Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
S3. Kembali ke Kota Kematian dan Dua Sosok Misterius ( Bencana )


__ADS_3

Tatapan Rubah Kematian menatap ke arah sosok Bayangan bermahkota.


“Aku bukanlah sosok yang mudah di tindas, akan ku perlihatkan Ras yang di juluki Rubah Darah Kuno di masa lampau pernah menduduki jajaran puncak kekuasaan.” Ucap Rubah Kematian dengan nada mencekam.


Sosok bayangan Bermahkota langsung bersinar gelap yang membuat area tersebut semakin kegelapan yang terlihat mencekam.


***


Sementara Bai An yang merasakan nyeri kini membuka matanya di tempat yang familiar baginya.


“Hemm..!! Mengapa kau menarik jiwaku secara tiba-tiba?” Tanya Bai An menatap ke sosok Asura Blood.


Asura Blood yang sedang duduk kini menatap ke arah Bai An sambil menghela nafas.


“Kau tahu jika kau belum bisa mengendalikan Energi Asura dalam jumlah melebihi 30% Namun kau tadi menggunakan hampir 40% Energi Awal, terlebih kau menggabungkannya dengan Teknik Asura.” Ucap Asura Blood melirik Bai An dengan tatapan tajam.


“Kau sudah aku beritahu jika kau menggunakan lebih dari 30% Energi Asura maka jiwamu bisa terluka parah, beruntung aku cepat menarik jiwamu. Jika tidak aku tak tahu harus bagaimana menyembuhkan jiwamu. Terlebih tidak ada di antara semua keluargamu yang mampu menyembuhkannya jika jiwamu teluka. Karena Jiwamu berbeda dari yang lain. Kau pun sudah tahu itu.” Sambung Asura Blood langsung bangkit.


“Lebih baik kau pulihkan Jiwamu yang kini sedikit goyah, setelah itu cepatlah keluar karena ada masalah terjadi di luar.” Ucap Asura Blood langsung menghilang.


Mendengar itu, Bai An tersadar jika Jiwanya kini telah berevolusi menjadi Jiwa Abadi Pertama dan masih rentan karena saat ini Jiwa Abadi Bai An layaknya Jiwa yang baru lahir yang belum mengonsumsi apapun.


“Hais,, betapa cerobohnya aku karena terlalu bersemangat ingin bertarung melawan sosok yang di katakan setara para Master Sekte Besar.” Gumam Bai An.


...


Namun Bai An tidak sadar jika masih ada yang di sembunyikan oleh Asura Blood.


Kini Asura Blood hanya menatap ke arah Bai An dengan tatapan rumit, iba dan ada jejak kemarahan.


“Aku yakin jika orang-orang yang dulunya memburu Tuan Asura kini merasakan Energi Asura dari bocah ini. Tidak lama lagi mereka pasti akan melakukan pemburuan.” Gumam Asura Blood menghela nafas.


...


Kota Kematian.


Bai Chu Ye kini terlihat keluar Kota, ia bersama dengan Gu Sheng bergerak dengan kecepatan penuh mereka menuju ke arah pusat dari Aura yang paling mengerikan.


“Sialan, jika Paman Du dan Otak makanan ini bertarung, bisa-bisa salah satu di antara mereka akan langsung mati.” Gumam Bai Chu Ye terlihat memasang wajah datar, namun dalam hatinya ia sangat khawatir. Saking khawatirnya ia lupa menggunakan garis darahnya untuk menghentikan Rubah Kematian.


Wuss.!!


Tap tap..!!


Setelah mengingat ia bisa terhubung melalui garis darah. Bai Chu Ye langsung memejamkan matanya.

__ADS_1


Wung..!!


Sebuah dengungan keras terdengar dari tubuh Bai Chu Ye yang langsung membuat Gu Sheng seketika terhempas saat ingin mendekati Bai Chu Ye.


Tak lama tubuh Bai Chu Ye bersinar bewarna merah, sebuah cahaya yang cukup besar seketika melesat ke arah langit, bahkan itu menembus penghalang Dimensi Mixture dan Hukum Dimensi.


...


Rubah Kematian dan Duan Du yang akan bentrok seketika terhenti.


Tubuh Rubah Kematian membeku saat garis darahnya menyuruhnya untuk bersujud.


Bruk...!!


Sementara Duan Du kini melirik ke arah Bai An yang menyentuh pundaknya dengan wajah senyum hangat.


Wuss..!!


Tak lama kegepalan yang menyelimuti Dimensi Mixture langsung lenyap bersamaan dengan aura cahaya merah darah yang menyelimuti tubuh Rubah Kematian.


