SANG PEWARIS

SANG PEWARIS
PERCAKAPAN DI ATAS UMUR


__ADS_3

"Baby!" tegur semua orang dewasa.


"Ah ... Baba, dulu Ion masih bayi. Mana tau kalau kencan itu bisa mesra-mesraan kek gini!" protes pemuda itu.


Azizah menunduk dengan wajah merona menahan malu. Gadis itu langsung berdiri dan hendak melarikan diri.


"Eh, tunggu Nona!"


Rion menarik tangan sang gadis lalu berada di rengkuhannya. Budiman tentu langsung melepas rangkulan tangan bayi besar itu.


"Baby, nanti juga pas sudah sah, kamu bebas kok ngapain aja," cengir Budiman usil.


Azizah memilih pergi dan pamit ke ruangannya. Barulah semua orang tua pergi dan menarik tangan Rion.


"Ayo kerja Baby, anak orang harus dikasih makan," ujar Demian terkekeh.


"Kan ada kalian, masa biarin istri Ion kelaparan," sahutnya bercanda.


"Eh ... kok gitu!" tegur Khasya tak suka.


"Becanda Bunda!" ujar Rion langsung.


"Nggak boleh Baby!" peringat Khasya lagi.


"Marahin aja Bun. Orang masih bayi sok-sokan mau ngajak anak gadis nikah!" sambar Budiman.


"Baba!" rengek Rion.


Waktu berlalu, kini mereka sudah sampai rumah. Gabe mengabarkan dirinya akan datang ketika lamaran bayi besarnya. Tapi tidak Frans dan Leon istri mereka sedang hamil, faktor usia melarang mereka berpergian dengan pesawat.


"Jadi Arsh akan datang ke sini?" tanya Rion antusias.


"Iya Baby. Besok Grandpa akan menjemput mereka!" ujar Bart.


"Grandpa di rumah saja, biar pengawal yang menjemput mereka!" larang Haidar.


"Iya benar, nanti uring-uringan mengeluh cape!" sahut David.


Para wanita dan anak-anak sudah tidur. Para pria masih betah mengobrol, mereka menginap di mansion Bram. Pria itu yang memaksa semua menginap di sana.


"Mas, bagaimana dengan kandungan Sari?" tanya Bram. "Sudah berapa bulan?"


"Sudah masuk lima bulan," jawab Herman terkekeh.


"Ah ... aku juga banyak cucu nanti, Bima istrinya juga tengah mengandung, Anyelir, Linda, Dinda, Dinar, Tini, Diah dan semua anak perempuanku mengandung!" lanjutnya bangga.


"Dahlan sebentar lagi juga jadi seorang ayah!" sahut Budiman.


"Pa, memang bikin anak itu enak ya?" tanya Rion tiba-tiba.


Bart langsung tersedak mendengar pertanyaan cucunya itu. Sementara Virgou dan Herman langsung terbatuk. Haidar dan Dav melongo begitu juga Bram, Demian serta Jac. Dominic sudah tidur dari tadi. Pria itu benar-benar mengalami trimester pertama istrinya.


"Kenapa kau tanya itu?" ujar Herman kesal sendiri.


Pria itu mengelus dadanya yang sesak akibat terbatuk tadi. Virgou juga sama.


"Memangnya kau ingin tau cara buat anak?" Rion mengangguk.

__ADS_1


"Beneran ingin tau?" tanya Demian.


"Dem!" peringat Herman.


"Oh ... ayolah! Kapan Baby dewasa jika semua-semua harus tau sendiri!" lanjutnya kesal.


"Apa yang tau sendiri?" tanya Darren tiba-tiba.


Pria itu baru saja menidurkan tiga anak kembar serta putranya yang baru lahir satu bulan setengah lalu. Ia duduk di sisi ayahnya, Haidar.


"Ini Baby ingin tau cara buat anak," jawab Dav ingin tau reaksi Darren.


"Astaghfirullah!" sahut pria itu nyaris menyemburkan kopi dari mulutnya.


"Baby!"


"Ion cuma ingin tau!" sahut pemuda itu kesal.


"Jujur, saya juga baru tau ketika sudah menikah!" sahut Jac.


"Yang benar saja?" sahut David tak percaya.


"Saya masih perjaka ketika menikah dengan Putri, istri saya," aku Jac jujur.


Semua menatap Demian, pria itu mengangguk membenarkan perkataan pria bawahannya itu.


"Kau belum ciuman sama sekali Jac?" pria itu menggeleng.


"Wah ... hebat!" seru Dav bertepuk tangan.


"Darren juga baru pertama kali cium Saf pas jadi istri," sahut Darren.


