
“Rupanya hanya sampai sini saja batasanku, maafkan aku Lou'er karena tidak bisa membantu dan maafkan aku Tuan Ye karena tidak bisa melindungimu.” Gumam Leluhur Tombak Cahaya langsung batuk darah.
Saat Leluhur Tombak Cahaya melihat sebuah bilah melesat ke arahnya, ia langsung memejamkan matanya.
Duar..!!
Ledakan besar seketika menggema, saat ini Leluhur Tombak Cahaya mengerutkan keningnya karena ia tidak merasakan rasa sakit, malah ia merasakan kehangatan di tubuhnya.
“Apakah aku telah di surga?” Gumam Leluhur Tombak Cahaya langsung membuka matanya.
“A..Apa?” Ucap Leluhur Tombak Cahaya kini membelalakkan mata di sertai mulut terbuka lebar.
Saat ini ia melihat area sekitarnya telah hancur, bahkan banyak sekali jurang serta sebuah lautan darah.
“Apa ini? Apakah aku berada di Neraka?” Gumam Leluhur Tombak Cahaya, tapi dengan cepat ia menggelengkan kepalanya saat melihat banyak mayat leluhur dari kedua Ras kini mati dengan tubuh melayang.
Bahkan ia melihat Leluhur Panah Suci sedang berlutut di udara.
Wajah Leluhur Panah Suci terlihat ketakutan setengah mati seolah telah melihat sesuatu yang mengerikan.
Bruk..!!
“Kenapa kau terlihat heran kawan, kita telah menang,” ucap Leluhur berjubah hitam lambang Naga kini menepuk pundak Leluhur Tombak Cahaya.
“Eeh,, ada apa ini? Apa yang terjadi?” Tanya Leluhur Tombak Cahaya bingung.
“Lihat ke atas Guru,” ucap Leluhur Elf berjubah hitam kini mendekati gurunya bersama Leluhur tongkat.
Tap tap..!!
Mendengar itu, Leluhur Tombak Cahaya langsung melirik ke atas.
Matanya seketika berkeringat dingin saat melihat langit kini berubah menjadi merah, ia juga melihat sebuah kepala yang sangat besar menatap dengan wajah mengerikan ke arah Leluhur Panah Suci.
“Dia Tuan Ye, jadi jangan takut, dan sekarang kita mundur lebih dulu, aku takut kita akan membebani Tuan Ye,” ucap Lou'er kini memberitahu gurunya dan yang lain.
Sontak mereka pun langsung menjauh.
Sementara Bai Chu Ye yang menatap Leluhur Panah Suci langsung berkata. “Ketahuilah tempatmu sampah kecil.” Nada suara Bai Chu Ye langsung menggelegar, bersamaan dengan itu, tubuh Leluhur Panah Cahaya langsung hancur.
Dret..!!
Dret..!!
Tak lama langit yang tadinya bewarna merah langsung menyusut hingga membentuk tubuh manusia.
“Hemm..!! Aku tak menyangka bisa membangkitkan setengah dari kekuatan Darah Abadi.” Gumam Bai Chu Ye tersenyum bahagia.
__ADS_1
Wung..!!
Saat merasakan bahagia, sebuah celah muncul dan tak lama sosok yang Bai Chu Ye kenal keluar dari dalam celah.
“Ayah,” ucap Bai Chu Ye langsung mendekat ke arah Bai An.
Melihat tingkah putranya yang ingin di sanjung, Bai An pun langsung mengusap rambut putranya yang jarang bicara ini.
“Kau sungguh hebat nak, ayah bangga kepada kalian semua,” ucap Bai An dengan nada lembut.
Bai Chu Ye seketika menyunggingkan senyum cerah, tapi tak lama pandangannya berubah dingin saat melihat sosok yang ia kenal berada di belakang ayahnya.
“Tenanglah nak, dia sekarang orang kita, lalu untuk orang yang dia bawa,” Bai An langsung menceritakan semua yang terjadi saat kakak Bai Chu Ye atau Bai Han bertarung.
Tubuh Bai Chu Ye seketika mengeluarkan aura membunuh yang sangat mengerikan. Tapi tak lama ia menahan diri. “Ayah benar, kita akan memutuskan penyiksaan apa yang cocok kepada orang ini nanti,” ucap Bai Chu Ye dengan nada datar.
Wuss wuss..!!
4 leluhur seketika mendekati Bai Chu Ye.
Mereka juga langsung mengeluarkan senjata mereka dan siap bertarung saat melihat Leluhur Hendric bersama Leluhur Pedang Api.
