SANG PEWARIS

SANG PEWARIS
Sang pewaris BAB 36 Andika kembali


__ADS_3

Mobil Alprad hitam melaju perlahan meninggalkan halaman parkir rumah sakit.


Riky sering kali mencuri pandang di spion atas kepalanya.Ia merasa heran bercampur haru dengan sikap Tuannya hari ini.


"Kenapa ???Apa ada yang masalah?"Tanya Zulkarnain tanpa mengalihkan perhatiannya ke arah layar ponsel.Ia menyadari tingkah Asisten nya itu.


"Mmmmmm maaf tuan muda,saya penasaran kenapa Tuan muda bisa berubah pikiran ???"


Zulkarnain menutup layar Hp,Ia beralih menatap keluar mobil.


"Bagaimana pun dia istri ku,dan anak itu adalah darah daging ku.Aku takut Rik kalau Aku tidak bisa profesional,sikapku akan berakibat pada si kembar nantinya.Karena itu dari sekarang aku ingin mereka menerima si kembar bila telah kembali, tanpa adanya dendam lagi."


"Kalau bukan aku yang menghapus rasa sakit hati Niken ayu, siapa lagi ?"


Riky manggut-manggut tanda mengerti.


Zulkarnain terus menatap jalanan diluar, pikiran nya kembali mengingat kata-kata sang Ayah kemarin.


"Kamu harus belajar memaafkan Niken nak...biar dendam dihati Niken berakhir dan tidak berdampak kepada si kembar.Ayah tahu Niken Ayu salah mengambil jalan,tapi kita harus ikhlas."


"Jika boleh jujur,ayyah sendiri masih belum bisa ikhlas atas apa yang diperbuatnya.Tapi hal itu tidak bisa mengubah apa yang telah terjadi"


Pak Hans meraih tangan putra sulungnya.


"Namun sikap kamu sekarang akan menentukan takdir sikembar nantinya, walaupun ayah masih belum tahu apakah ayah bisa berjumpa dengan cucu-cucu Ayah lagi.Ayah sangat berharap mereka bisa tumbuh dengan bahagia tanpa adanya scandal apapun"


Zulkarnain akhirnya berani membuka hati untuk Niken ayu.dan memilih hidup bahagia bersama putranya NOUVAL Aleandro.


Sejak saat itu Niken Ayu jadi bersemangat kembali,ia jalani kehidupannya dengan menjadi istri yang baik.Meskipun sikap Zulkarnain biasa saja.Tidak menunjukkan adanya cinta untuknya.Namun Niken sudah sangat bersyukur karena Zulkarnain telah benar-benar Sudi memaafkannya.


*-Dipagi itu sebelum Matahari terbit seperti biasa Niken Ayu akan menyibukkan diri didapur membantu kedua pembantunya.Sejak Niken mendapatkan kesempatan kedua,dia sudah mulai akur dengan kedua pembantunya Almarhum AIDA.

__ADS_1


Di tengah kesibukannya, terdengar suara bel berbunyi.


"Mun tolong lihat siapa yang datang pagi-pagi begini"Ujar Niken ayu.


"Baik Nya"


Mumun bergegas pergi menuju arah pintu utama.


Niken terus melanjutkan mengiris bawang untuk membuat saos bolonies kesukaan NOUVAL.Kini anaknya sudah berusia 5tahun.Sudah masuk sekolah Taman kanak-kanak.


"Nyonya!!!"Mumun berseru keras,belum sempat Niken bertanya ada apa?sosok tubuh yang sangat ia kenal muncul.Detak jantungnya seperti berhenti seketika.


Sosok itu melemparkan senyuman sinis.Lalu duduk di salah satu kursi yang tersedia di antara meja makan.Kakinya terangkat di atas lutut.Gayanya begitu pongah menunjukkan sifat sisi buruknya.


"Mau apa kamu kesini?!"Hardik Niken.


"Aku lapar!aku mau ikut sarapan pagi bersama Abang dan kakak ipar ku.Apa tidak boleh ??"


Andika tersenyum kecut.


"Aku lebih pantas daripada kamu yang tega membunuh istri dari suamimu"Balas Andika.


Niken ayu mengretakkan geraham.


"Atau jangan-jangan Zulkarnain tidak tahu mengenai hal itu?"Sambung Andika.


Mbok Darmi dan Mumun terbelalak mendengar hal itu.Mereka sungguh baru mendengar hal itu, mereka hanya tahu bahwa Niken ayu telah menjampi- jampi majikannya hingga mau menikahi Niken ayu.


"Aku sudah tahu"Tiba-tiba sebuah suara yang tegas terdengar dari belakang punggung Andika.Andika menoleh,nampaklah Zulkarnain sedang menggendong NOUVAL.


"Ohhh abangku ternyata, sehat kau bang"Logat Andika menyapa Zulkarnain menirukan preman pasar.Ia bangkit menyambut saudara bukan seibu,Niken ayu lega mendapat pembelaan dari suaminya.

__ADS_1


"Ada apa pagi-pagi sekali sudah ada disini ??? yang jelas kamu datang bukan untuk sarapan bersama dengan keluargaku kan??"selidik Zulkarnain.Ia sangat kurang suka melihat kedatangan Andika ke Villanya.


Andika tertawa lepas.


"Bang bang... negatif terus pikiranmu, apakah kamu tidak merindukan aku??"


Zulkarnain tak bergeming.


"Papa siapa dia?"tanpa disangka NOUVAL bersuara.


"Ohya hampir lupa,aku adalah Pamanmu sayang "jawab Andika.


"Niken tolong bawa NOUVAL masuk ke mobil "ujar Zulkarnain sembari menyodorkan NOUVAL ke pelukan istrinya.Niken menurut.


"Wahhh bener kata Mama,kamu sudah banyak berubah Niken "puji Andika namun tak diindahkan oleh Niken ayu.


"Kalau kamu datang kesini dengan niat baik, silahkan duduk dan mari kita sarapan bersama.Tapi kalau niat kamu hanya ingin buat ulah, silahkan pergi sebelum aku panggil scurity untuk menyeret kamu keluar!!"tegas terdengar suara Zulkarnain. Lagi-lagi Andika tertawa.


"Slow sedikit lah bang..aku datang kesini hanya ingin memberi tahu kepulangan ku dari penjara.Nggak salah kan???Sekalian mau berbela sungkawa atas meninggalnya Aida istrimu tercinta dan...... atas hilangnya si kembar yang cantik jelita "


seketika air muka Zulkarnain berubah.


"Bagaimana pun mereka juga bagian dari keluarga ku , dulu aku belum sempat mengatakannya padamu karena kamu tidak pernah sekalipun menjenguk ku.Jadi karena sekarang aku sudah bebas, barulah aku punya kesempatan untuk itu"


Tanpa kata terucap, Zulkarnain melangkah pergi keluar.


"Hai bang... kenapa diam ???"seru Andika.Ia tersenyum puas karena berhasil membuka luka lama dihati Zulkarnain.


Niat Andika sememangnya ingin membalas dendam kepada Niken ayu dengan mengusik kebahagiannya dengan Zulkarnain.Dan apa yang terjadi hari ini hanyalah pembukaan.


Andika meremas kuat sandaran kursi kayu jati yang didudukinya tadi.Tatapannya penuh ambisi melihat punggung saudaranya lenyap dibalik pintu.

__ADS_1


__ADS_2