
"Aku benci padamu!" teriak Amira pada pria yang ada di depannya
Pria itu hanya menyeringai licik dan menatap tajam pada Amira. Dia mendekati Amira, lalu mencengkram dagunya sambil merapatkan giginya seperti menahan emosi. Cengkraman tangan yang halus itu membuat Amira kesakitan. Amira hanya bisa menangis tersedu meratapi nasibnya yang buruk.
"Apa salahku padamu, hah?! Katakan!" teriak Amira lagi.
"Kau mau tahu apa kesalahanmu? Kesalahanmu adalah kau sudah memasuki kehidupan kami. Dan itu adalah kesalahan yang sangat fatal!"
"Apa yang salah dengan keberadaanku di antara kalian?"
"Kau akan mengetahuinya sendiri. Tapi aku bisa pastikan bahwa kau akan menyesalinya seumur hidupmu. Karena aku akan memastikan kau tak akan bisa hidup tenang."
"Lepaskan aku, Rey! Kenapa kau perlakukan aku seperti ini?" jerit Amira.
"Hei, Perempuan. Dengar baik-baik! Ini baru sebagian kecil gambaran hidupmu. Kau akan mengalami yang lebih besar dari ini. Jadi nikmatilah saat-saat seperti ini, karena kau akan mengalaminya seumur hidupmu!"
Amira, gadis berusia 21 tahun itu, hanya bisa menyesali apa yang telah terjadi tanpa tahu apa yang membuat Rey memperlakukannya seburuk itu. Namun penyesalannya tak akan mengubah apapun. Isak tangisnya pun tak mengurangi kebengisan Reynald Subrata atau biasa dipanggil Rey, pria kaya berusia 28 tahun yang haus akan kekuasaan dan harta keluarganya.
Rey terus menatap tajam pada Amira, seolah dia menikmati tangisan dan titik demi titik air mata yang jatuh dari mata Amira. Senyum liciknya tersungging di wajahnya yang tampan namun dingin.
__ADS_1
Wajah itu pula yang membuat Amira sempat jatuh hati dan mengejarnya. Dia tak tahu wujud sebenarnya Rey di balik wajah tampan dan keramahannya pada wanita. Entah berapa banyak wanita yang telah jatuh ke dalam pelukan dan perangkapnya.
Rasanya tak ada wanita yang bisa menampik pria setampan dan sekaya Rey. Pria yang memiliki segalanya. Harta, tahta dan wanita.
Sementara Amira hanyalah seorang gadis biasa, yang mengharapkan masa depan yang lebih baik. Dia rela melakukan apapun demi membahagiakan ibunya yang sangat dia sayangi.
Sejak tamat SMA Amira terpaksa harus banting tulang dan mengambil alih pekerjaan ibunya untuk mengelola gerai laundry kecil peninggalan ayahnya yang terletak di sudut kota, karena penyakit ibunya yang semakin parah.
Sen demi sen uang dikumpulkannya agar bisa membawa ibunya ke dokter dan membeli obat. Meski pelanggannya tak terlalu banyak, Amira selalu menjalankan pekerjaannya dengan senang hati.
"Setiap pekerjaan itu harus dinikmati, karena di situlah Tuhan menyelipkan rejeki untuk umatnya." Itulah motto hidup Amira yang membuatnya selalu menjadi orang yang bersyukur dan menjalani hidup dengan semangat.
Sampai suatu hari takdir mempertemukannya dengan Rey. Sesosok monster keji yang bersembunyi di balik wajah tampannya. Pria yang memberinya janji-janji manis yang kini telah menjeratnya.
Namun Amira tak pernah tahu apa yang ada di kepala Rey saat dia melihat Amira pertama kalinya.
"Gadis yang polos. Aku bisa menggunakannya untuk kepentinganku. Aku yakin dia bisa kupakai untuk melicinkan jalankku menuju kesuksesan."
Pikiran Rey memang selalu berkisar di sekitar uang dan kekuasaan. Apapun akan dilakukannya demi meraih kedua hal itu. Begitu dia melihat Amira yang polos dan cantik, segera pikirannya bekerja. Dia sudah tahu apa yang harus dilakukan dengan gadis itu dan siapa saja sasarannya.
