
Rion mendatangi Virgou, ayahnya. Pemuda itu kini menangis meminta maaf atas perbuatannya yang kemarin.
"Daddy ... hiks ... hiks ... maafin Ion," pintanya.
Virgou hanya diam. Ia memang masih marah dengan sikap salah satu putra kesayangannya itu. Terlebih Rion adalah bayi yang berani memukulinya dulu.
Pertama kali melihat Rion, jantungnya seakan berdebar hebat dan darahnya seperti dialiri energi listrik. Ia begitu takjub melihat bayi montok melempar gelas tepat ke kepala Meita.
"Kau tau Nak ... aku dulu seorang pria yang begitu berengsek," ujarnya mulai berkisah.
"Nggak Daddy adalah ayah yang luar biasa!" tekan Rion.
"Daddy tak mau kau seperti ku yang dulu baby!"
"Iya ... Ion minta maaf!" rengek pemuda itu.
"Ion hanya tertarik karena matanya hijau, nggak sampe suka beneran," jelasnya.
"Ion malah nggak suka sama dia yang kurang ajar," lanjutnya.
"Kurang ajar gimana?" tanya Virgou.
"Masa dia samain Ion sama kebo!" sungut Rion kesal.
Virgou mengerutkan kening. Pria itu tak mengerti arah tujuan perkataan putranya.
"Samain kamu sama kerbau?"
"Iya Daddy ... dua hari lalu ya ... pas Ion salah itu, malemnya dia nelepon Ion, katanya ngajak hidup bersama. Tapi nggak mau nikah terus nggak mau punya anak, Ion kan bingung. Ion tanya deh ke Papa sama Mama. Papa bilang kalau dia mau ngajak Ion kumpul sama kebo!' tukasnya emosi panjang lebar.
Kali ini Virgou menganga. Entah ingin marah atau tertawa. Namun melihat betapa kesalnya bayi besarnya ketika diajak kumpul dengan hewan itu. Virgou menatap tak percaya.
"Dikiranya Ion hewan apa ... lagian emang dia bisa hidup sama kerbau satu kandang?!" lanjutnya masih kesal bukan main.
"Udah ah Daddy ... maapin Ion ya ... Ion janji nggak akan nakal lagi!'
Rion menunjukan dua jari berbentuk V. Pemuda itu benar-benar menyesal dengan tingkah buruknya kemarin. Virgou yang memang tak bisa marah dengan bayi besarnya itu akhirnya mengangguk.
"Makasih Daddy!" ujar Ion langsung memeluk pria dengan sejuta pesona.
Virgou menepuk kening Rion gemas. Pemuda itu mencebik manja. Pria itu lega akhirnya sang putra lepas dari jerat wanita yang salah.
'Apa-apaan mau ngajak putraku yang polos ini berbuat mesum,' gumamnya dalam hati.
Pria itu telah mendapat laporan dari Gomesh tentang siapa gadis bermata hijau itu. Seorang biotanical, tak ada yang spesial. Mahasiswi biasa, bekerja paruh waktu di sebuah klub malam yang begitu terkenal di Eropa untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
"Sahira Sukoco hidup seorang diri setelah ibunya meninggal dunia, Tuan!"
"Apa ada catatan kriminal atau apa?"
"Tidak ada, hidupnya lurus-lurus saja. Walau beberapa kali putus setelah hidup bersama dengan pacarnya," jawab Gomesh.
"Gadis bebas ternyata," ketus Virgou.
Kini ketika mendengar perkataan Rion jika gadis itu sempat mengajak bayi besarnya untuk hidup bersama tanpa adanya pernikahan, membuat hatinya kesal.
'Enak saja mau bawa-bawa bayiku pergi dan menjauhkan dari keluarganya!' gerutunya dalam hati.
"Daddy," panggil Rion membuyarkan lamunan Virgou.
"Apa sayang?"
__ADS_1
"Bisa nggak pulangin itu Samurai X ke negaranya?" tanya Rion.
"Samurai siapa?" tanya Virgou tak mengerti.
"Itu Rurouni Kenshin," ketus Rion malas.
Virgou mengerutkan keningnya. Ia berpikir siapa yang disebut putranya itu.
"Daddy nggak kenal," ujarnya.
"Itu loh Daddy ... yang ada di perusahaan Mama sekarang. Mama sama Papa tiap hari loh nemuin itu Samurai X!" dumal Rion kesal.
"Gomesh?!" panggil Virgou.
"Tuan Rurouni Kenshin adalah pengusaha viral tampan dan terkenal di Jepang Tuan," jawab Gomesh.
"Rurouni Kenshin ... apa dia putra dari Yamata Kenshin San?" tanya Virgou.
"Benar Tuan!"
"Wah ... hebat sekali!" sahut Virgou senang.
"Daddy!" rengek Rion.
"Ada masalah apa baby sama dia?" tanya Virgou menetralkan kegembiraannya.
"Dia deketin Azizah," cicit Rion malu.
Virgou menatap putranya yang masih polos tapi berani mengikat gadis dengan cincin itu.
