
Mbah Sukma menunggu Lucy didepan pintu kost,ia sangat gusar mengetahui Lucy hilang dengan membawa topeng iblis pencabut nyawa.Pasti Lucy sedang membuat perhitungan dengan orang yang telah mencelakai nya tadi siang.
Malam sudah melewati sepertiganya,tapi Lucy belum juga datang.
"Pergi kemana dia??"Pikir Mbah Sukma kalut.Terdengar suara kresek terpijak, Mbah Sukma spontan menoleh.Ternyata Lucy sudah datang.
"Nek"Lucy kaget melihat Mbah Sukma berdiri diluar pintu kost "Nenek belum tidur ??ini sudah hampir pagi nek"
"Nenek menunggumu"Mbah Sukma masuk kedalam diikuti oleh Lucy.Setelah mengunci pintu barulah Mbah Sukma mengenterogasi Lucy.
"Kamu dari mana saja?"
"mmmmmm"
"Kamu pasti habis membunuh orang jahat yang mau mencelakai kita tadi"Belum sempat Lucy menjawab, Mbah Sukma sudah menyudutkan cucunya,Lucy menggeleng.
"Jangan berusaha berbohong"
"Aku tidak bisa membunuhnya"Lucy tertunduk,Mbah Sukma keheranan."Dia memang jahat,tapi dia seorang ayah yang baik untuk putrinya nek"
"Memangnya dia siapa ?"Mbah Sukma jadi penasaran.Lucy menggeleng pelan,Ia melangkah keluar kamar meninggalkan Mbah Sukma dengan diliputi tanda tanya besar.
___Niken mengemudikan mobilnya berputar-putar mengitari tempat kemarin dimana ia melihat Mbah Sukma bersama dua anak kecil.Ia berharap bisa bertemu lagi dengan beliau.
Bukan ingin mencari jampi-jampi,tapi ia sangat penasaran dengan dua anak yang bersama Mbah Sukma.
"Huuffff"Niken memukul steering mobil,ia sangat gerram orang yang ia cari tak jua menampakkan diri.
"Tinggal dimana Mbah sekarang ??kok bisa ia berada disekitar sini ?? Siapa sebenarnya dua anak kecil itu ??"
__ADS_1
Sememangnya Niken terus dihantui rasa penasaran dengan dua anak kecil itu.Ada rasa khawatir takut kalau dua anak itu ternyata adalah anak AIDA.Karena setelah dipikir-pikir lokasi tempat AIDA kecelakaan tidak jauh dari rumah Mbah Sukma.
Dan lagi, salah satu dari anak itu juga sakti.Mungkin Mbah Sukma mengadopsinya untuk dijadikan murid.Siapa tahu???
"Jika anak itu benar anak AIDA maka posisi NOUVAL sebagai pewaris tunggal sudah pasti terancam, tidak!!! sebelum itu terjadi aku akan mengantisipasinya"
Niken mengubah haluan,ia melajukan mobilnya menuju paviliun.
__Soraya yang tengah asyik berdiskusi pekerjaannya dengan Pak Hans begitu antusias memperhatikan arahan sang papa.
"Jadi kamu tidak boleh lengah oleh celah sekecil apapun sayang"
Soraya manggut-manggut, Namun tiba-tiba perhatiannya teralihkan dengan kedatangan Niken ayu.
"Hey Niken,lama kita tidak jumpa ya"Sapa Soraya sembari menyalami iparnya itu.Niken tersenyum lalu membalas menyalami Soraya.Kemudian Niken menyalami Pak Hans dengan mencium punggung tangan Papa mertuanya.
"Sendiri Pah"Jawab Niken singkat.Pak Hans dan Soraya beradu pandang sesaat.
"Ada apa nak?? pasti ada sesuatu yang mendesak hingga kamu kesini sendirian"
"Mmmmm"Niken melirik Soraya,ia merasa nggak enak jika mengutarakan niatnya didepan iparnya itu.
Soraya seolah-olah mengerti apa makna lirikan dari Niken.Ia pun ijin ke kamarnya untuk melanjutkan kerjaannya tadi.Pak Hans mengiyakan keinginan dari putrinya.
"Pah..."Niken duduk bersimpuh dibawah kaki Pak Hans yang duduk di kursi roda."Papa tahu kan kalau cucu Papa sekarang cuma satu yaitu NOUVAL,Apa Papa sudah menulis surat wasiat untuk NOUVAL ???Dia kan pewaris tunggal Pa, Niken takut kalau belum dibuat surat wasiat untuknya,Akan banyak orang yang akan mencelakai aku ataupun Mas Zul"
Pak Hans menautkan kedua alisnya
"Apa maksudmu nak?"
__ADS_1
"mmmmm Niken mau Papah segera mencantumkan NOUVAL sebagai pewaris"Niken menjelaskan secara terang-terangan apa keinginan nya.
Pak Hans terdiam, keinginan Niken sangat bertentangan sekali dengan surat wasiat yang ia resmikan didepan Notaris beberapa tahun lalu.Dan sama sekali Pak Hans tidak berniat mengubahnya.
"Kok diam Pah???apa Papa keberatan??"
"Tidak nak hanya saja ini juga butuh persetujuan dari Zul, karena sekarang dia lah pewaris utama"Pak Hans berusaha mengelabui Niken.
"Ahhh itu pasti Pah,Mas Zul pasti setuju.Kalau tidak diwariskan untuk NOUVAL siapa lagi??"Niken merasa lega sekali.
"Waaah suamiku belum mati tapi kau sudah membicarakan warisan"Suara Bu Lastri terdengar menyambar dari belakang.Niken bangkit ,ia menatap Ibu mertuanya itu dengan sengit.
"Lelucon apa ini pah???kau punya menantu yang sangat berharap sekali kamu cepat mati"
"Apa nggak kebalik Tante???"Bantah Niken Ayu.Bu Lastri tersenyum ketus.
"Kau ini memang wanita ular,suka sekali membolak-balikkan keadaan "
"Aku rasa ini bukan tempat Tante untuk ikut campur "
Bu Lastri mengangkat kedua bahunya.
"Sudah -sudah... Niken sebaiknya kamu pulang dulu ya nak, nanti kita bicarakan lagi bersama Zul "Pak Hans mencoba menengahi.
"Baik pa... Niken pamit dulu ya "Niken menundukkan kepalanya mencium tangan ptapa mertuanya.
Lalu ia pergi dengan wajah meleyot sinis kepada Bu Lastri.
"Memang dasar anak kurang ajar,awas kamu "Bu Lastri menghardik Niken dengan suara yang lantang.Namun Niken acuh saja.Ia Terus melenggang pergi.
__ADS_1