
Disaat jam istirahat, Lucy terpaksa ikut makan di Kantin karena tidak membawa bekal.Tapi aneh, baru saja ia duduk dengan Lisa dan Mina.Beberapa siswa datang menghampiri,ada yang menyuguhkan makanan,minuman, kue-kue,dan beberapa Snack.Dan lebih mengherankan lagi beberapa guru juga memberikan makanan.
"Ada apa ini ??"Lisa sudah tidak bisa lagi menahan rasa ingin tahunya.
"Mmmm sebagai penghormatan kepada anak dari Donatur terbesar disekolah ini"Bu Wiwin guru kesenian menjelaskan.
"Maksud kalian kami??"Lisa menunjuk diri sendiri dan adiknya Lucy.Beberapa dari mereka mengiyakan.
"Ayah Donatur terbesar di sekolah ini Lucy"Lisa masih tak percaya.Mina bangkit
"Jadi kalian sebenarnya orang kaya??"
"Iya kita tahu Ayah kita orang kaya,tapi nggak terbayang kalau dia sekaya itu"Lisa merasa kagum pada dirinya sendiri.
"Kami sungguh merasa terhormat sekali kalian bisa sekolah disini"Tambah Bu Leni.Sekretaris dari kepala sekolah.Lisa mengangguk penuh kebanggaan.
"Tapi maaf,saya lapar sekali dan saya kurang suka jika makan diliatin"Lucy yang merasa risih dengan sikap mereka yang menurutnya sangat berlebihan.
"Oh kalau begitu ayo bubar bubar"Bu Leni memberikan arahan.Semua orang yang berkumpul tadi pergi satu persatu.Lucy geleng-geleng kepala sambil menghela nafas.
"Wah aku kok jadi merasa keren ya"Lisa jadi merasa di atas angin.
"Iya,aku juga jadi bangga banget punya teman yang akan disegani di Sekolah ini"Mina sumringah sekali.
__ADS_1
"Dari mana mereka semua tahu siapa kita"Lucy malah merasa penasaran.
"Soal itu tidak usah dipikirin, Yang penting kita sekarang dihormati di sekolah ini "Lisa cuek saja.Lucy enggan berdebat,ia melahap makanannya dengan santai.
Dalam sikapnya yang diam,ia menyimpan sebuah nama.Yang akan ia tanyakan nanti setelah perutnya yang lapar terisi.
___Lucy menghampiri Andrew yang sedang ngerumpi dengan teman-temannya.Dia memberi kode agar ikut ke atas.Andrew patuh,ia berpamitan dengan yang lain lalu menyusul Lucy menaiki tangga.
"Kamu yang menyebar luaskan jati diriku dan Lisa di sekolah ini "Lucy melipat tangan di dada,ia memunggungi orang yang sedang ia interogasi.
"Maaf,aku hanya tidak terima kalian dihina oleh Karin dan teman-temannya "Andrew memberikan alasan.
"Itu bukan urusanmu "Lucy membalikkan badannya.
"Sekali lagi aku minta maaf "Andrew tidak berani bertatap muka dengan gadis itu.
"Aaa emmm nggak kok,aku biasa saja"Andrew jadi gugup.Lucy melangkah mendekati.Ia menyentuh tangan Andrew membuat cowok itu semakin gugup.Ia ingin menarik tangannya,tapi cengkraman tangan Lucy sangat kuat.
"Oohh ternyata kamu takut karena posisi Ayahmu menjadi taruhannya"Lucy langsung mengetahui isi hati Andrew.Andrew takjub, ternyata kekuatan Lucy memang bukan sembarangan.
"Tenang saja"Lucy mengusap pundak Andrew yang tidak berdebu."Aku bukan orang yang menyalahgunakan kekuasaan hanya demi kepentingan pribadi yang tidak penting sepertimu"
"Lucy.."Sebuah suara menyerukan nama Lucy.Andrew dan Lucy sama-sama berpaling ke arah suara."Ngapain kamu manggil Andrew kesini"Lisa muncul dari balik pintu.
__ADS_1
"Hanya meyakinkan tentang dugaanku,bahwa dialah yang menyebarkan siapa kita"enteng sekali Lucy menjelaskan.
"Aku kan sudah bilang tidak usah bahas itu,toh dengan semua orang tahu tentang kita, tidak ada yang berani sama kita.Malah mereka hormat Sekali,"Lisa sangat tidak suka dengan sikap Lucy yang terlihat selalu menindas Andrew.
"Kamu juga tidak akan dicap sebagai gadis 'Aneh' lagi sama mereka"
"Kau pikir aku perduli meskipun aku dijuluki apa?? dari dulu aku tidak pernah perduli "Lucy membantah,ia memilih pergi dengan menerobos saudaranya yang berdiri diambang pintu.
Andrew jadi merasa bersalah melihat perdebatan mereka,Tapi ia bisa apa.Ia melangkah melewati Lisa tanpa mengatakan apapun.
"Andrew"Lisa memanggil,ia menyusul langkah Andrew dan mensejajari langkahnya.
"Ada apa ??"Andrew berjalan menuruni anak tangga.
"Mmm kapan kita bisa nonton bareng lagi ??"
Pertanyaan yang Lisa lontarkan membuat Andrew menghentikan langkahnya."Lisa,aku harap kamu paham sekarang situasi kita berbeda.Aku tidak mau dituduh sebagai penjilat "
Lisa menautkan kedua alisnya."Maksumu??"
"Ayah kamu adalah atasan Papaku, kalau kita sedekat dulu apa pikiran orang-orang?"
Lisa tercenung,ia tidak menyangka Andrew akan mengatakan hal itu.Andrew meninggalkan Lisa yang tetap mematung.
__ADS_1
"Andrew.."Lisa berlari menuruni tangga menyusul langkah pria itu."Sungguh aku tidak berharap menjadi Lisa yang sekarang jika karena itu kamu menjauh"
Usai berkata demikian Lisa pergi meninggalkan Andrew.