"Nah, Ion jadi yang pertama dilakukan suami adalah ciuman dulu," sahut Demian mengalihkan pembicaraan.


"Ciuman di pipi kan?" tanya Rion yang ditanggapi gelengan semua kepala pria di situ.


"Bukan Nak, tapi ciuman bibir," sahut Bram.


"Oh, seperti Mama cium Papa?"


"Iya seperti itu tapi lebih dalam lagi," sahut Haidar.


"Lebih dalam? Memangnya ciumannya di sumur sampe dalam gitu?"


Pertanyaan Rion membuat semuanya menganga. Jelas pemuda itu masih begitu polos, bahkan Darren tak sepolos Rion. Pria itu mengerti hal dewasa ketika berusia belasan tahun. Darren pernah tak sengaja menonton film porno gara-gara teman kuliahnya waktu itu.


"Bukan ciuman dalam sumur Baby!" sahut Budiman.


"Tapi ciuman itu di bibir dan lidah yang saling bertaut dan mengecup," lanjutnya.


Rion menggaruk kepalanya. Ia masih belum mengerti. Virgou yang gemas mencari video orang ciuman di sebuah kanal internet.


"Ini loh ciuman itu," ujarnya lalu memberikan ponselnya.


Rion membelalakkan matanya. Ia nyaris melempar ponsel itu. Jika saja David tak menahannya.


"Kau ingin tau orang ciuman kan!" seringainya jahil.

__ADS_1


"Om Bobby pernah ciuman sama istrinya di ruangan rapat, kek gini!" serunya mengingat sebuah kejadian.


"Nah ... sekarang, apa yang Baby rasakan setelah melihat video itu?" tanya Virgou.


Rion mengembalikan ponselnya. Ia menyelami rasa setelah menonton tayangan tadi.


"Biasa aja sih. Mungkin nggak ngalamin sendiri," jawabnya.


"Apa perlu Ion praktekin ke Azizah nanti ya?" lanjutnya.


"Tentu saja kau boleh mempraktekkan ciuman itu pada Azizah!" sahut Bart.


"Dad!" tegur Bram dan Herman.


"Ketika gadis itu sudah sah jadi istrimu tentunya!" lanjutnya meledek dua pria tadi.


"Habis ciuman ngapain?" tanya Rion penasaran.


Semua menggaruk kepala mereka. Sedang mata pemuda itu menuntut sebuah jawaban. Demian hendak membuka mulut mencari jawaban yang pas.


"Kita menyusu seperti bayi," jawab Jac frontal.


Semua berdecak kesal pada pria yang akan menyambut anak keduanya itu.


"Memangnya wanita akan keluar ASI di malam pengantinnya?" tanya Rion bingung.


Jac nyaris tertawa. Rion benar-benar begitu polos. Demian makin bingung menjelaskan lebih halus lagi.


"Kamu harus mencumbu istrimu sebelum permainan utama Baby,"


Akhirnya Demian menemukan kata-kata yang tepat untuk menjelaskannya. Rion terdiam, ia berpikir mencerna penjelasan kakak iparnya.


"Mencumbu itu kek gimana?" tanya Rion lagi.


"Duh, Baby ... beneran ketika malam pertama tiba. Kamu pasti tau sendiri kok!" sahut Darren pada akhirnya.


"Kakak juga nggak tau waktu awalnya, tapi lambat laun insting kita sebagai lelaki akan terasah secara sendirinya," lanjutnya menjelaskan.


"Tapi Ion kan emang benar-benar buta Kakak. Ion takutnya malu pas malam pertama nggak ngapa-ngapain," ujar pemuda itu kesal.


"Loh, kamu udah berani megang dan cium buku tangan Azizah kok bisa bilang takut malu?" sahut David sengit.


Semua mengangguk setuju. Rion pun berpikir lama, ia juga ikut mengngguk.


"Tenang Baby. kamu pasti lancar melakukan dan mencetak bibit-bibit perusuh lainnya!" sahut Virgou.


"Iya. benar. Hanya Papa menganjurkan hafalin itu doa untuk melakukan hubungan intim," sahut Haidar.


"Doanya apa Pa?" tanya Rion ingin tahu.


“Allahumma janibnasyaithana wa janibnisyathanamarazaqna,” jawab semua kompak.


"Artinya: “Dengan nama Allah, ya Allah, jauhkanlah kami dari gangguan setan dan jauhkanlah setan dari rezeki (bayi) yang akan Engkau anugerahkan pada kami,” (HR Bukhari). Doa bersetubuh ini juga dikenal sebagai niat berhubungan suami istri dalam Islam," lanjut mereka.


bersambung


wah benar-benar percakapan di atas sumur eh umur!

__ADS_1


next?


__ADS_2