SANG PEWARIS

SANG PEWARIS
Sang Pewaris BAB 83 Sifat Lisa


__ADS_3

Pok pok pok Dengan susah payah Pak Hans berjongkok dari atas kursi rodanya,guna menyadarkan Andika yang ditemui tergeletak pingsan di dekat ruang makan.


"Ambilkan air Mun"Zulkarnain memberikan perintah kepada asistennya.Mumun cepat melaksanakan perintah itu.


Zulkarnain mengambil air dalam gelas yang disodorkan oleh Mumun.Ia percikan air itu ke wajah Andika.Andika mengerjap-ngerjap kan matanya.Ia kaget,dan meringkuk ketakutan.


"Jangan... ampun"Andika menyatukan telapak tangannya diatas kepalanya.


"Dika...kamu kenapa ?"Pak Hans keheranan, begitu juga yang lain.Kecuali Lucy, karena kejadian semalam adalah ulahnya untuk memberikan pelajaran kepada Andika yang berniat merampok.


"Papa... Papa ayo kita pulang yuk, Disini ada hantu"Andika merengek seperti anak kecil.


"Hantu??"Semua kompak berseru penuh tanda tanya.Andika mengangguk meyakinkan.


"Hantu perempuan"Andika masih sempat menjelaskan.


"Kamu mimpi kali"Pak Hans tidak mudah percaya dengan anaknya yang ia ketahui sering memakai narkoba itu.


"Tidak Papa,aku tidak bohong"Andika mencoba meyakinkan Sang Papa.


"Sudah, sudah, Lebih baik kamu cepet mandi dan kita sarapan bersama"Zulkarnain mengalihkan perhatian.Ia tidak mau mitos hantu membuat penghuni rumah yang lain jadi tidak tenang.


"Kalau Papa tidak mau pulang, biar aku saja yang pulang"Andika bangkit lalu berlari ke arah luar sambil sesekali melihat ke belakang.Seperti seolah-olah ada yang mengejar.


Pak Hans geleng-geleng kepala melihat tingkah anaknya itu."Sudah lama aku tinggal disini,tak pernah sekalipun melihat hantu"Mumun mengemukakan pendapatnya.


"Berarti dia bohong dong"Tambah Laras yang mengikuti langkah Mumun menuju dapur.

__ADS_1


Mbah Sukma menatap penuh selidik ke arah Lucy, gadis itu hanya tersenyum penuh makna.


Nouval melihat sesuatu dibawah meja makan,ia berjongkok memungutnya."Papa"Seru Nouval menunjukkan sebuah senjata api.Semua terperangah kaget.


"Punya siapa itu?"Pak Hans tidak bisa membendung rasa penasarannya.Zulkarnain meraih pistol itu sambil beralas sapu tangan.


"Biar Papa simpan sayang"


"Apa itu milik Andika ?"Niken mencoba menerka saja.Zulkarnain menggeleng pelan.


"Entahlah "


__Laras meletakkan sebuah paper bag disebelah Lucy."Ini bekal yang kamu minta"


"Makasih Mbak"Lucy begitu antusias menyambut pemberian Laras.


"Lisa mana mau bawa bekal Mbah"Laras menjawab.


"Papa..."Nouval membuka suara."Nanti Papa tidak usah nganterin Kak Lisa dan Kak Lucy sekolah.Biar mereka bareng sama Nouval aja"


Semua orang yang ada di meja makan terpana mendengar ucapan Nouval.Terutama Pak Hans, kemarin bukan main Nouval menolak untuk tidak memberikan tumpangan kepada Si kembar.Sekarang malah menawarkan diri.


"Kamu serius ?"Zulkarnain ingin lebih memastikan bahwa anak bungsunya itu tidak main-main.


"Iya Pa"


"Nanti kita malah diturunkan ditengah jalan"Lisa merasa curiga.

__ADS_1


"Lisa...kamu nggak boleh begitu"Mbah Sukma menyela pembicaraan.


"Aku serius kak"Nouval berusaha meyakinkan "Aku minta maaf atas sikapku kemarin"


Niken mengusap pundak anaknya.Ia tak kalah terkejut mendengar apa yang Nouval katakan.Bukan ini yang ia mau.


"Ayah kapan Ayah akan membelikan aku mobil"Lisa mengalihkan pembicaraan.


"Kamu kan belum bisa nyetir, akhir Minggu ini Ayah akan mendaftarkan kamu untuk ikut sekolah menyetir.Nanti kalau sudah bisa Langsung dapat SIM."


Lisa tersenyum lebar mendengar penuturan Ayahnya "Nanti belikan aku mobil Ferrari ya Ayah"


"Ferrari ??"Zulkarnain tak percaya dengan permintaan putrinya.Lisa mengangguk yakin.


"Nanti aku bisa menaikinya berdua saja dengan Andrew"Lisa begitu bahagia hanya dengan membayangkannya saja.


"Dengan Andrew ?? Lalu Lucy ??"Zulkarnain mengalihkan perhatiannya kepada Lucy.


"Ayah belikan dia mobil juga dong"Dengan santainya Lisa menjawab ucapan Ayahnya.Semua saling berpandangan satu sama lain.


"Tidak perlu Ayah,biar aku berangkat bersama dengan Nouval saja.Jangan buang-buang uang Ayah hanya untuk benda tidak penting itu"Lucy mengusulkan jalan keluar.


"Ohya aku lupa,kamu kan bisa terbang.Jadi tidak perlu mobil "Seloroh Lisa sekenanya.


"Lisa!!"Mbah Sukma meninggikan suaranya membuat Lisa terkejut."Jaga bicaramu!!"Lisa membuang muka,Ia menyantap sisa sarapannya dengan lahap.


"Maaf Nak,Lisa memang begitu"Mbah Sukma merasa tidak enak hati kepada Zulkarnain dan Ayahnya.Meskipun mereka adalah Ayah dan Kakek kandung dari Lisa sendiri.Tapi dialah yang membesarkan si kembar,Jadi dia merasa bersalah karena Lisa dibawah didikannya.

__ADS_1


"Tidak apa-apa Mbah"Zulkarnain menanggapinya dengan senyuman.


__ADS_2