Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
S3 Berlatih Sebelum Invasi Datang


__ADS_3

Jutaan Bayangan seketika melesat ke arah Bai An saat melihat Raja Bayangan mengangkat tangan tanda menyerang.


Dret dret dret...!!


Woa..!!


Teriakan langsung menggema, di sertai langit yang awalnya bewarna biru cerah langsung gelap tertutup jutaan bayangan.


Bai An yang berdiri mengenakan jubah putih dengan rambut bewarna biru langit yang sengaja tidak di ikat tersenyum tipis.


“Asura Blood, waktumu untuk bersinar,” ucap Bai An dengan seringai kecil.


Wung..!!


Tak lama pedang asura langsung berdengung di sertai sinar bewarna emas darah muncul dari pedang asura tanda ia telah siap.


Tanpa basa basi Bai An langsung mengambil sikap kuda-kuda.


“Asura Technique.”


“Tahap pertama. Asura Destroyer,” gumam Bai An langsung mengayunkan pedangnya.


Blush..!!


Bilah pedang langsung muncul menerjang ke arah Naga Armor.


Dret..!!


Percikan listrik muncul mengelilingi bilah pedang yang mulai berubah menjadi warna darah keemasan.


Goar..!!


Sementara Naga Armor yang tercipta dari serangan Tu Long merasakan bahaya langsung mengangum.


Bom..!!


Api hitam muncul dari mulut Naga Armor dan langsung mengarah ke bilah pedang serangan Bai An.


Jder..!!


Duar..!!


Bilah pedang dari teknik asura langsung memuntahkan petir yang langsung menghancurkan bola hitam dari mulut Naga Armor..!!


Goar..!!


Naga Armor langsung meraung marah, bersamaan dengan itu, jutaan bayangan kini mengerumuni bilah pedang asura.


Jder jder..!!


Dalam sekejap bayangan milik Duan Du langsung musnah akibat petir yang terlihat tidak biasa.


Uhuk..!!


Duan Du yang dalam wujud Raja Bayangan langsung tertunduk. Sementara Tu Long terlihat berkeringat dingin.


Sret..!!


Sret..!!


Tak mau kalah begitu saja, Tu Long dan Duan Du langsung menggabungkan kekuatan mereka.


Bai An yang terlihat kelelahan akibat teknik pertama asura kini mundur beberapa langkah.

__ADS_1


“Aku tak menduga jika energi yang di butuhkan dari Teknik Asura yang sebenarnya akan sebesar ini,” gumam Bai An.


Tapi saat melihat Duan Du dan Tu Long ingin mengerahkan kekuatan penuh mereka serta menggabungkannya. Bai An memejamkan matanya.


Dret..!!


Duar duar..!!


Ledakan dahsyat seketika mengguncang area tempat Bai An melayang. Mata Bai An berubah menjadi putih polos.


Pedang asura berdengung terus menerus menyerap energi yang ada di sekelilingnya.


“Mari kita ahiri latihan ini,” ucap Bai An dengan nada berat.


Tu Long dan Duan Du seketika berkeringat dingin. “Sial, apa kakak ingin membunuh kita,” ucap Duan Du terdengar mengeluh.


Berbeda dengan Duan Du, Tu Long terlihat menyeringai. “Hehe aku ingin melihat sampai mana batasanku,” kekeh Tu Long.


Sret sret..!!


Tubuh Tu Long langsung berubah ke mode berserk.


Duan Du yang sedikit terprokasi langsung mengubah dirinya menjadi Raja Bayangan.


Namun kini warna tubuh Duan Du sangat gelap, saking gelapnya, Duan Du terlihat sangat menyeramkan.


“Naga Bayangan.” Teriak Duan Du dan Tu Long serempak.


“Pelahap.”


Goar..!!


Naga Armor yang awalnya terlihat kini berubah menjadi bayangan, dan tak lama wujud bilah Naga Bayangan seketika menjadi pudar.


...


Sret..!!


Tak lama muncul sosok yang mirip Bai An dalam wujud energi, sosok tersebut sedang memegangi pedang asura dan siap menebas musuh.


Jder jder..!!


Sosok energi yang mirip Bai An seketika di selimuti petir. Bersamaan dengan itu sosok tersebut mengayunkan pedangnya ke arah ruang kosong.


Dret..!!


Goar..!!


Bom bom bom..!!


Duar duar..!!


Guncangan serta ledakan beberapa kali langsung menghanguskan semua area sejauh ribuan kilo meter.


Tak sampai di sana, tebasan sosok energi setelah memotong tubuh Naga Bayangan masih melesat ke arah Duan Du dan Tu Long yang telah terluka akibat teknik mereka gunakan.


