
“Dasar bocah sialan, aku pasti akan meremukkan tulang-tulangmu lalu mencincangnya setelah lelang ini berahir,” teriak Master Sekte Kapak Dewa dalam hati.
“Sen, cari identitas mereka beserta seluruh kenalan mereka, jangan sampai kehilangan satupun jejak, jika tidak kaulah yang akan menanggung akibatnya,” ucap Master Sekte Kapak Dewa melirik ke arah seorang pria tua yang se usia dengan dirinya.
Sen Loweng langsung mengangguk tanpa ragu, walau begitu, jauh di dalam hatinya ia mengumpati Master Sektenya lantaran jika ia melakukan ini secara diam-diam di Rumah Lelang. Sama artinya dengan mengajak Rumah Lelang berperang.
Dret...!!
Sementara di panggung lelang, sosok bertopeng kuning melihat ke arah semua lantai, terutama matanya tertuju ke ruangan VVIP no 08.
“Apakah tidak ada lagi yang menawar lebih tinggi dari Master Sekte Kapak Dewa?” Tanya sosok bertopeng kuning sekali lagi.
“Jika tidak ada, pemenangnya adalah-” sebelum sosok bertopeng kuning mengumumkan pemenangnya, terdengar sebuah suara dingin bercampur datar.
“200 juta kristal berlian.” Ucap sosok di ruangan VIP no 30.
Sosok bertopeng kuning langsung tersenyum tipis saat ada yang menawar lebih tinggi, sebenarnya bukan itu alasannya tersenyum, melainkan ia senang akan kekacauan yang akan terjadi beberapa saat lagi.
Brak..!!
“Sialan, siapa kau? Sungguh berani ingin menantangku secara terang-terangan hah.” Teriak Master Sekte Kepak Dewa yang berada di ruangan VVIP no 12.
Namun teriakan dari Master Sekte Kapak Dewa sama sekali tidak di tanggapi, hal tersebut membuat beberapa dari musuh Master Sekte Dewa tertawa kecil menertawai kebodohannya.
Sementara wajah Master Sekte Kapak Dewa kini sudah mulai memerah, karena sudah dua orang kelompok yang telah berani memprovokasinya secara terang-terangan melalui lelang ini.
Tatapannya tertuju ke arah VIP no 30. Tak lama Master Sekte Dewa Kapak mengerutkan keningnya lantaran tidak bisa menembus penghalang yang sengaja di buat oleh penghuni ruangan tersebut.
“Apakah mereka memiliki artefak Roh?” Gumam Master Sekte Kapak Dewa seketika menyeringai dengan penuh keserakahan.
“Awasi ruangan itu, jangan sampai mereka lolos saat lelang berahir,” ucap Master Sekte Kapak Dewa seketika meredam amarahnya di saat keserakahan telah menguasainya.
Berbeda dengan ruangan VVIP no 08, kini Duan Du penasaran dengan siapa orang yang berada di ruangan VIP no 30, karena ia juga tidak bisa menembus perisai yang di pasang.
“Aku merasa akrab dengan suara tersebut, tapi siapa ya?” Gumam Duan Du terlihat mencoba berpikir.
“Sama paman, apakah itu Ye'er?” Sambung Bai Han.
Duan Du langsung menggelengkan kepalanya. “Bukan, Ye'er tidak sekuat ini dalam menciptakan perisai, walau cara berbicaranya sama, tapi ini nadanya sedikit jauh lebih tua, Ye'er juga tidak mau repot-repot mengubah nada suaranya.” Sambung Duan Du.
Wajah Bai Han seketika lesu, awalnya ia terlihat bersemangat karena mengira itu adiknya.
__ADS_1
...
“Apakah aku melewatkan sesuatu?” Berbeda dengan Duan Du dan Bai Han. Xi Juan terlihat berpikir keras untuk mengingat siapa orang tersebut.
Terlebih ada dua kelompok yang membuat dirinya penasaran. Bagaimana tidak, ia telah mengelilingi Dimensi Alam Dewa ini seutuhnya, dan ia telah mengenal hampir 80% semua musuh maupun rekan yang akan ia ajak bekerjasama nantinya.
“Apakah?” Xi Juan seketika menggelengkan kepalanya saat berpikir jika mereka orang-orang Menara.
“Huuf,, semoga saja mereka bukan musuh,” gumam Xi Juan menatap ke arah ruangan VIP no 30 dan ruangan VIP no 35. Xi Juan yakin jika ruangan VIP no 35 bukanlah musuh karena pertemuannya beberapa waktu lalu dan merasa ikut akrab juga. Terlebih mendengar leluhurnya jika mereka dari klan Ling.
