
Setelah melihat semuanya telah siap. Bai An pun mengangguk santai. “Ayo masuk, aku yakin mereka telah menunggu kedatangan kita sudah lama.”
***
“Sialan, mereka datang cepat sekali. Terlebih lagi mereka tidak takut dengan gertakan kita beberapa waktu lalu,” ucap salah satu patriak klan besar Wilayah Tengah.
“Sampai saat ini aku tak tahu apa tujuan mereka semua datang kesini? Mereka pun sama sekali tidak takut dengan orang-orang yang berada di Wilayah Inti, ini sungguh menarik,” ucap seorang kultivator bebas yang bernama Jian Di.
“Kau benar Jian Di, mungkin mereka memiliki pendukung kuat di belakang mereka yang selama ini bersembunyi dalam waktu lama,” sambung salah satu kultivator bebas bernama Chu Peng.
Para Patriak dan beberapa Tetua yang mendengar itu mengerutkan keningnya.
Pikiran mereka saat ini hanya satu setelah mendengar Jian Di serta Chu Peng bicara. Dan yang ada di dalam benak mereka mengatakan. “Apa tujuan mereka menyerang seluruh Wilayah Dimensi Pusat?”
Banyak dari mereka mencoba menebak-nebak, tapi mereka tidak mengetahui tujuan mereka sedikitpun.
“Hmm..!! Dari pada bicara yang tidak jelas, lebih baik kita musnahkan mereka, jangan sia-siakan apa yang telah kedua Tuan itu berikan kepada kita, walau bayarannya sangat tinggi.” Ucap salah satu Patriak klan Besar terkuat di antara mereka semua.
Tatapan patriak itu sangat dingin ke arah Jian Di dan Chu Peng. Tapi ia tidak ingin membunuh mereka saat ini. Karena menurutnya mereka masih berguna.
Patriak itu bernama Ge Yuxen, ia adalah satu-satunya yang mengetahui apa tujuan dari orang-orang yang ingin menyerang.
Ge Yuxen adalah salah satu prajurit milik Bai An yang masih bertahan hidup saat membela Bai An dahulu. Tapi ia membelot karena menginginkan kekuatan dan merasa sia-sia mengabdi kepada orang yang belum tentu bisa melawan sosok tertinggi di Wilayah Inti Pusat.
Saat mereka akan membagi pasukan, seketika pandangan mereka mengarah ke wilayah perbatasan.
***
Wuss..!!
Bom..!!
Seketika tombak milik Gou Long dan Gou Han langsung meluluh lantahkan kota yang telah kosong.
“Hahaha ini sangat seru,” teriak Gou Han bersemangat.
Tu Long yang sudah tidak bisa menahan diri kini menatap Bai An dengan tatapan ingin belas kasih.
Bai An hanya bisa menghela nafas melihat tingkah Tu Long ini.
“Baiklah lakukan sesukamu,” ucap Bai An acuh.
Wuss..!!
Tu Long langsung menghilang, ia kini muncul langsung dengan wujud aslinya.
Tatapannya mengarah tajam ke bagian dalam Wilayah Pusat. Tepatnya tempat para musuh kuat berkumpul.
“Hehe, sudah lama aku menahan diri, tubuhku kini terasa sangat kaku. Jadi aku harus pemanasan terlebih dahulu,” kekeh Tu Long menyeringai kejam.
Wuss..!!
Tangan kiri Tu Long yang telah menggenggam pedangnya kini mulai menyatu dengan kulitnya. Tak lama kukitnya berubah menjadi cakar pedang.
“Teknik Pemusnah Skala Besar.”
__ADS_1
“True Slaughter Dragon.”
Blush..!!
Tekanan mengerikan muncul dari tangan kiri Tu Long dan dapat di rasakan oleh musuh maupun keluarga Bai An.
Padahal Tu Long belum mengayunkan tangan kirinya, namun Hukum Angin yang ia gunakan di tangan kirinya langsung berputar-putar dalam area yang cukup luas.
Banyak kehancuran dan kekacauan terjadi saat Hukum Angin Tu Long berputar-putar.
Tatapan Tu Long mengarah tepat ke bagian terdalam Wilayah Tengah.
“Mari kita coba apakah kau bisa menghentikan ini.” Gumam Tu Long langsung mengayunkan tangan kirinya.
Wuss..!!
Sret..!!
Saat Tu Long mengayunkan tangan kirinya seketika tercipta Naga yang sangat besar kini membentangkan sayapnya selebar mungkin.
Tanah seketika membekas layaknya sebuah kawah saat Tu Long mencoba menggunakan teknik pemberian dari Bai An ini.
