SANG PEWARIS

SANG PEWARIS
SANG PEWARIS BAB 120 Mendesah Lega


__ADS_3

"Lisa"


Lisa tersentak kaget karena panggilan Bu Minah.


"Ceritakan apa yang sebenarnya terjadi,jangan berbohong kalau kamu tidak ingin adikmu mati"Nada suara Bu Minah penuh dengan intimidasi.Lisa gugup ia menatap ke sekeliling,semua mata tertuju padanya.Zulkarnain merangkul bahu putrinya.


"Katakanlah nak jangan takut"Zulkarnain berusaha meyakinkan hati Lisa agar Sudi bercerita yang sebenarnya.Lisa tertunduk dengan memainkan ujung jarinya untuk menghilangkan rasa gugupnya.


"Lisa"Untuk kesekian kali Bu Minah memanggil cucunya"Lucy takkan pernah sakit jika tidak terjadi sesuatu yang mengancam nyawamu"


Zulkarnain mengusap pundak Lisa agar gadisnya tidak tegang dan mau berbagi kisah yang sebenarnya.


"A-aku tidak tahu,,,yang sebenarnya terjadi nek"Akhirnya meskipun terbata-bata Lisa membuka suara"Malam tadi aku batuk-batuk Sampek keluar darah.Dan Lucy menolongku,aku benar-benar tidak tahu kalau Lucy menyerap penyakitku sampai dia sakit sendiri"


"Kenapa kamu tidak cerita padaku Lisa?"Laras memotong pembicaraan.


"Maaf Mbak,aku hanya tidak ingin menyusahkanmu"

__ADS_1


"Tapi aku rasa lebih dari itu,lebih baik kamu jujur Lisa.Karena sakitmu tidak akan membuat Lucy seperti ini kalau bukan karena jiwamu yang terluka"Bantah Bu Minah.Lisa terdiam,ia memang tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi.


"Minah,jika kamu tahu sesuatu lebih baik katakan.Daripada nunggu dia cerita"Bu Ijah turut memberi masukan.Bu Minah menatap wajah Lucy yang memucat.


"Sepertinya Lisa menggunakan kekuatan topeng legendaris itu"Terka Bu Minah.Semua pada bingung hanya Laras yang terbeliak mendengar penuturan Bu Minah.


"Benarkah Lisa??"Laras ingin jawaban yang pasti dari orang yang bersangkutan.Dengan ragu-ragu Lisa mengangguk.Tidak ada gunanya lagi dia menutupi semuanya.


"Kau sudah gila kah?Bukankah dari dulu Mbah Sukma sudah mewanti-wanti agar tidak mendekati benda itu,apalagi sampai menggunakannya.Apa yang sedang merasukimu Lisa?"Laras begitu emosi.Dia sama sekali tidak perduli dengan attitude didepan orang yang ia sukai.


"Tolong maafkan dia,dia masih kekanak-kanakan"Zulkarnain membela putrinya agar tidak merasa ditepikan.


"Anda tahu apa yang putri anda perbuat Tuan??Dia sudah menggadaikan nyawanya sendiri,dan Lucy...berusaha menyelamatkannya"Laras begitu sakit hatinya menunjuk Lucy yang terkapar tak berdaya.


"Apa ada cara lain untuk menyelematkan Lucy Minah?"Timpal Bu Ijah.


"Hanya dengan minum darahnya Lisa,barulah Lucy bisa baikan"Jawab Bu Minah membuat semua orang terpana mendengarnya.Lisa bergegas mengambil kater yang ia simpan didalam Laci.Dan menggores telapak tangannya.

__ADS_1


"Lisa"Zulkarnain meraih tangan putrinya yang telah terluka dan mengeluarkan darah.


"Cepat minumkan"Titah Bu Minah tegas.Lisa segera meneteskan daranya tepat ke bibir Lucy.Ia tidak ingin adiknya kenapa-kenapa karena kesalahannya.Ia tidak akan bisa memaafkan dirinya sendiri jika sesuatu terjadi kepada Lucy.


Lisa meminumkan darahnya sampai luka akibat goresan kater tersebut sudah tidak mengeluarkan darah lagi.


Perlahan-lahan wajah Lucy yang memucat jadi memerah kembali,dan matanya yang semula terpejam terlihat ada pergerakan.


Bu Minah tersenyum tipis,semua mendesah lega.Nouval mengelus dadanya karena ia sejak tadi hanya sebagai pemerhati yang paling tegang.


"Aku pikir kak Lucy tidak akan bisa menghadiri acara ulang tahunku nanti malam"Selorohnya yang membuat Zulkarnain mengacak rambut putranya.


"Kamu nih,yang dipikirkan hanya acara ulang tahun saja"


"Lah iya Pa,ini acara ulang tahunku yang pertama sebagai adiknya"Bantah Nouval.Zulkarnain tersenyum tipis.


"Tuan"Mumun memanggil dari ambang pintu.

__ADS_1


__ADS_2