
“Jika kau tidak puas, maka aku akan membuatmu puas, kebetulan juga otot-ototku kini terasa kaku.”
Krek krek..!!
Setelah meregangkan ototnya, Jiu Long langsung menghilang dari tempatnya.
Wuss..!!
Jiu Long muncul tepat di depan Huang Shen.
Karena perbedaan tingkat kekuatan, kini membuat Huang Shen membelalakan matanya.
“Ka..Kau, apa yang kau lakukan Jiu Long,” teriak Huang Shen langsung mengayunkan tinjunya secara reflek saat melihat Jiu Long mengayunkan tinjunya di sertai sedikit energi.
Bam..!!
Duar..!!
Tubuh Huang Shen langsung terlempar dan berherti saat menabrak tembok toko yang terlihat kokoh.
Hoek..!!
Huang Shen langsung memuntahkan seteguk darah, kini Huang Shen bangun sambil menatap ke arah Jiu Long semakin benci dan dendam.
“Kau yang menginginkan ini Jiu Long,” teriak Huang Shen.
Huang Shen langsung mengeluarkan pedang yang memiliki aura menindas.
“Pedang Artefak Setengah Dewa,” ucap Jiu Long terkejut.
Sebuah senyum sombong dan sinis langsung Huang Shen perlihatkan saat melihat wajah Jiu Long yang terkejut.
Setelah itu tatapannya mengarah ke keempat bawahannya.
“Apa yang kalian lakukan, cepat tangkap dua wanita ini dan bunuh pria tidak berguna itu,” teriak Huang Shen memaki bawahannya.
Jiu Long yang mendengar itu langsung tertawa.
“Hahaha,, bahkan jika kau menyuruh seluruh orang yang ada di Alam Semesta ini menangkapnya, kau tetap hanya bisa bermimpi. Bahkan setelah kau mengatakan itu, mimpi buruk akan selalu mendatangimu hingga kau memilih mati,” ucap Jiu Long tertawa terbahak-bahak.
Jiu Long tentu tahu siapa orang yang Huang Shen ingin tangkap, bahkan orang tersebut lah yang memindahkannya dalam sekejap hingga bisa muncul di Kota Sumberdaya.
Jika saja Bai An tidak memikirkan kedua putra putrinya, mungkin ia sudah meledakkan tubuh Huang Shen beserta pengawalnya.
Tapi karena Bai An memikirkan Xie'er dan Ye'er lah sehingga ia tidak ingin turun tangan, ia takut jika kedua anaknya akan haus darah atau mengikuti caranya dalam membunuh.
Di usia kedua anaknya saat ini yang selalu mengikuti tingkahnya, ia tentu takut hal itu terjadi saat ia berusia 5 tahun atau saat bisa berlari maupun sudah mempelajari beberapa teknik bertarung.
__ADS_1
Saat keempat pengawal Huang Shen akan bergerak, beberapa aura langsung mendekat.
Wuss wuss..!!
Tap tap..!!
“Hentikan Huang Shen,, dari dulu kau tidak pernah berubah sehingga membuatku jijik jika melihatmu,” ucap sebuah suara lembut namun dingin.
Huang Shen semakin memasang wajah jelek saat melihat siapa yang datang.
Niatnya ingin bersenang-senang kini telah sirna.
“Ling'er, apa kau lakukan di sini?” Tanya Huang Shen dengan nada lembut di sertai senyum paksaan.
Dahi Jia Li Ling seketika berkerut.
“Cuih,, seandainya bukan karena ulahmu ini, aku tak akan pernah mau kesini,” ucap Jia Li Ling dengan nada jijik.
Jia Li Ling kesini karena di paksa oleh ayahnya untuk menjemput pemuda mesum ini. Dan saat ia sampai di sini, ia melihat kawasan timur Kota Sumberdaya sudah kacau.
“Kau di panggil oleh ayahmu,” ucap Jia Li Ling kembali, saat mengatakan hal itu, tatapan Jia Li Ling mengarah ke Mu Xia'er dan Chu Jia.
Jia Li Ling seketika terpana saat melihat dua wanita yang sangat cantik, beberapa saat ia kembali melirik ke arah Bai An.
Saat melihat Bai An, Jia Li Ling merasa familiar, karena ia pernah melihat tudung yang Bai An kenakan, ia juga ingat saat pertama kali bertemu Bai An, ia tidak bisa melihat wajah Bai An.
