampu membuat Mo Jian mundur.


“Argh..!! Aku tidak terima ini,” teriak Mo Jian semakin beringas melawan Mo Liang Liu.


Wuss..!!


Trank..!!


Dengan seringai mengejek kini Mo Liang Liu menahan serangan Mo Jian.


Dengan cepat Mo Liang Liu menggunakan kakinya menyerang tubuh Mo Jian.


Mo Jian langsung mundur dua langkah.


Mo Liang Liu tidak mau berhenti, ia dengan agresif mulai menyerang Mo Jian bertubi-tubi hingga membuatnya terus menerus mundur.


Kini Mo Jian hanya mengandalkan sedikit sisa energinya saja. Walau begitu ia masih mampu bertahan.


Di sebelah barat. Saat ini Mo Denshan menerjang ke arah Mo Juan.


Mo Juan dengan cepat memiringkan tubuhnya ke kanan, Mo Juan juga langsung mengayunkan pedangnya saat tubuh Mo Denshan melewati tubuhnya.


Mo Denshan tentu sadar itu sehingga ia melakukan salto tiga kali berturut-turut di udara untuk menghindari serangan balasan Mo Juan.


“Sialan, kenapa dia begitu kuat,” gumam Mo Juan semakin kesal.


Bukan semakin kuat, melainkan saat ini Mo Juan tidak sadar jika kekuatannya di tekan oleh Hukum Darah, jika saja Mo Juan tidak mengeluarkan Hukum Darahnya tadi, kekuatannya tidak akan menurun seperti ini.


Mo Denshan yang baru menghindar kembali menerjang ke arah Mo Juan dengan semangat.


Wuss..!!


“Mati Jendral bodoh,” teriak Mo Denshan.


Mo Juan hanya mendengus kecil. “Kaulah yang mati,” sambung Mo Juan ikut mengayunkan pedang.

__ADS_1


Saat ini Mo Juan dan Mo Denshan terlihat sama-sama menggunakan kekuatan penuhnya.


Jarak antara Mo Juan dan Mo Denshan sekitar 100 meter.


Pedang Mo Juan kini di selimuti oleh semua sisa energinya. Sementara Mo Denshan juga sama.


Wuss..!!


Mo Juan dan Mo Denshan sama-sama menjulurkan pedang mereka ke depan sebelum mengyunkannya saat jarak mereka sudah satu meter.


Terlihat Mo Juan lebih dulu mengyunkan pedangnya.


“Tebasan Darah Kematian.” Mo Juan dan Mo Denshan sama-sama menggunakan teknik yang sama.


Crash..!!


Mo Juan dan Mo Denshan sama-sama saling melewati.


Urgh..!!


Mo Denshan langsung membungkukkan badannya sambil mengeluarkan banyak darah dari mulutnya.


Sementara Mo Juan terdiam cukup lama, ia kini mengeluarkan senyum.


Tak lama ia tertawa. “Haha,, aku ingat kau siapa, bagaimana rasanya saat melihat kehancuran semua keluargamu,” ucap Mo Juan di sertai tawa.


Tapi tak lama tubuhnya terbelah menjadi dua bagian.


“Tentu saja rasanya bahagia, saat ini mereka semua sangat bahagia melihat kematianmu,” dengus Mo Denshan dengan nada dingin.


Tak lama tubuh Mo Denshan terjatuh di sertai senyum bahagia.


Wuss..!!


Dengan cepat sebuah bayangan muncul menangkap tubuh Mo Denshan. Bayangan tersebut tak lain Duan Du.


Wuss..!!


Secara perlahan bayangan itu melesat ke arah Duan Du yang asli.


Tap tap..!!


“Hmm..!! Kak, apa kakak akan membawanya ke Dunia Jiwa?” Tanya Duan Du sambil melirik Bai An.


Bai An langsung menggelengkan kepalanya.


“biarkan dia yang mengurusnya, karena mereka akan pergi sebentar lagi,” ucap Bai An dengan santai.


Duan Du mengangguk dan paham maksud tujuan kakaknya ini. Ia kini melirik Mo De ke arahnya.


Tap tap..!!


“Hmm..!! Berikan ini kepadanya agar ia cepat sembuh dan berikan buku ini, aku sendiri yang menulisnya, ini adalah buku strategi yang bisa membuat satu alam semesta bahkan satu dimensi kacau jika ia telah menguasainya,” ucap Duan Du.


Duan Du langsung memberikan Mo Denshan beserta buku tanpa sampul.


“Terimakasih Tuan Du, aku pasti akan menyampaikannya,” ucap Mo De dengan tulus.

__ADS_1


__ADS_2