"Ya biarkan saja, lagi pula Baby kan belum mau menikah," tukasnya.
"Daddy!" rengek Rion lagi.
"Mungkin Azizah suka sama Samurai es itu!" sahut Virgou santai.
"Samurai X Daddy!"
"Ah ... apa lah namanya!" Virgou tak peduli.
"Gomesh ... kita ke perusahaan Terra dan melihat Rurouni Kenshin!'
"Ikut!" sahut Rion melangkah bersama dengan ayahnya.
Tak butuh waktu lama, Rurouni kini berhadapan sosok yang sering ia dengar di dunia Yakuza. Kekejaman BlackDeath kini hadir di depan matanya.
"あなたは死の天使です! Black Dougher Youngさんにお会いできて光栄です!" (Anda adalah malaikat pencabut nyawa! Saya bangga bertemu dengan Anda Tuan Black Dougher Young!) ujar Kenshin dengan nada takjub.
"Klan Yakuza benar-benar menjadikan momok yang paling menakutkan setelah Klan Sicilia!" ujar pria itu.
"Kau terlalu menyanjungku Nak. Oh ya, perkenalkan ini putraku," ujarnya menyorong Rion di depan pria itu.
Tinggi Rurouni hanya 175 cm dengan berat 60kg. Tingginya hanya sedagu Rion yang 190cm dengan berat 75kg. Kenshin tentu mengetahui pemuda yang usianya terpaut tujuh tahun dengannya. Kemarin Rion yang mengambil alih Azizah darinya.
"Dia adalah DeathAngel," lanjut Virgou.
Kenshin terhenyak, ia tak percaya jika pemuda yang sangat muda ini adalah DeathAngel. Para mafia sibuk membicarakan kekejaman dan kegeniusan sosok pria muda yang malang melintang dan selalu membuat markas mafia hancur akibat ulahnya itu.
Rion tersenyum dengan indah. Keduanya saling berjabat tangan. Genggaman erat tangan Rion membuat Kenshin meringis. Virgou sampai menyenggol putranya itu.
"Rion Permana Putra Dougher Young!" sahut pemuda itu.
__ADS_1
"Rurouni Kenshin!"
"Putraku ini adalah tunangan dari Azizah!" tekan Virgou.
Ada rasa sakit timbul di dada Kenshin. Azizah adalah gadis impiannya, cantik, kuat dan genius. Ia tak percaya jika gadis itu telah diikat, karena awal berjumpa Azizah telah memperlihatkan cincin di jari manisnya.
"Oh ... iya," sahutnya lemah.
Gugur sudah bunga yang dipupuk oleh pria asal negeri sakura itu. Terlebih ketika Azizah muncul.
"Tuan!?" sambut gadis itu.
"Azizah. Kau pergilah bersama tunanganmu dan pesankan pesta untuk mendeklarasikan hubungan kalian!" titah Virgou tegas.
Azizah membungkuk hormat. Ia telah berjanji akan menuruti semua perintah Virgou. Gadis itu beranjak, Rion menggandengnya. Terra dan Haidar sangat kesal melihat Virgou yang selalu berhasil mengacau semuanya.
Kenshin undur diri. Pria itu telah banyak belajar tentang IT pada Azizah. Niatnya untuk membawa gadis genius itu ke negaranya gagal. Ketampanan dan kekayaannya kalah total jika dibandingkan dengan kekayaan Virgou.
"Kak!" tegur Terra kesal.
"Apa?" sahutnya santai.
"Biar sih Ion berusaha keras mendapatkan Azizah!" gerutu wanita kesal.
"Apa kau mau Azizah jatuh cinta pada Kenshin?" sahut Virgou juga kesal.
Terra cemberut. Ia tentu tak mau jika harus melepas Azizah ke tangan orang lain.
"Ya enggak lah!" sahutnya.
"Makanya ... jangan main api kalo nggak mau kebakaran!' dumal Virgou.
"Ih ... seru juga ya kalo Rion sampai berantem merebutkan Azizah," celetuk Haidar.
"Hei ... jangan merendahkan putraku!" sengit Virgou marah.
"Tau nih ... masa mau anaknya rebutan gara-gara cewe!" ketus Terra membela Virgou.
"Oh ya Kak. Kakak tau umur berapa kata-kata kumpul sapi eh kebo?" tanya Haidar tak ambil pusing dengan perkataannya tadi.
"Ck ... Baby juga tadi kesal gara-gara kata-kata itu," sahut Virgou.
"Baby udah cerita?" Virgou mengangguk.
"Aku tau kata kumpul kebo ya dari kecil mungkin,"
"Baby masih polos, jangan rusak dia!" lanjutnya.
Terra dan Haidar mengangguk. Hingga ketiganya menyadari sesuatu.
"Eh ... tadi aku nyuruh baby beduaan aja ya pergi sama Azizah?' tanya Virgou.
Ketiganya tertegun, lalu berteriak.
"Baby!"
Sementara di tempat lain Gomesh mengawal keduanya dengan pandangan tajam pada Rion.
bersambung.
Untung ada Papa Gomesh.
__ADS_1
next?