
Bing Lou tentu saja mengangguk setuju. “Jangan menutupi apapun dari Tuan muda.”
Bing Lou terdiam sesaat, lalu menambahkan.
“Karena masalah kita juga masalahnya, dia juga tidak menutupi apapun kepada semua anggota keluarganya.” Bing Lou dengan nada bahagia saat mengucapkan hal tersebut.
Bing Xian langsung menatap ke arah Bai An.
“Tuan muda, aku akan memberikan semua ingatanku,” ucap Bing Xian dengan nada hormat.
Melihat Bai An mengangguk santai. Bing Xian langsung menjentikkan jarinya. Lalu sebuah cahaya melesat menuju kening Bai An.
Wuss..!!
Beberapa detik kemudian.
Bai An kini tersenyum tipis setelah mendapatkan ingatan milik Bing Xian.
“Jadi begitu,” ucap Bai An.
“Ini akan menjadi menarik jika begitu,” sambung Bai An sambil melirik ke arah semua orang. Hingga.
Pandangan terahir Bai An mengarah ke Tu Long. “Hmm..!! Ini akan cocok jika Tu Long yang ikut memeriahkan konflik mereka.” Ucap Bai An.
Mendengar itu.
Bing Xian, Bing Lou, Hu Hong Meng mengangguk membenarkan.
Sementara Tu Long kini memasang wajah berseri-seri, walaunia tidak tahu apa rencana Bai An. Tapi ia yakin jika ia akan bertarung dan membuat kacau.
Wuss..!!
Tap tap..!!
“Hehe,, aku juga akan ikut bersama Paman Tu Long, pasti itu menjadi lebih meriah,” kekeh Duan Du tiba-tiba muncul.
Seketika Bai Lou, Ling Yenrou, Hu Hong Meng dan beberapa dari mereka memasang senyum kecut.
Tu Long terlihat biasa saja, karena ia juga ikut senang jika bocah nakal tersebut ikut bersamanya untuk bersenang-senang.
Bai An mengangguk santai.
“Baiklah, pertama-tama kita akan membuat Penguasa Dunia ke 6 ini keluar lebih dulu,” ucap Bai An tersenyum tipis.
Semua orang mengangguk patuh di sertai tubuh sedikit merinding saat melihat senyuman Bai An.
***
__ADS_1
Di tempat yang cukup jauh.
Tepatnya sebuah pulau terbang yang kini melayang di udara.
Sampai saat ini pulau terbang tersebut telah di selidiki mengapa pulau tersebut bisa melayang.
Secara alami terlihat pulau tersebut memang terbang tanpa bantuan apa-apa. Tapi ada sebuah energi yang tak ada habisnya menyelimuti bagian bawah pulau terbang.
Energi tersebutlah yang mereka selidiki, namun sampai saat ini tidak bisa di pecahkan. Bahkan Penguasa Alam Semesta Inti ke 6 sendiri sampai menyerah akan hal tersebut.
Namun baru-baru ini Penguasa Dunia inti ke 6 telah mendapatkan beberapa rahasia kecil tentang energi tersebut.
Saat para penguasa Dunia Inti mendengarnya. Mereka semua kesana memaksa Penguasa Dunia inti ke 6 untuk memberitahukan apa rahasia yang ia dapatkan.
Tentu saja Penguasa Dunia Inti ke 6 menolak dengan tegas.
Hingga terjadilah sebuah konflik yang di mulai dari Penguasa Dunia ke 4 Da Sin selalu datang ke Dunia yang di kuasai Ho Lian atau Penguasa Dunia ke 6.
Da Sin selalu datang bersama para pengikutnya mengacau, bahkan beberapa daratan yang dulunya damai kini kacau akibat ulah Da Sin.
Tentu saja Ho Lian yang mendengar itu tak tinggal diam, ia mendatangi Da Sin untuk duel satu lawan satu.
Sebenarnya para Penguasa Dunia di larang oleh Penguasa Semesta untuk bertarung, karena sejatinya Para Penguasa Dunia ini adalah Jendral milik Penguasa Semesta. Jika salah satu dari mereka mati, Penguasa Semesta akan mengalami kerugian yang cukup besar.
Sangat sulit mencari seorang Jendral yang setara dengan mereka, terlebih yang setia.
Asalkan tidak boleh sampai saling membunuh.
Saat Ho Lian dan Da Sin duel.
Kemenangan di raih oleh Ho Lian dan secara mengejutkan juga, ia menang dalam waktu 5 hari saja.
