SANG PEWARIS

SANG PEWARIS
OPERASI


__ADS_3

Lilo dilarikan ke ruang operasi. Gomesh bergetar tangannya ketika menoreh tinta di kertas putih. Nai menangis ketika kertas itu telah ditoreh tandatangan Gomesh.


"Papa ... Papa,"


Kini mereka semua duduk di ruang tunggu. Tak ada yang bicara. Arimbi dipeluk oleh Terra. Zhein ditenangkan oleh Herman.


"Assalamualaikum!' Bram datang bersama Kanya.


"Wa'alaikumusalam!' sahut semuanya membalas salam.


"Bagaimana?" tanya Bram yang dijawab gelengan oleh semuanya.


"Masih di dalam," jawab Virgou nyaris tanpa suara.


Sementara di rumah, Gino menangis mendengar kabar adiknya dilarikan ke rumah sakit. Dita, Seno dan Verra saling berpelukan.


"Janan nayis Ata'!' pinta Arsh mengusap jejak basah di pipi Gino.


Maria sedih, begitu juga yang lainnya. Bahkan makanan yang disiapkan tak mampu menenangkan semua perusuh itu.


Rion dan Azizah pulang bersama Darren. Lidya juga pulang bersama Demian. Jac dan istrinya menyusul kemudian. Mereka menenangkan semua bayi yang sedih.


"Ayo makan dulu yuk, nanti kalo Baby Lilo pulang melihat kita sehat dan menyambutnya dengan gembira," ujar Azizah.


Akhirnya semua anak makan. Lalu Azizah, Lidya dan Putri mengajak anak-anak tidur siang.


Ella dan lainnya pulang. Rasya dan Rasyid lalu Kaila Dewi dan juga Dewa. Mereka langsung tidur siang.


"Keadaan Baby gimana Ma?" tanya Ella pada Maria.


"Belum ada kabar sayang," jawab Maria sendu.


"Kamu doain ya," lanjutnya meminta.


"Iya Ma,"


Ella menuju kamarnya ia menggandeng Kaila dan Dewi. Semua anak tidur siang.


Kembali ke rumah sakit. Operasi belum selesai. Terra diminta pulang bersama Arimbi.


"Nggak mau," tolak keduanya setengah merengek.


"Pulang sayang, ayo!" ajak Haidar yang baru saja sampai.


Terra dan Arimbi akhirnya mengikuti Haidar. Kanya menolak pulang ia ingin tau kabar selanjutnya.


"Berapa lama sih operasinya?" tanya Kanya kesal.


"Tadi disuruh pulang nggak mau?!' sindir Virgou.


"Kau!" decak Kanya sebal.


"Hei ... ini rumah sakit!" tegur Herman.


Kanya maupun Virgou diam. Virgou yang bosan memilih berdiri. Baru saja ia berdiri Nai keluar dari ruang operasi.


"Baby!" Zhein langsung menyambutnya.


"Bagaimana?"


"Alhamdulillah, operasi berjalan lancar ... selain usus yang buntu, ternyata Baby juga punya gejala typus yang membuat ususnya meradang. Kami harus membuang usus itu," jelas Nai menjawab.


"Ya Allah!" semua hampir shock mendengarnya.


Tak lama Lilo keluar kamar operasi dengan wajah pucat. Ia langsung ditempatkan di tempat exclusive.


"Baby belum sadar. Nai minta bius total karena tadi Baby sempat panic attack," lanjutnya.

__ADS_1


Zhein mengelus kepala keponakannya itu. Ia merasa bersalah.


"Tuan, ayah dari Baby Gino, Lilo, Seno, Verra dan Dita ingin bertemu dengan anak-anaknya," lapor Gomesh.


"Setelah tiga tahun?" decak Virgou mulai kesal.


"Siapkan semuanya. Aku ingin tau apa yang dia lakukan jika mengetahui salah satu putranya sakit!' lanjutnya dengan mimik serius.


"Mama ...," Lilo sadar.


"Sayang!' semua orang mengucap hamdalah.


"Mama Iya mana?" tanya bocah itu.


"Mama di rumah sayang. Nanti tunggu Baby pulang ya," ujar Zhein sedih karena bukan dia yang dicari.


"Halo ... selamat siang!" sapa seorang dokter masuk dengan perawat.


"Udah sadar kan Lilo?"


"Sudah Dok!" jawab Zhein.


Dokter itu memeriksa semuanya. Tak ada kendala yang serius hanya penyembuhan paska operasi.


"Nggak apa-apa, Lilo anak yang kuat. Ususnya sedikit rusak akibat bakteri yang menyerang. Beruntung dapat penanganan penuh jadi tidak ada masalah sama sekali," jelas dokter panjang lebar.


