
Waktu berlalu, kini si kembar sudah berusia 2tahun.Mereka menjadi balita yang lincah dan lucu.Sungguh mustahil bagi Mbah Sukma untuk menahan mereka keluar rumah, karena itu dia memakai kan kaca mata hitam kepada Lucy agar orang -orang sekitar tidak heran dan takut melihat mata Lucy.
Lisa mengerti dan tidak mengusik kaca mata adiknya selayaknya balita lainnya.
Sungguh kedua balita itu seperti dua tubuh tapi satu jiwa yg saling mengerti dan melengkapi.
Apabila Mbah Sukma mendapatkan pasien yang agak susah ditangani,Lucy tidak akan segan untuk membantu.Namun hal ini tentu tanpa sepengetahuan pasien,karena Mbah Sukma tidak mau Lucy dalam bahaya.
Setiap malam Lucy sememangnya tidak pernah tidur,dia terjaga diam tanpa melakukan apa-apa.
Dan di malam itu,dia menyaksikan keanehan.Terdengar suara benda bergetar.Lucy bangun,Mbah Sukma yg biasa tidur di samping Lisa tidak ada.
"Pasti diruang spiritual"pikir Lucy,ia pun melangkah ke ruangan tersebut.Benar Mbah Sukma tengah bersemedi tapi wajahnya dengan mata terpejam nampak tegang, keringat dingin meleleh deras.Darah seperti mengeras diwajahnya.
"Pasti ada yang tidak beres"pikir Lucy membatin.Tapi ia diam saja,tak lama berselang Mbah Sukma membuka matanya.Tiba-tiba ia menyemburkan darah segar dari mulutnya.
"Nek"Lucy segera berhambur memeluk Mbah Sukma.
"Tidak apa-apa...nenek baik-baik saja"
Tapi Lucy bukan balita biasa yang bisa diapusi.Dengan menyentuh Mbah Sukma saja,dia bisa melihat apa yang terjadi.
Lucy bangkit,tanpa menunggu perintah dia segera membuka peti yang berisi topeng iblis pencabut nyawa.
"Jangan Lucy jangan...ini belum waktunya nak,kamu masih kecil"
Namun Lucy tak mengendahkan,ia meraih topeng itu lalu memakai nya.
WUZZZZZZZ
Angin kencang berhembus menerpa Lucy, bersamaan dengan itu sebuah samurai panjang tergenggam ditangan kanannya.
Mbah Sukma sudah tidak bisa berbuat banyak, karena jika topeng sudah terpasang,maka harus ada nyawa yang melayang.
Lucy mengangguk memberi tanda lalu melesat pergi.
__ADS_1
***
Seorang pria berjanggut sedang duduk bersila didampingi 2pria yg lebih muda darinya tersenyum penuh arti.
"Guru..apa ini artinya kita menang?"
"Hmm"pria berjanggut itu mengangguk menanggapi ujaran dari salah satu muridnya.
"Sekarang kita tinggal temui wanita tua itu dan ambil topengnya"
kedua murid Mbah Karyo saling beradu pandang dengan seulas senyuman.
Namun tiba-tiba Angin kencang berhembus hingga membuka pintu kamar Mbah Karyo dengan keras.
Mbah Karyo kaget melihat anak kecil memakai topeng dengan sebilah pedang samurai ditangannya sedang berdiri menatap bengis ke arahnya.
Ia tahu itu adalah topeng iblis pencabut nyawa yang akan direbut nya.Lalu siapa anak kecil itu.
Masak Mbah Sukma musuh bebuyutan nya jadi kerdil, padahal ia tahu dan sangat kenal dengan Mbah Sukma.
"Siapa kau ??"seru Mbah karyo.Kedua murid nya bergidik melihat mahluk kecil itu menyeringai.
Tapi tidak dengan si Mbah Karyo,ia tetap tenang, meskipun ia melihat dengan jelas kekuatan anak kecil ini bukan calang-calang.
"Mau apa kau kemari ?!"tanya Mbah Karyo tanpa gentar.Mahluk kecil itu menuding kan samurai nya ke arah Mbah Karyo.Barulah si Mbah mengerti bahwa mahluk kecil itu menginginkan nyawanya.Dalam diam jiwa Mbah Karyo bergidik juga.Karena ia sudah tahu kekuatan topeng iblis pencabut nyawa.
"Sebaiknya kalian menyingkirlah,dia menginginkan aku"ucap Mbah Karyo tetap tenang kepada kedua muridnya.
"ba-ba--baik guru"
tanpa menunggu perintah lagi mereka langsung ngacir mencari tempat persembunyian.
Mbah Karyo tetap duduk bersila menatap lurus kepada mahluk kecil dihadapannya yang melangkah sejengkal demi sejengkal mendekati nya.
Seperti nya Mbah Karyo sudah pasrah dengan kematian nya.Ia tetap saja duduk tanpa melawan ketika samurai terangkat ke atas dan membelah tubuhnya dengan cepat hingga terbagi menjadi dua.
__ADS_1
Kedua murid Mbah Karyo ternganga melihat pemandangan itu.Mereka melihat dengan jelas ketika mahluk kecil itu melesat pergi setelah membunuh gurunya.
Tubuh keduanya mematung seperti terpaku ditempat itu.Mau bersuara pun tidak sanggup.
***
Mbah Sukma masih duduk ditempat yang sama ketika Lucy kembali dengan menenteng topeng nya.
"Kamu sudah membunuhnya ??"ujar Mbah Sukma.
"Tidak ada siapa pun yang boleh menyakiti nenek"jawab Lucy sembari meletakkan kembali topeng nya kedalam peti.
Mbah Sukma menghela nafas.
"Tapi bisakah kamu mendengar kan larangan ku"
"Aku sudah mendengar"jawab Lucy sambil memainkan kakinya.
"Tapi tidak mematuhi"
Lucy menatap Mbah Sukma.Lalu mendekati nya dan mencium pipinya
"Aku sayang nenek"
kedua mata Mbah Sukma mengembun.Ia pun mengecup kening Lucy.
"Kamu masih terlalu dini untuk melakukan nya"
Lucy diam tak bergeming.
"Kemungkinan kedua muridnya pasti mencari tahu siapa kamu"
Lucy tak menjawab ia bangkit lalu kembali ketempat istirahat.
Sejak malam itu Mbah Sukma semakin yakin bahwa Lucy benar -benar pemilik dari topeng iblis pencabut nyawa.Karena jika bukan sang pemilik, selepas memakai kekuatan topeng itu pasti akan kelelahan seperti tenaga terkuras habis.
__ADS_1
Tapi tidak dengan Lucy,dia terlihat santai di umur nya yang belum genap 3tahun.
Sungguh luar biasa!!