
3Tahun sudah berlalu, Mbah Sukma dan Laras begitu selesa hidup di kota walaupun hanya bekerja sebagai penjaga toko kelontong.Mereka juga mampu menyekolahkan si kembar Di sekolah Taman KANAK-KANAK yang ternama di sana.
Namun meskipun begitu, Mbah Sukma tetap lah seorang dukun.Setiap di sepertiga malam ia akan bersemedi . Karena itu ia sengaja menyewa sebuah kost-kostan khusus untuk nya yang dekat dengan toko kelontong.
Sedangkan Lisa dan Lucy tidur di kamar yang sememangnya dikhususkan untuk tempat istirahat penjaga toko.Kalau Laras,ia akan menjaga toko sampai pagi.
Di malam itu, seperti biasa Mbah Sukma melakukan semedi.Tiba-tiba daun pintu terbuka pelan dan muncullah Lucy. Mbah Sukma membuka matanya perlahan,Lucy mendekat dan duduk dihadapannya.
"Ada apa ndok??"tanya Mbah Sukma lembut..
"Tadi Lucy melihat ada orang yang begitu lekat dalam ingatan nek, tapi Lucy tidak tahu siapa?"
"Laki-laki apa perempuan ?"
"Laki-laki dengan membawa anak kecil Laki-laki juga "jawab Lucy polos.Mbah Sukma terdiam.
"Apakah itu Ayah Lucy ??? ataukah bagian dari keluarganya"pikiran Mbah Sukma bertanya-tanya pada diri sendiri.Ia menatap anak mata Lucy yang keperakan.Lucy membalas tatapan itu dengan penuh keluguan.Tangannya menggenggam jemari Mbah Sukma.
"Ya Gusti... gimana kalau benar itu Ayahnya ???dia pasti sangat mengenal Lucy dengan melihat matanya.Apakah dia akan mengambil Lucy kembali ???"Mbah Sukma membatin.Ada perasaan takut kehilangan menulusup dihatinya.
Lucy mengulum senyum.
"Nek... Lucy sayang nenek.hanya nenek keluarga ku"hibur Lucy.Anak itu sememangnya bisa membaca pikiran orang yang disentuhnya.
Mbah Sukma tersenyum, hatinya sedikit lega mendengar penuturan cucu angkatnya yang luar biasa itu.
__ADS_1
"Ndok... jangan pernah sekalipun kamu buka kacamata mu ya, kamu harus menutupinya"
Lucy mengangguk sambil tersenyum.Mbah Sukma membalas senyuman cucu angkatnya itu.Ia membelai rambut Lucy dengan penuh kasih sayang.
"Cepat kembali ke kamar ya,dan tidur lagi.Besok Lucy kan sekolah "
"Iya nek..."Lucy bangkit dan keluar.Mbah Sukma mengikuti kepergian cucu angkatnya dengan pandangan,lalu kembali melanjutkan semedinya.
--*Di pagi hari seperti biasa sebelum istirahat karena semalaman menjaga toko,Laras akan mengantarkan si kembar ke sekolah terlebih dahulu.Setelah itu ia akan tidur sampai puas hehehehe.
Lisa dan Lucy bergandengan tangan berjalan beriringan menuju kelas.Lisa berjingkat-jingkat dengan riangnya.Karena Lisa memang anak yang periang dan ceria.Berbeda dengan Lucy,dia pendiam dan sangat jarang berinteraksi dengan orang lain.Terhadap gurunya pun begitu,jika gurunya bertanya maka Lisa yang akan menjawab.Sempat gurunya bertanya kenapa Lucy tidak pernah melepaskan kacamatanya???
"Karena Lucy sangat sensitif dengan cahaya Bu guru, kalau dipaksakan dia akan mengalami sakit mata yang sangat laaaaammaaa sembuhnya.Jadi tolong jangan permasalahkan hal ini ya Bu guru.Karena dia hanya ingin sekolah dan belajar, tidak salah kan kalo dia pakai kacamata??"
Jawaban Lisa membuat Bu gurunya tidak bertanya lagi.
Disaat keduanya hampir masuk kelas, Tiba-tiba Lucy melihat Laki-laki yang diceritakannya kepada Mbah Sukma semalam.Langkah kaki Lucy terhenti,ia melihat begitu sayangnya laki-laki itu kepada anaknya.Sebelum pergi anaknya diciumi oleh laki-laki tersebut.
"h
Hey kok bengong"suara Lisa membuyarkan lamunannya Lucy."Apa yang kamu Lihat??"Lisa memandang ke sekitar halaman sekolah.
Lucy tidak menjawab,ia melangkah masuk mendahului Lisa.Lisa memonyongkan bibirnya mengikuti langkah Lucy.
"Selamat pagi anak-anak..."Bu guru mengucapkan salam.
__ADS_1
"Selamat pagi Bu guru"jawab anak-anak kelas B kompak kecuali Lucy.
"Hari ini adalah hari Rabu waktunya kita menggambar hore"ibu guru bertepuk tangan diikuti rentak para muridnya.
"Ayo keluarkan buku gambar kalian ya...."
"Bu apakah kali ini yang paling bagus menggambar akan diberikan hadiah lagi seperti yang lalu?"Nira bertanya
"Mmmmmm ok kalau kalian bisa mengalahkan Lucy "
"Kalau tidak bisa??"Nira bertanya lagi.
"Ya tidak dapat "
"Kenapa begitu Bu guru ?"
"Masak yang terbaik selalu Lucy, banyak dong hadiahnya nanti "
"Ya sudah,Lucy tidak perlu ikut kelas menggambar.Biar yang lain bisa juga jadi pemenang"jawab Rangga.
"Ya tidak bisa begitu dong"Lisa menimpali."Dia kan kesini mau belajar juga seperti kalian, masak tidak boleh ikut kelas "
"Lucy kan sudah pintar "bantah Rangga.
"Tapi tetap saja dia harus sekolah "Lisa tidak mau kalah.
__ADS_1
"Sudah -sudah jangan ribut.... Ok ok ibu akan kasih kalian hadiah.Lucy akan tetap ikut dalam kelas.Tapi nanti penilaian nya tidak ikut biar yang lain bisa punya kesempatan jadi juara, gimana ??? setuju ??"
"Horeeeeee"seluruh anak murid kompak bersorak gembira,kecuali si kembar.Lisa memonyongkan bibirnya.Sedangkan Lucy tetap saja diam tanpa expresi.