SANG PEWARIS

SANG PEWARIS
SANG PEWARIS BAB 107 Lisa Mabuk


__ADS_3

Lucy baru saja pulang sekolah,ia hendak ke kamarnya untuk mandi.Tapi langkahnya terhenti ketika melihat Laras duduk termenung di teras samping rumah.Gadis" yang ia panggil Mbak itu berangan panjang dengan dagu terpangku tangan.


"Ekhem"Lucy berbatuk-batuk kecil memberi tanda tentang kehadirannya.Namun tak mendapatkan respon.Nouval menepuk pundak kakaknya,Lucy menoleh.


"Kenapa?"bisik Nouval.Lucy menjawab dengan bahu terangkat."Ya udah aku masuk duluan ya Kak"


Lucy mengiyakan,Nouval melanjutkan langkahnya yang tertunda.


"Mbak"Lucy menyentuh bahu Laras,Laras tersentak kaget.


"Eh Lucy,ada apa?"


"Mbak yang kenapa?dari tadi aku batuk-batuk disini tapi Mbak bengoooong aja.Entar kesambet loh"


"Ah masak sih??"Laras menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Hmmmmm"Lucy mendesah panjang.Ia mengambil tempat duduk di kursi kosong sebelah Laras."Kenapa Mbak mikirin Ayah?"Lucy yang tadi sudah menyentuh bahu Laras jadi tahu apa yang ada dipikiran Mbaknya itu.


"Ahh Lucy,jadi malu aku"pipi Laras merona seperti udang rebus.


"Mbak suka Ayah"Terka Lucy blak-blakan.

__ADS_1


"Sssstttttttt nanti didengar Mama tirimu.Nanti dia cemburu buta"Laras merendahkan tone control suaranya.Lucy tersenyum tipis.


"Tapi Mbak, apakah Ayah suka sama Mbak?"


"Aduh nih anak ngomong kok nggak ada remnya?Lucy meskipun kamu orangnya jujur tapi jangan jujur- jujur amat.Bohong dikit buat nyenengin hati orang kan dapat pahala"


"Terus aku harus bo-ong apa biar bahagia?"


Laras menggaruk kepalanya dengan menahan gemes.Ia mengatupkan kedua giginya karena ingin meredam amarahnya.


"Gini aja deh"Timbul suatu ide untuk bisa Lucy membantunya"Kamu sentuh Ayah kamu,lalu terawang tuh.Cari tahu dia suka Mbak atau tidak "


Lucy memutar bola matanya ke atas,ia mencoba berpikir sesuatu."Kalau ternyata Ayah tidak suka sama Mbak gimana?"


Lucy tersenyum menahan tawa mendengar Laras malah bernyanyi.Ia bangkit tanpa pamit meninggalkan Laras yang masih meneruskan nyanyiannya.


...----------------...


Jam sudah menunjukkan jam 09.00 malam,semua anggota keluarga sudah selesai makan malam tapi Lisa belum juga pulang.Lucy sangat khawatir,ia hendak mencari Kakaknya.Namun belum sempat ia keluar Lisa sudah muncul dari balik pintu.


"Lisa..."Lucy melesat terbang menyambar tubuh Lisa yang sempoyongan.

__ADS_1


"Eh Lucy,adikku tersayang hihihihi"


Lucy menghidu bau alkohol keluar dari mulut Lisa.


"Kamu mabuk yah"Sergah Lucy.


"Mabuk?siapa yang mabuk??ohya kamu tahu nggak kalau Andrew suka sama kamu.Tahu nggak??huhuhuhu"Lisa menangis tergugu"Aku sangat mencintai Andrew Lucy,,,tapi kenapa dia malah menyukai mu??Apa hebatnya dirimu hah?Aku lebih cantik,aku lebih seksi.Kamu??Kamu aneh"


Lucy menghela nafas panjang,ia segera merangkul Lisa dan dibawanya cepat ke kamarnya sebelum Ayahnya tahu.


Baru saja Lucy membaringkan tubuh Lisa,tiba-tiba Zulkarnain muncul dari balik pintu yang belum sempat ditutup oleh Lucy.


"Lisa sudah datang?"


Lucy segera menyelimuti Lisa dan melesat cepat ke hadapan Ayahnya menghadang Sang Ayah agar tidak masuk.


Zulkarnain kaget dengan gerakan cepat Lucy yang tiba-tiba sudah ada didepannya.


"Ayah Lucy mau tidur ya,ngantuk dari tadi nungguin Lisa"Lucy memberikan alasan yang,ia meraih daun pintu untuk menutupnya.


"Tapi"belum selesai kalimat yang ingin Zulkarnain ucapkan,Lucy sudah berhasil menutup rapat pintunya malah terdengar bunyi CEKLEK tanda pintu dikunci dari dalam.

__ADS_1


"Sepertinya Lucy menutupi sesuatu"Pikir Zulkarnain bermonolog sendiri.Dengan terpaksa Zulkarnain meninggalkan kamar putrinya.


__ADS_2