
Lisa menghampiri Andrew yang sedang bercanda ria dengan teman-temannya.Dion yang lebih dulu melihat kedatangan Lisa memberi kode kepada Andrew.Andrew menoleh,ia memberi kode kepada kedua temannya agar memberikan waktu untuk ia bicara dengan Lisa.
Juki dan Dion paham,mereka pamit masuk kelas lebih dulu."Ada apa?"Tanya Andrew begitu Lisa sudah dekat dengannya.
"Kenapa kamu berhenti jadi penjaga aku?"
"Kamu bukan anak kecil lagi yang harus dijaga"
"Tapi aku butuh kamu buat jaga aku,lagian kamu kan dibayar sama Ayah.Atau bayarannya kurang?"
"Ini bukan masalah bayaran kurang atau apa?Tapi lebih ke privasi yang terganggu karena kamu merasa aku harus stay sama kamu.Aku juga punya privasi yang tidak bisa disangkut pautkan dengan pekerjaan "
"Kamu suka Lucy?"Andrew membuang muka mendapat pertanyaan yang begitu monohok.
"Jawab aja,kamu suka Lucy kan?"
"Kalau iya kenapa?"Andrew menjawab dengan mata yang menantang Tatapan selidik Lisa.
"Tega kamu ya,apa kurangnya aku Drew?Aku dan Lucy nggak ada bedanya.Tapi kenapa kamu harus pilih Lucy yang aneh itu?"
"Karena dia aneh dia spesial bagi aku"
"Apa aku harus jadi aneh biar kamu suka sama aku?"
__ADS_1
"Kamu jangan gila Lisa, bagaimanapun kamu berubah nantinya,hatiku tetap tak bisa berubah"
"Tapi Lucy nggak suka sama kamu"
"Aku tahu,dari awal aku tahu dia tidak tertarik padaku"
"Tapi kamu mendekati aku agar Lucy memperhatikan mu?"Lisa menaikkan tone nada bicara.
"Baguslah kalau kamu paham"
Plak!!!
Tamparan Lisa mendarat mulus di pipi Andrew."Menyesal aku tidak mendengarkan peringatan Lucy agar jangan percaya sama kamu! Karena kamu hanya memperalatku"
Mina yang tengah ngobrol bareng Lucy heran melihat Lisa yang baru sampai langsung menelungkupkan wajahnya ke atas meja.Punggungnya nampak terguncang.Ia menangis tergugu.
Mina bertanya dengan berbisik kepada Lucy,Lucy meminta Mina untuk diam dan membiarkan Lisa meluahkan sedihnya dalam tangisan.
Usai pelajaran,Lucy melihat Lisa sudah sedikit tenang.Mina menatap Lucy seakan minta pendapat.Lucy mengangguk seolah sebuah perintah.
Mina paham,ia mendekati Lisa."Kamu nggak apa-apa?"
Lisa acuh,ia membereskan buku-bukunya lalu keluar dengan menyelempangkan tasnya dibahu.Mina mengangkat kedua bahunya ke arah Lucy sebagai kode.Lucy hanya mampu mengangguk pelan.
__ADS_1
Ia bangkit dan keluar menyusul langkah Lisa.Tapi Lucy terlambat,Lisa terlihat naik ke dalam mobil Antok.
"Ngapain Lisa naik mobil Antok?"Lucy sedikit cemas karena di dalam mobil itu Antok tidak hanya dengan Lisa,tapi juga ganknya.Tapi apa harus Lucy mengambil tindakan sekarang?Nanti Lisa merasa terlalu dikungkung,apalagi hatinya sekarang tidak baik-baik saja.
"Mana Lisa?"Mina baru saja muncul,ia celingukan mencari sosok Lisa.Lucy menggeleng pelan sambil menghela nafas.
"Ada apa ini?"Raut wajah Mina langsung cemas.
"Entahlah,Lisa barusan masuk ke dalam mobil Antok dan teman-temannya"
"Kamu yakin?"Mina ingin memastikan.Lucy mengangguk yakin."Tapi kan Lisa tidak suka Antok"
"Aku rasa Lisa tidak baik-baik saja sekarang,tapi aku tidak bisa terlalu ikut campur karena aku tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi.
"Lebih baik kamu cari Andrew,dia kan penjaga Lisa"Mina memberi usulan.
"Tidak bisa Min, karena Andrew sudah dibebas tugaskan oleh Ayah"
"Hah?yang bener?kapan itu?"
"Kemarin Lusa,Andrew sendiri yang mengundurkan diri '
"Mungkin karena itu kali Lisa sedih"Terka Mina.
__ADS_1
"Entahlah"