"Nanti makannya diatur ya. Jangan jajan sembarangan, makanan pedas dan terutama yang instant!" lanjut dokter itu memperingati.


"Iya dok, kami akan perhatikan!" ujar Virgou.


Dokter itu keluar. Zhein dan lainnya diminta pulang. Virgou yang ingin menjaga anak itu.


Semua pun pulang kecuali Gomesh. Pria itu setia bersama tuannya.


"Daddy kok kaki Lilo lemes?"


Semua sampai rumah. Akhirnya semua lega karena Lilo baik-baik saja, setelah paska operasi.


"Puji Tuhan, Baby nggak apa-apa," ujar Maria lega.


"Nanti hanya suruh perhatikan makanan baby aja. Nggak boleh sering-sering makan instan, pedes dan soda," ujar Herman memberitahu.


Bart datang sendiri. Ia ingin membawa semua anak-anak berenang di mansionnya sore ini. Pria itu baru tau jika Lilo dioperasi.


"Apa katamu!" teriaknya marah.


"Kenapa nggak telepon!?" lanjutnya dengan suara tinggi.


"Grandpa ... Baby udah nggak apa-apa," ujar Maria menenangkan pria paling tua di rumah itu.


Bart mengoceh tak jelas. Ia akhirnya meminta Fio mengantarnya ke rumah sakit. Tak lama ia pun sampai.


'Baby?" ujarnya masuk ruang rawat.


"Uyut," Lilo terbangun.


"Grandpa ... dia sudah tidur loh!' keluh Virgou kesal pada kakeknya padahal dia susah payah menidurkan Lilo.


"Ck!' Bart melotot pada cucunya itu.


"Gimana kabarmu Baby?" tanya Bart pada Lilo.


"Apa orang ruang tidak memberitahumu?!" tanya Virgou sengit.


Bart kembali melotot pada cucu tampannya itu. Virgou berdecak.


"Kau melotot sekali lagi, aku keluarkan matamu dari sana!" ancamnya tentu menggunakan bahasa Belanda.

__ADS_1


Bart malah menjitak Virgou.


"Aku adukan pada Herman tingkahmu ini!" ancamnya.


"Ih!" dengkus Virgou kesal.


"Daddy ... Uyut ... Lilo cape nahan ketawa!" kekeh pelan balita itu.


"Maaf sayang," ujar Bart lalu mengecup pipi Lilo dan Virgou bergantian.


"Aku hanya ingin melihat secara pasti saja. Alhamdulillah kau baik-baik saja," lanjutnya.


Bart pun pulang, Lilo dapat istirahat tenang. Dokter akan membuka operasi setelah dua hari nanti.


"Istirahat ya sayang," ujar Virgou.


"Lilo nggak puasa dong Daddy," ujar bocah lima tahun itu sedih.


"Nggak apa-apa, kamu belum wajib puasa kok sayang," sahut Virgou.


Di mansion Bart anak-anak berenang. Mereka sudah kembali ceria. Teriakan Arsh, Ryo dan Faza paling keras di sana.


"Ata' Alsh ... Ata' Alsh!" panggil Faza mendekati kakaknya.


"Teunapa Paypi?" tanya Arsh.


"Atuh pispis talam tolam!" adu Faza berbisik.


"Hah?" Arsh tak mendengar karena berisik.


"Atuh pispis talam tolam!" bisik Faza lagi.


"Yan teulas Paypi ... Ata' eundat deunel!"


"Atuh pispis ti talam tolam Ata'!" teriak Faza dan membuat semuanya menoleh padanya.


"Janan tuwatil Paypi. Ata' judha pispis talam tolam tot!" ujar Aisya yang diangguki semua saudaranya.


"Oh oteh!' sahut Faza.


"Woiya ... Ata' Lilo padhi belat Pi selana, pa'a atuh poleh meulatutana?" tanya Faza lagi.


"Janan talo pisenadha Paypi!' ujar Fathiyya.


"Talo pate pot-pot poleh!" sahut Izzat.


"Mama atuh pate pot-pot don!' pinta bayi cantik itu pada Lidya.


"Biar apa Baby?"


"Biyan pisa pup talam tolam!' jawab Faza santai.


"Jangan pup dalam kolam dong Baby," larang Haidar.


"Pispis poleh Tate!" sahut Faza.


"Nggak boleh!" larang Haidar lagi.


"Talo dhitu atuh mau belat pi selana aja talo dhitu!" angguk Faza yang membuat semua orang tua menghela napas panjang.


bersambung.


Pup dalam celana kok pengen sih baby?


selamat berbuka puasa Readers ba bowu 😍❤️😍


Next?

__ADS_1


__ADS_2