Tak lupa mereka memandang ke arah Bai An yang memiliki kemiripan dengan Bai Han dan Bai Chu Ye.
“Ooh,, apakah mereka orang-orangmu nak?” Tanya Bai An, walau ia sudah tahu dari awal, Bai An tetap sengaja bertanya.
“Hemm..!! Benar, mereka akan menjadi salah satu anggota keluarga kita ayah, apa kau tidak keberatan?” Jawab Bai Chu Ye lalu balik bertanya.
“Jaga kakakmu, ayah ingin melihat yang lainnya,” ucap Bai An langsung menghilang bersama Leluhur Hendric.
***
Dret dret..!!
Tap tap..!!
Bai An dan Leluhur Hendric muncul tidak jauh dari jutaan pasukan kekaisaran Darium dan pasukan Kekaiasaran Gama.
Terlihat saat ini kedua Kekaisaran bergabung untuk melawan pasukan yang di pimpin Long Yuan dan Jiu Long.
Di tempat Long Yuan dan Jiu Long, terdengar suara tawa menggema.
“Haha,, inilah yang aku nantikan, tapi walau kalian bergabung sekalipun, tidak akan ada yang bisa selamat dari kalian semua,” ucap Jiu Long menatap tajam musuh.
Sementara Long Yuan hanya menatap langit yang perlahan berubah ke bentuk semula. “Rupanya Ye'er telah berhasil membereskan yang di sana, jika begitu kita juga harus cepat, karena titik pertempuran keempat tidak ada di sana, jikapun ada, maka kita harus membantu,” ucap Long Yuan melirik ke arah pasukannya dan Jiu Long.
“Bantai musuh, jangan sisakan satupun,” seketika pasukan yang Long Yuan dan Jiu Long pimpin langsung berteriak keras.
__ADS_1
...
“Haha hanya dengan jumlah ribuan, kalian ingin melawan kami? Apa kalian sedang bermimpi,” ejek Kaisar Darium dengan tatapan menjijikan.
“Aku akui kalian memiliki senjata aneh, tapi aku tidak yakin kalian bisa bertahan melawan kami jika bergabung,” sambung Kaisar Gama dengan nada sombong dan angkuh.
Hahahaha..!!
Hahahaha..!!
Seketika semua pasukan kedua kekaisaran langsung menertawai pasukan yang di pimpin Long Yuan dan Jiu Long.
Melihat jika diri mereka di rendahkan. Amarah semua pasukan Long Yuan dan Jiu Long langsung memuncak.
Dari dulu mereka selalu di tindas karena hanya sebagai rakyat kecil, dan saat ini mereka semua memiliki kesempatan untuk membalas.
Walau mereka semua marah, tapi mereka semua tetap setia dan patuh menunggu intruksi dari pemimpin sekaligus penyelamat hidup mereka.
“Hehe kalian semua sangat sabar dan bisa menahan diri, aku suka itu.” Ucap Jiu Long mengangkat senjata senapan otomatisnya.
Dengan cepat Jiu Long muncul di depan semua pasukannya. “Apa darah kalian semua sudah mendidih?” Teriak Jiu Long mencoba membangkitkan semangat pasukannya.
Woah..!!
Mereka langsung berteriak sambil mengangkat senjata mereka tanda mereka sudah tidak sabar membunuh musuh.
“Baiklah jika begitu, tembak.” Teriak Jiu Long.
Dret dret..!!
Dret dret..!!
Tak lama ratusan ribu peluru dalam sekali tembak langsung melesat ke lautan musuh yang ada di depan mereka.
“Buat pertahanan,” teriak kedua Kaisar saat melihat musuh mulai menyerang dengan benda aneh.
Para prajurit yang terlihat meremehkan musuh hanya membusungkan dada mereka tanda mereka kebal dengan butiran aneh yang datang ke arah mereka. Namun tak lama mata mereka semua melotot saat tubuh mereka di tembus dengan mudah.
Jlep jlep..!!
Bom bom bom..!!
Pasukan yang paling depan dari kedua kekaisaran langsung mati dengan tubuh meledak, bukan hanya itu saja, dampak dari ledakan membuat pasukan barisan kedua ikut mati tanpa bisa melakukan perlawanan.
Mulut kedua kaisar langsung terbuka lebar melihat puluhan ribu pasukan mereka mati dalam hitungan detik.
“A..Apa apaan ini? Apakah mereka menggunakan senjata Dewa atau berbuat curang?” Teriak Kaisar Darium tak percaya.
__ADS_1
Ilustrasi pasukan yang Long Yuan dan Jiu Long pimpin berada pada lingkaran dan pasukan musuh yang mengepung.