__ADS_1
Baginya perempuan hanyalah alat yang bisa dia gunakan kapan saja dia mau untuk meraih segala keinginannya Kelicikannya tak hanya sampai di situ. Dia membuat rencana baru untuk Amira saat dia melihatnya bersama Rajendra atau yang biasa dipanggil Raj, adiknya dan juga musuh terbesarnya bergaul akrab dengan Amira.
Raj, pria tampan berusia 27 tahun, pewaris keluarga Subroto yang kaya raya. Ayahnya, Irwan Subroto adalah pemilik perusahaan terbesar di Asia. Perusahaannya menggurita di berbagai wilayah dan berbagai bidang.
"Gotcha, kau tak akan bisa mengelak dari jeratku lagi Raj. Aku akan membuatmu menyerahkan segalanya padaku kali ini. Aku tahu persis bagaimana sikapmu. Kau lemah saat kau berhadapan dengan wanita. Tunggu saja kehancuranmu, Raj," gumam Rey lirih.
Satu persatu kelicikan Rey terkuak dan membuat Amira pada awalnya penasaran atas apa yang sedang terjadi di antara Rey dan Raj menjadi sangat membenci Rey. Rey menggunakan kedekatannya dengan Raj untuk mencapai tujuannya, meski itu menyakiti Amira bahkan kerap hampir merenggut nyawanya. Monster itu tak pernah memedulikan keselamatannya, apalagi perasaan Amira untuknya yang semakin hari semakin memudar.
Perseteruan antara Rey dan Raj sudah terjadi sejak mereka kecil, hanya saja orang dewasa menganggap pertarungan mereka sebagai pertarungan biasa antara anak-anak. Mereka menyimpan dendam yang sudah tertanam sejak mereka kecil.
Tabiat Rey yang meledak-ledak dan mudah terpicu amarah terkadang membuatnya mengambil langkah yang salah dan merugikannya. Tapi bukan Rey namanya jika dia berhenti hanya karena kesalahan langkah yang diambilnya. Dengan cepat dia akan merencanakan langkah baru yang ldianggapnya ebih kejam dan akan membawa keberhasilan.
Lain halnya dengan Raj yang selalu memikirkan semua yang akan dilakukannya, meski terkesan lamban dan terlalu banyak pertimbangan. Raj selalu berhasil menghindar dari jebakan demi jebakan yang telah disiapkan Rey. Tentu saja hal itu membuat Rey sangat marah dan menyiapkan jebakan baru.yang bisa melunaskan rasa dendamnya pada Raj.
Rey pun tak segan untuk membayar mahal orang yang dianggapnya ahli dalam menjalankan semua rencananya. Dia memiliki banyak bawahan yang selalu siap menjalankan semua perintahnya.
Namun yang lebih hebat lagi adalah perseteruan diantara mereka tak terlihat oleh orang awam. Hanya orang-orang yang sangat dekat dengan mereka yang mengetahuinya.
Rey yang memiliki keahlian mumpuni dalam memimpin perusahaan, diberi tanggung jawab untuk mengelola beberapa cabang perusahaan ayahnya. Sedangkan Raj yang memang telah disiapkan sejak kecil untuk menjadi pewaris utama, mulai diberi kekuasaan untuk memimpin kantor pusat bersama dengan ayahnya.
__ADS_1
Sejak kecil Rey merasakan perbedaan kasih sayang yang diberikan ayahnya terhadap dia dan Raj. Percikan dendam masa kecil dan didikan ibunya telah mengubah percikan itu menjadi api yang besar saat dia menjadi orang dewasa.
Shelomita, atau sering dipanggil mama Mita adalah ibu kandung Rey yang memiliki ambisi untuk menjadikan anaknya sebagai pewaris satu-satunya kekayaan Irwan Subroto. Suami yang dengan susah payah berhasil dinikahinya meski dia tahu bahwa Irwan sudah memiliki istri dan dua orang anak. Dengan siasatnya dia berhasil memaksa Irwan untuk segera menikahinya tanpa memedulikan perasaan istri sahnya.