“Kakak,, apa kau tidak apa-apa? Apa kau-” Sebelum Duan Du selesai bertanya.


Bau An langsung mengangkat tangannya. “Aku akan menjelaskannya nanti.” Potong Bai An.


Wuss wuss..!!


“Ayah, paman, baguslah aku tepat waktu.” Gumam Bai Chu Ye.


Melihat Bai Chu Ye muncul tanpa bisa mereka rasakan, terlebih ada perubahan yang jauh dari Bai Chu Ye.


Hal tersebut membuat Bai An dan Duan Du seketika tersenyum tipis.


“Jadi ini dia kekuatan Darah Suci Kuno yang tersembunyi di tubuhmu Ye'er. Ayah baru sekarang merasakan betapa anggunnya bau tubuhmu dan kulitmu kini terlihat melebihi mulusnya kulit wanita.” Ucap Bai An langsung mengacak-acak rambut Bai Chu Ye.


“Hemm..!! Walau aku tahu ada kekuatan tersembunyi di dalam tubuhmu. Tapi pamanmu tidak habis pikir jika kekuatan tersembunyimu adalah sesuatu yang menentang tatanan alam dan menentang surga. Bahkan saking tidak bolehnya kekuatan seperti ini, itu karena kau bisa menekan semua garis darah dari yang di anggap keturunan Garis Darah Suci Kuno.” Sambung Duan Du yang mengetahui cukup banyak sejarah masa lalu.


“Sekarang kau telah di anggap Ayah atau Induk dari semua keturunan Garis Darah Suci Kuno. Walau saat ini semua keturunan Garis darahmu semuanya tidak murni dan bercampur dengan banyak garis darah lainnya. Tapi kau tetap mampu menekan mereka semua.” Balas Bai An tersenyum bahagia karena merasa punya putra yang kuat dan ia anggap sebagai senjata ampuh di masa depan melawan penjahat yang memiliki garis darah yang sama dengan Bai Chu Ye.


Gerr..!!


Saat ketiganya mengobrol, mereka langsung melirik ke arah Bo Wuhan yang terus dengan ganas menatap ke arah Rubah Kematian.


“Eeh,, ada apa dengannya? Ye'er merasakan jika jiwanya akan di ambil alih?” Tanya Bai Chu Ye datar.


Tatapan Bai An langsung mengarah ke Duan Du. Namun Bai An sudah tidak melihat Duan Du berdiri di sampingnya.

__ADS_1


“Hais,, anak ini dan Wuhan pasti menggunakan metode terlarang itu untuk meningkatkan kekuatan mereka. Pantas saja kini kekuatan keduanya meningkat dengan mengerikan.” Gumam Bai An hanya bisa menghela nafas dengan kenakalan Duan Du yang ikut-ikutan mengajari orang lain.


“Baiklah ayo kita kembali. Bawa juga dia Ye'er, sepertinya kau mengenalnya.” Ucap Bai An menunjuk ke arah Rubah Kematian dengan tatapan mata.


Tak lama Bai An langsung membuka celah di depannya.


Wuss wuss..!!


Bai An, Bai Chu Ye, Bo Wuhan, dan Rubah Kematian langsung memasuki celah.


...


Wuss..!!


Tap tap..!!


“Eeh,, kemana semua orang? Tadi aku merasakan kehadiran mereka semua?” Gumam Gu Sheng yang datang terlambat.


Karena tidak dapat menemukan yang lainnya, ia pun langsung kembali ke Kota Kematian.


Wuss wuss..!!


***


Satu menit setelah kepergian Gu Sheng.


Sebuah kejadian aneh muncul dari dalam tanah.


Dret dret..!!


Tanah yang Gu Sheng pijaki tiba-tiba secara perlahan naik membentuk tubuh manusia.


“Hemm..!! Jadi orang itu target yang di perintahkan Yang Mulia.” Ucap sosok tersebut dengan nada mengerikan.


“Mereka cukup kuat juga, terlebih Rubah itu dan anak yang menggunakan kekuatan bayangan.” Sebuah pohon tiba-tiba bicara dan itu tidak jauh dari lokasi manusia tanah berdiri.


Dret..!!


Keduanya langsung berubah ke sosok manusia asli.


“Walau mereka kuat, lalu jika kita bergerak. Mereka bisa apa,” ucap manusia tanah dengan nada angkuh.


“Khehe,, kau benar, kita juga memiliki kekuatan spesial bawaan masing-masing, sama seperti anak yang memiliki kekuatan Darah Suci Kuno.” Kekeh Manusia Pohon.


Tak lama keduanya langsung berbaur dengan kekuatan mereka masing-masing lalu menghilang tanpa jejak.

__ADS_1


__ADS_2