Uhuk uhuk..!!


“Sial, apa kakak benar-benar ingin membunuh kita,” ucap Duan Du memasang wajah jelek.


Wuss..!!


Namun sebelum bilah energi mengenai keduanya, Gu Sheng muncul lalu membawa keduanya.

__ADS_1


Jlep..!!


Duar..!!


Ledakan kembali terdengar akibat lesatan bilah energi dari sosok yang mirip Bai An.


...


Wuss..!!


Tap tap..!!


“Sial, tadi itu sangat mengerikan,” ucap Tu Long berkeringat dingin.


“Benar, beruntung kau menyelamatkan kami, jika tidak.” Tubuh Duan Du sedikit berkeringat dingin.


“Benar, sebelum kalian berlatih, Tuan telah memberikan pesan jika ia tidak sanggup menahan dari efek teknik Asura yang sebenarnya, maka aku harus menyelamatkan kalian,” sambung Gu Sheng yang juga terlihat berkeringat dingin.


Wuss..!!


Tap tap..!!


Tak lama Bai An muncul dengan luka yang cukup parah.


“Huff, rupanya aku butuh beberapa bulan atau beberapa tahun lagi untuk memulihkan lukaku, begitu juga dengan kalian.” Ucap Bai An dengan helaan nafas berat.


“Kau benar kak, beruntung kita berada jauh dari Dimensi Inti dan dimensi yang di tempati makhluk hidup, jika tidak, mereka pasti akan musnah,” sambung Duan Du kini memandang ke bawah.


Tatapan mereka pun ikut beralih melihat Dimensi yang mereka datangi kini hancur dan menyisakan puing-puing.


Saat melihat puing-puing, Bai An, dan yang lainnya melihat sebuah cahaya kecil tepat berada di tengah-tengah puing.


“Inti Dimensi,” seru Tu Long dan Gu Sheng.


“Ambil inti Dimensi itu untuk meningkatkan kekuatanmu Gu Sheng, jika kau lebih kuat maka itu akan semakin bggus,” ucap Bai An kini melirik Gu Sheng.


Gu Sheng seketika menjadi ragu.


Buk buk..!!


”Kenapa kau diam, jika kakak sudah memutuskan maka kau tidak boleh menolak, harusnya kau bahagia,” ucap Duan Du langsung menepuk pundak Gu Sheng.


“Benar, jika itu aku, maka aku pasti akan langsung melesat kesana saat ini, walau aku sedang terluka,” ucap Tu Long mendukung.


Mendengar itu, Gu Sheng semakin tersentuh, ia melihat tidak ada keirian dari Tu Long dan Duan Du, malah keduanya mendorong dirinya untuk mengambil yang sudah menjadi miliknya.


“Terimakasih Tuan Tu, Tuan Du,” ucap Gu Sheng tersenyum hangat. Gu Sheng juga melirik Bai An.


“Terimakasih Tuan, aku tak akan melupakan apa yang Tuan berikan selama ini, termasuk apa arti dari ikatan itu sendiri,” ucap Gu Sheng ingin membungkukkan badannya.


“Sudah-sudah, kau tidak perlu sampai membungkuk, kau adalah keluarga kami. Jadi mulai saat ini jangan panggil aku Tuan, terserah kau mau memanggilku apa, asal jangan sebutan Tuan, itu terdengar aku jauh lebih tua darimu.” Ucap Bai An langsung mengalirkan sedikit energinya untuk mengambil inti Dimensi yang tidak terlalu jauh dari tempat mereka melayang.


Wuss..!!


Dengan cepat Bai An mengambil inti Dimensi lalu melemparnya ke arah Gu Sheng. Gu Sheng pun dengan sigap menangkapnya.


Saat Gu Sheng memegang inti dimensi tersebut, ia merasakan energi ilahi yang jauh lebih padat dan murni dari Energi Ilahi yang ada di Benua Kegelapan Dimensi Alam Sihir.


“I..Ini jika aku menggunakan dua atau 3, mungkin kekuatanku akan kembali, bahkan bisa meningkat ke Dewa Surgawi ⭐ 3 Menengah,” ucap Gu Sheng terkejut luar biasa.


Mendengar itu, Duan Du dan Tu Long saling melirik dengan senyum lebar.


“Hehe,, dua atau tiga bukan?” Ucap Tu Long melirik Gu Sheng.

__ADS_1


“Jika lebih dari itu artinya kau akan semakin kuat bukan?” Sambung Duan Du melirik Gu Sheng.


Gu Sheng mengangguk dengan wajah bingung. Terlebih ia melihat senyum licik dari wajah Duan Du.


__ADS_2