...
Kembali ke panggung lelang.
“Baiklah pemenangnya adalah Tuan yang berada di Ruangan VIP no 30,” ucap Sosok bertopeng kuning menyunggingkan senyum tipis.
“Antarkan barang Tuan yang memenangkan cincin dimensi ini,” ucap Sosok bertopeng kuning melalui telepati.
Salah satu sosok bertopeng hitam langsung pergi menuju ruangan VIP no 30.
“Baiklah, item selanjutnya atau item kedua adalah-”
Prok prok..!!
Tak lama sosok bertopeng hitam yang satunya maju sambil mengeluarkan makhluk hidup.
“Item selanjutnya adalah seorang budak, budak yang memiliki garis darah Naga Murni Hitam dan Putih, atau Kegelapan dan Cahaya.” Ucap sosok bertopeng kuning tersenyum tipis saat melihat para peserta lelang yang awalnya tidak berminat, kini menunjukkan minat.
“Bukan hanya itu saja, ia juga memiliki kekuatan tubuh yang menghampiri setengah abadi, walau belum mencapai setengah abadi, dia patut di perhitungkan menjaga kartu tersembunyi kalian jika dalam keadaan kritis,” sambung sosok bertopeng kuning.
Woah..!!
Seketika semua peserta lelang menjadi bersemangat saat mendengar itu. Sementara para peserta lelang di lantai dua, bahkan lantai tiga sedikit ragu. Pasalnya kekuatan fisik menghampiri setengah abadi itu di rasa mustahil bagi bagi mereka.
Hingga salah satu di ruang VVIP no 02 mengeluarkan suara.
“Apakah ada bukti dari perkataan anda Tuan?” Tanya sosok berjubah putih dengan aura yang luar biasa kuat.
“Hoho tentu saja, jika kalian ragu, maka salah satu dari kalian yang merasa kuat bisa mencoba menyerangnya menggunakan kekuatan penuh kalian,” ucap sosok bertopeng kuning.
Woah..!!
__ADS_1
“Tidak bisa di percaya, jika memang benar apa yang di katakan, maka aku harus mendapatkannya,” berbagai suara terlontar dari para peserta lelang.
Sementara di Ruangan Duan Du, wajah Duan Du, Bai Han dan Xi Juan memerah darah hingga aura mereka keluar. Beruntung ada perisai di pasang, jika tidak, ruangan tempat mereka mungkin sudah hancur.
“Huuf,, tenanglah, aku yakin jika mereka ingin memancing amarah kita, biarkan saja beberapa orang mencoba menyakiti paman, karena nanti, ia akan mendapat balasan lebih dari apa yang mereka mulai,” ucap Duan Du langsung mencoba menenangkan diri. Walau begitu, darah Duan Du selalu mendidih saat melihat pamannya di panggung lelang.
Setiap inci tubuh pamannya terluka dan selalu meneteskan darah. “Sialan,” teriak Duan Du dalam hati lalu bangkit.
Dret..!!
Saat Duan Du bangkit karena sudah tidak dapat mengendalikan emosinya. Muncul lubang hitam, bersamaan dengan itu Bai An dan sosok wanita asing muncul.
“Kakak,” ucap Duan Du.
“Ayah,” Bai Han juga langsung menghampiri ayahnya. Hanya Xi Juan yang mencoba menahan diri.
“Tenanglah, mereka hanya memancing amarah kita,” ucap Bai An yang seolah sudah tahu semuanya.
“Eeh,, bagaimana kakak tahu? Dan juga, siapa wanita ini, kenapa aku merasakan aura dari Nona Yun di dalam tubuhnya.” Tanya Duan Du penasaran.
“I..Itu itu, aku adalah Sia Yun Tuan muda Duan,” ucap sosok wanita yang mengaku Sia Yun.
Duan Du pun melirik ke arah kakaknya. Melihau kakaknya mengangguk. Duan Du maju lalu berkata. “Apakah aku boleh memeriksa anda nona?” Tanya Duan Du.
Sia Yun pun langsung mengangguk.
***
Tap tap..!!
Sementara sosok bertopeng hitam yang mengantar cincin dimensi kini berhenti tepat di ruangan VIP no 30.
Tok tok..!!
“Masuk,” terdengar suara datar.
Sosok bertopeng hitam pun langsung masuk.
Tap tap..!!
Saat ia masuk, ia langsung mengeluarkan senjatanya karena instingnya mengatakan ia akan langsung mati.
__ADS_1
Bruk..!!
Namun sebelum ia menggerakkan tangannya, sosok bertopeng hitam langsung mati dengan kepala yang sudah menggelinding.