Lalu pandangan Jia Li Ling terahir mengarah ke Jiu Long.
“Jiu Long kembalilah, walau sekte melindungimu, aku takut saat di kota ini, kau tidak akan bisa keluar dengan tubuh utuh,” ucap Jia Li Ling.
“Jika kau ingin menghajar bajingan ini, tunggulah satu tahun lagi,” sambung Jia Li Ling menunjuk ke arah Huang Shen yang kini memasang wajah gelap saat dirinya di panggil bajingan oleh Jia Li Ling.
“Apa yang kau ucapkan Ling'er? Dan siapa yang kau panggil bajingan hah,” dengus Huang Shen kini mulai menunjukkan sifat aslinya.
Jia Li Ling acuh. “Jangan panggil aku seperti itu, aku tidak sudi,” ucap Jia Li Ling, setelah itu ia langsung berniat pergi.
“Jangan mengira karena kau calon istriku kau bisa seenaknya,” ucap Huang Shen langsung muncul di depan Jia Li Ling.
“Jangan halangi jalanku, jika tidak, aku tak akan segan-segan menghancurkan wajahmu,” Jia Li Ling kini mulai ikut emosi saat ia tak di biarkan lewat.
Mendengar itu, Huang Shen tersenyum licik.
“Hehe,, setelah aku menikmati tubuhmu dan dua wanita itu, maka aku akan membiarkanmu pergi,” kekeh Huang Shen.
Bai An yang mendengar itu langsung bergumam.
“Hoo,, menarik, datang lagi 5 tikus kecil,” Bai An melirik ke arah dimana 5 orang yang kini muncul di belakang Huang Shen.
__ADS_1
Wuss..!!
Tap tap..!!
“Salam Tuan muda,” ucap salah satu dari lima orang yang baru muncul.
Jia Li Ling yang melihat itu langsung berteriak.
“Tetua Huang Bei, apa yang kau rencanakan lagi,” Jia Li Ling yang tahu sifat tetua ke 6 Paviliun Phoenix Perak ini langsung curiga.
“Hehe,, Tuan muda menjanjikan kami untuk menikmati tubuh dua wanita itu setelah Tuan muda menikmatinya,” kekeh Tetua Huang Bei.
“Benar, tapi sebelum itu, kami harus melumpuhkan anak ini dan pria itu,” sambung Huang Tong menunjuk ke arah Jiu Long dan Bai An.
Jiu Long yang di targetkan langsung mengeluarkan pedang pemberian Bai An dulu sebelum ia pergi.
Jiu Long tentu tahu tingkat kekuatan 5 Tetua Paviliun Phoenix Perak ini, rata-rata tingkat kultivasi mereka berada pada Dewa Raja Semesta, dan yang terkuat adalah Huang Bei, ia berada pada tingkat Dewa Raja Semesta ⭐ 3 Ahir.
Saat melihat Jiu Long mengeluarkan pedang Artefak tingkat Setengah Dewa.
Tatapan serakah langsung terlihat di mata kelima Tetua Paviliun Phoenix Perak dan Huang Shen.
“Pedang itu milik ku,” teriak Huang Shen.
Namun Huang Bei langsung berteriak. “Itu milik ku Tuan muda, jika kau masih menginginkannya maka aku akan melaporkan perbuatanmu ini,” ancam Huang Bei.
Huang Shen memasang wajah jelek.
“Huuff, kenapa aku terlibat masalah tikus-tikus serakah ini,” ucap Bai An mulai bosan.
Kata-kata Bai An terdengar jelas di telinga semua orang sehingga tatapan mereka langsung mengarah ke Bai An.
“Budak sepertimu lebih-”
Bom..!!
Kepala salah satu Tetua Paviliun Phoenix Perak yang ingin mengatai Bai An langsung hancur.
Bai An kini melangkah dengan santai, ia masih menggendong Xie'er dan Ye'er yang kini terlihat bersemangat saat melihat ayah mereka membunuh orang-orang yang ingin menganggu ibu mereka.
Melihat orang-orang di depannya kini terdiam dengan mulut terbuka lebar.
Bai An kembali menatap ke arah Huang Tong, seketika sebuah sinar transparan melesat dari mata Bai An.
Bom..!!
Saat melihat Huang Tong mati, semua orang kembali tersadar.
__ADS_1
“I..Iblis kau pasti iblis,” teriak Huang Bei menunjuk-nunjuk Bai An.