
Sebuah jarum darah langsung hancur saat akan mengenai jantung Tu Long.
Tu Long tertawa canggung di sertai menggaruk kepalanya saat di peringati oleh Ling Feng.
Saat Tu Long ingin mengatakan sesuatu, ribuan jarum langsung muncul di sekeliling Ling Feng serta Tu Long.
Wuss..!!
Ribuan jarum langsung melesat.
Tu Long dan Ling Feng langsung mengambil sikap kuda-kuda.
“Apa kau siap saudara Tu,” ucap Ling Feng terdengar serius.
“Heh, tentu saja aku siap,” sambung Tu Long menyeringai tipis.
Tu Long dan Ling Feng langsung mengarahkan senjata mereka ke arah depan. Tatapan keduanya sangat fokus ke Dong Jin yang saat ini menyeringai kejam.
Sret..!!
Tak lama Tu Long dan Ling Feng langsung memutar senjata mereka ke arah atas, bukan cuman sekali, mereka berdua terus menerus memutar pedang mereka hingga tercipta badai kecil bercampur api.
“Masih belum, tingkatkan lagi Hukum Anginmu saudara Tu, aku juga akan meningkatkan Hukum Api ku,” teriak Ling Feng.
Blush..!!
Badai kecil tersebut lama-lama menjadi besar menyebabkan jarum darah mulai berhenti, walau begitu jarum-jarum tersebut tidak terjatuh atau hilang, melainkan terus memaksa untuk menerobos.
Dong Jin yang sadar akan hal tersebut tentu saja menambahkan energinya agar jarum-jarum yang ia ciptakan menembus badai api tersebut.
“Haha,, aku ingin melihat sampai mana batas energi kalian, ayo terus kerahkan semua kemampuan kalian,” teriak Dong Jin kini tertawa terbahak-bahak.
Sampai saat ini, karena terbawa suasana, Dong Jin belum sadar akan gilanya Ling Qin dan anggota klan Ling lainnya.
Tak lama setelah berteriak, jarum-jarum darah tersebut mulai membentuk belati kecil.
Crak crak..!!
Wuss..!!
Seketika salah satu belati menembus badai api yang Tu Long dan Ling Feng ciptakan.
Bam..!!
Sebelum belati tersebut melesat lebih jauh, terdengar jika belati tersebut menabrak sesuatu hingga hancur.
Dong Jin seketika memicingkan matanya saat mengetahui jika adanya Hukum Air di dalam Badai Api.
Tatapan Dong Jin mengarah ke Tu Long yang fokus membuat pusaran badai api lebih besar lagi.
Tapi di satu sisi ia tersenyum tipis, senyuman tersebut di arahkan ke Dong Jin yang kini sedikit menggeram.
“Sialan kau bocah, aku tak menduga jika kau mampu mempelajari lebih dari satu Hukum hingga ke tingkat ini,” ucap Dong Jin dingin.
Srekk srek..!!
Tak lama belati darah berubah menjadi sebuah anak panah.
__ADS_1
Dreet drett..!!
Panah darah kini tercipta hingga hampir menguras seluruh energi dan inti darah milik Dong Jin.
Melihat rencana mereka berhasil, Tu Long melirik ke arah Ling Feng dengan senyum puas.
“Sisanya aku serahkan kepadamu,” ucap Tu Long seketika terjatuh. Bersamaan dengan itu, pusaran yang melindungi mereka berdua langsung menghilang.
Wuss..!!
Wuss..!!
Ribuan anak panah langsung melesat ke arah Tu Long dan Ling Feng dari berbagai arah.
Ling Feng tersenyum tipis. “Heeh,, kau tenang saja, terimakasih telah memberikan waktu untuk ku memulihkan energiku,” ucap Ling Feng kini menyelimuti tubuh Tu Long menggunakan energinya.
Sreet..!!
Ling Feng mengibaskan pedangnya dengan santai.
Bom bom bom..!!
Ratusan panah darah yang hampir sampai ke arah mereka langsung meledak hingga menyebabkan kabut.
Dong Jin yang merasa ada yang tidak beres ingin mundur.
Tapi sebuah suara membuat Dong Jin melompat ke depan.
“Mau kemana kau.”
Wuss..!!
Dreett..!!
Seketika Ling Feng mengayunkan pedangnya yang telah di selimuti Hukum Api dan Hukum Petir.
Wuss..!!