Dari mulut Naga tersebut juga muncul api dengan Hukum Surgawi kelas yang belum di ketahui. Tu Long pun tidak sadar jika ia telah mengasai Hukum Api setinggi itu.
Goar..!!
Bom bom bom..!!
Saat serangan berbentuk Naga asli berteriak, area sekitar seketika hancur.
...
Bukan hanya ia saja bahkan Ge Yuxen pun ikut terkejut, karena biasanya yang akan bertarung atau melakukan pertempuran lebih dulu seharusnya para prajurit lalu komandan dan setelah itu yang memiliki kekuatan tertentu hingga pemimpin atau yang terkuat.
Tapi orang yang terkuat dari musuh yang ingin menginvasi Wilayah Tengah langsung menyerang dengan kekuatan mengerikan. Bahkan mereka menduga jika itu kekuatan penuh Tu Long.
...
“Jangan diam saja, cepat halangi Naga Energi itu sebelum memusnahkan pasukan kita,” teriak Patriak Ge Yuxen.
Semua patriak maupun para kultivator bebas hanya mendengus ringan saat mereka di perintahkan seenaknya.
Tapi saat ini mereka mau tak mau bergerak sambil mengerahkan kekuatan penuh mereka juga.
Roar..!!
Geerr..!!
Blush..!!
Banyak dari serangan para patriak juga membentuk sosok Binatang Buas atau Monster kuno yang telah musnah. Walau lebih kecil dari Naga Energi milik Tu Long, kekuatan serangan mereka juga tak main-main.
Sementara Ge Yuxen yang hanya berdiri tanpa melakukan pergerakan hanya mengerutkan kening saat melihat Jian Di dan Chu Peng.
“Mengapa kalian diam dan tidak ikut menyerang?” Dengus Ge Yuxen.
__ADS_1
“Heeh, kau saja tidak ikut, kenapa kami harus ikut, dan kau tak layak memerintahkanku,” dengus Jian Di.
Wajah Ge Yuxen seketika memerah, baru kali ini ia merasa di permalukan setelah menjadi sosok terpandang.
“Rupanya aku perlu membasmi kalian berdua,” ucap Ge Yuxen dengan nada dingin.
“Hmm..!! Apakah kau mampu?” Jian Di tersenyum kecil sambil menaikkan alisnya.
Tak lama wajah berubah menjadi pemuda yang tampan, bukan hanya Jian Di, Chu Peng pun melakukan hal yang sama.
“Buktikan jika kau mampu tikus busuk,” ucap Jian Di dengan nada dingin.
Aura Jian Di langsung keluar, tapi tak lama Chu Peng menepuk bahunya.
“Bunuh saja dia, lalu kita pergi, Penguasa Ling Peng hanya menyuruh kita memancing keluar yang terkuat di sini,” ucap Chu Peng.
Wuss..!!
Jian Di dan Chu Peng langsung muncul sambil mengayunkan senjata mereka dari arah berlawanan.
Ge Yuxen yang mengenali sosok keduanya, tak lain komandannya dulu kini berkeringat dingin. Tapi tak lama ia sadar jika ia saat ini sangat kuat berkat lehernya di gigit serta di berikan darah yang bisa meningkatkan kekuatannya dengan absolut.
Blush..!!
Ge Yuxen langsung melepaskan tingkat kultivasinya yang sesungguhnya di sertai meminum darah pemberian kedua orang itu lebih banyak lagi.
Wung..!!
Bom..!!
Ledakan besar seketika terjadi saat Jian Di dan Chu Peng menyerang.
Kini keduanya mundur sambil melihat apa yang terjadi.
Melihat Ge Yuxeng telah mati menjadi daging cincang, mereka tersenyum. Tapi tak lama wajah mereka mengerut saat mendengar suara detak jantung.
Pandangan mereka mengarah ke detak jantung yang berada di dalam kawah.
Secara perlahan detak jantung tersebut mulai membentuk tubuh baru lagi.
Wuss..!!
Ge Yuxen seketika menyeringai saat merasakan seperti ini namanya tubuh hancur serta hidup kekal.
“Sial, padahal aku telah menghancurkan jiwa dan inti dantiannya,” ucap Jian Di kesal.
“Jangan diam cepat serang,” ucap Chu Peng ingin melesat.
Tapi langkahnya terhenti saat melihat tubuhnya masih berdiri tanpa kepala.
***
Sebelum lanjut, cek dulu karya baru temen Tu Long ya.
__ADS_1
Bagi yang malas ngetik panjang, langsung ketik nama authornya. Dealova.
Selamat menikmati.