Tentu saja para Penguasa Dunia terkejut akan berita tersebut. Karena sesuai nomer mereka masing-masing. Maka kekuatan tersebut di urutkan dari no 1 hingga 10.
Penguasa Dunia inti ke 4 tentu jauh lebih kuat dari Penguasa Dunia inti ke 6 karena telah jelas urutannya.
Tapi semua berubah akibat kemenangan Ho Lian, urutan hanyalah angka.
Sementara Da Sin yang malu akibat kekalahan dan tidak boleh lagi mengacau dunia milik Ho Lian tidak tinggal diam.
Da Sin kini bermain dari balik kegelapan.
Tentu saja rencana Da Sin ini tidak ia saja yang merencanakan. Melainkan para Penguasa Dunia Inti lainnya.
Mereka bekerjasama untuk menghasut semua penguasa daratan, pemimpin kota, dan patriak klan yang ada di Dunia Inti ke 6.
***
__ADS_1
Saat ini Ho Lian memasang wajah gelap, ia cukup cerdas mengetahui ini permainan para Penguasa Dunia Inti.
“Hmm..!! Apakah ini juga permainan Penguasa Semesta?” Gumam Ho Lian.
“Aku cukup yakin ini permainan mereka, jika tidak. Maka tidak mungkin ia membiarkan mereka bergerak sesuka hati.” Sambung Ho Lian dengan wajah gelap.
Tatapan mata Ho Lian mengarah ke sebuah bola.
Bola tersebut adalah bola pemantau yang bisa melihat semua sesuatu di bawah kekuasaannya.
Saat Ho Lian melihat semua dunia kini sudah menjadi kacau. Ho Lian tentu sangat marah, tapi ia tetap diam saja selama beberapa tahun ini. Mungkin sudah hampir 100 tahun ia diam saja.
Hingga Ho Lian tersenyum tipis. “Akhirnya, orangnya telah datang, seperti yang di katakan ramalan,” gumam Ho Lian.
Ho Lian sebenarnya bukan nama lengkapnya. Sampai saat ini tidak ada yang mengetahui identitas Ho Lian yang sebenarnya.
Kini pandangan mata Ho Lian mengarah ke bola pemantau yang bewarna biru pekat. Di dalam bola tersebut ia melihat dua orang keluar dari perisai yang cukup besar.
Tak berapa lama, dua orang kembali keluar dari sana.
Tatapan mata Ho Lian mengarah ke seseorang pemuda yang selalu memasang wajah senyum licik, dengan rambut hitam legam bercampur terutai panjang membuat Ho Lian tidak terlalu jelas jika senyum licik pemuda tersebut di arahkan kepadanya.
“Hmm..!! Sudah saatnya juga aku bergerak, kini aku sudah tidak peduli dengan dunia ini akan hancur atau tidak,” gumam Ho Lian menghilang dari tempatnya.
***
“Huuff..!! Hei kamu...!! Ya kamu yang pada baca. Mau di kasih Crazy Up ngak?.... Kalo mau komen di bawah ⬇ Jika komennya bisa sampai 150, Du'er janji akan beri 3 chapter pada hari sabtu.”
“Kalo komennya bisa lebih dari 200 pada hari minggu, Du'er kasih 4 Chapter, tapi kalo gak bisa, yah Du'er tetap kasih 2 Chapter seperti biasa, ini juga bukan mau ku, tapi keinginan kakak licik.” Kata Duan Du kepada para Reader 🤣🤣
***
“Hei,, Du'er mengapa kau selalu memasang senyum menjijikkan seperti itu? Apakah kau merencanakan yang tidak-tidak untuk kami?” Tanya Cen Tian yang baru saja menyusul Duan Du dan Tu Long.
Cen Tian datang bersama Lang Zai karena mereka berdua mendesak Bai An untuk ikut bersama Duan Du dan Tu Long.
Duan Du yang mendengar pertanyaan kakaknya kini melirik ke arah kakaknya.
“Hehe,, bukan begitu kak. Tapi coba kau lihat sedikit celah di balik awan itu, perhatikan dengan jelas jika kita saat ini di awasi,” kekeh Duan Du.
Mendengar jawaban Duan Du.
Seketika ketiganya menatap dengan teliti ke arah yang di tunjukkan oleh Duan Du.
Ketiganya langsung terkejut saat mengetahui jika mereka memang benar saat ini di awasi.
“Du'er apakah kau tahu siapa yang mengawasi kita?” Tanya Lang Zai dengan nada serius.
__ADS_1