Dong Jin yang tertipu lalu terkena serangan tiba-tiba dari Ling Feng mencoba untuk mengayunkan pedang yang ia ciptakan dari energinya.
Crash..!!
Jdeerr..!!
Pedang energi milik Dong Jin seketika hancur oleh bilah pedang Ling Feng.
Tubuh Dong Jin yang terkena hukum petir seketika mengalami kejang-kejang, tak lama hukum Api langsung mencoba membakar habis Dong Jin hingga tubuhnya kini terjatuh ke tanah.
Bom..!!
Melihat Dong Jin yang terjatuh masih belum mati, Ling Feng yang telah kehabisan energi mencoba untuk tetap mempertahankan diri di udara.
“Sialan, dimana ia menyembunyikan jantungnya?” Kutuk Ling Feng mencoba turun perlahan bersama Tu Long yang telah pingsan.
Blush..!!
“Hahaha,, aku tak menduga jika akan di buat seperti ini oleh dua cecunguk seperti kalian,” seketika sebuah tawa menggema yang langsung membuat Ling Feng terpaksa menghentikan langkahnya.
__ADS_1
Ling Feng juga berusaha menutupi pendengarannya menggunakan sisa energinya.
Bom bom bom..!!
Area tempat Dong Jin terjatuh seketika meledak, tak lama sebuah aura mengerikan bercampur menjijikkan Ling Feng rasakan.
“Si..Sialan, bagaimana bisa ia kini menjadi lebih kuat?” Ucap Ling Feng sedikit terbata-bata saat merasakan tingkat kultivasi Dong Jin telah mencapai Dewa Penguasa Immortal Suci ⭐ 4 Awal.
Wung..!!
Tak lama sebuah domain langsung menutupi area sekitar 500 meter.
Ling Feng yang melihat domain bewarna merah langsung memasang wajah jelek, ia juga merasakan energi beserta darahnya kini perlahan-lahan di sedot oleh domain milik yang ia yakini Dong Jin.
“Tidak ada kesempatan untuk melawan selain bantuan dari paman,” gumam Ling Feng kini terlihat frustasi dan menggenggam erat tangannya hingga berdarah.
Wuss..!!
Tak lama sebuah pedang darah muncul tiba-tiba di depan Tu Long. Melihat itu, Ling Feng hanya bisa menghela nafas.
“Aku menyerah.” Ucap Ling Feng dengan nada pelan, namun menggunakan sisa energinya sehingga suaranya menggema.
Dong Jin yang mengira ucapan tersebut ke arahnya menghentikan pedang darah yang hampir mengenai kepala Tu Long.
“Hahaha,, apakah aku akan mengampunimu Ling Feng, itu tidak akan pernah terjadi karena kalian akan menjadi makanan pembuka ku,” ucap Dong Jin tertawa bahagia.
Tapi tak lama tubuhnya seketika berat.
Bam..!!
Saking beratnya Dong Jin terjatuh bersamaan dengan sebuah kaki langsung menginjak kepala Dong Jin.
“Hmm..!! Suaramu membuatku muak Dong Jin,” ucap Bai An dengan nada datar.
Kini terlihat Domain milik Dong Jin hilang dan di gantikan dengan Domain milik Asura Blood.
“Ka..Kau Argh,”
Dong Jin langsung berteriak kesakitan saat Bai An menekan kakinya.
“Berteriaklah sekuat tenagamu,” ucap Bai An kini berubah dingin.
Dong Jin yang merasakan Domain milik Bai An sadar jika apapun usaha yang ia lakukan itu akan percuma.
Dong Jin hanya terkejut saja saat tahu jika Domain milik Bai An jauh lebih kuat dari Wing Zhen.
Tak lama setelah Bai An menyuruh Dong Jin berteriak, kini teriakan Dong Jin menggema ke seluruh area Domain milik Bai An.
Ling Feng yang melihat itu sedikit heran saat melihat Dong Jin kesakitan, padahal Bai An kini sudah tidak menginjak kepala Dong Jin.
Malah Bai An hanya menonton saja.
Bukan hanya itu yang membuat Ling Feng heran, saat ini Ling Feng merasakan hangat saat melihat garis-garis putih mengelilingi mereka.
“Apa ini?” Gumam Ling Feng mencoba menyentuh garis putih tersebut.
Wuss..!!
__ADS_1
Melihat ia tidak bisa menyentuh garis-garis tersebut. Ling Feng kini tidak memikirkannya. Ia langsung duduk bersila untuk memulihkan diri.