
Pagi menjelang. Dahlan datang dan menggandeng seorang gadis berhijab. Virgou cukup terkejut melihatnya. Raut wajah kesal tampak dari pria itu.
"Ada apa ini? Siapa dia?" tanya Virgou bingung.
"Selamat pagi tuan, assalamualaikum!" sapanya dengan malas.
"Jangan bercanda kamu Dahlan!" teriak Virgou hingga membuat sang istri keluar dari mansion.
Pria dengan sejuta pesona itu tengah bersantai di teras depan mansionnya.
"Dad, ada apa teriak pagi-pagi!?"
"Eh ... Dahlan?" panggil Puspita dengan kening berkerut.
"Assalamualaikum, nyonya!" sapa pria itu.
"Wa'a ... eh ... ada apa ini?" Puspita makin bingung.
"Siapa gadis cantik yang kau gandeng itu Dahlan?" tanya Virgou gusar.
"Perkenalkan ketua, ini Rahma Syafrani, istri saya!" ujar Dahlan memperkenalkan gadis yang ia gandeng.
"Jangan gila kau Dahlan. Aku menugaskanmu untuk membantu Deni bukan bersenang-senang dengan seorang gadis!" bentaknya kesal.
"Tapi Tuan, gadis ini benar-benar istri saya sekarang!"
"Bagaimana bisa bodoh! Kau Kristen dia Islam?!" sentak Virgou gusar.
"Ceritanya panjang tuan. Intinya tadi malam saya digerebek warga ...."
"Kau mesum?!" teriak Virgou.
"Astaga Dahlan. Tolong jangan cerita yang macam-macam, aku yakin jika kau tak sebejat itu!" sergah Puspita gusar..
"Tapi ini benar nyonya intinya ...."
"Sudah cukup mas ...," pinta gadis itu lirih.
"Apa yang sudah?" tanya Virgou lagi.
"Mas ini menolong saya tadi malam, hingga warga mengira kami berbuat mesum dan dinikahkan. Mas ini terpaksa masuk Islam karena menikah didepan ketua adat kampung, tuan," jelas Rahma.
"Tuan, saya mohon talak saya sekarang. Kita tak mungkin meneruskan kesalahan pahaman ini," pinta gadis itu memohon.
Dahlan bimbang, ia sangat ingat tadi malam. Ketika gadis itu membawa lari dirinya. Alasan sang gadis agar tiga orang tukang pukul itu tak melukai dirinya.
Keduanya masuk ke kebun-kebun warga dan bersembunyi. pergerakan mereka langsung dicurigai dan diseret para warga. Semua cacian dan hinaan dilayangkan pada gadis itu.
"Kalian harus kami nikahkan!" ujar kepala desa.
"Tapi kami tak melakukan apa-apa, saya mohon hukum saya saja, jangan mas ini, dia tidak salah," ujar Rahma membela Dahlan.
"Saya mau menikahi gadis ini!" sahut Dahlan langsung.
Ketika memeriksa KTP semua kaget melihat agama yang tertera di identitas milik Dahlan.
"Tak mungkin menikahkan kalian di gereja. Di sana tidak ada nikah sirri!" ujar ketua desa.
"Kamu harus masuk Islam!"
__ADS_1
Rahma langsung menggeleng. Namun mulut Dahlan dengan mudah mengucap dua kalimat syahadat. Keduanya akhirnya dinikahkan.
"Mas ... tolong talak saya," pinta gadis itu membuyarkan lamunan pria yang baru menikahinya tadi malam.
Tiba-tiba ponsel Virgou berdering. Azizah meneleponnya.
"Apa?!" teriak Virgou.
"Dad?" Puspita bingung.
"Dahlan ikut aku. Sayang, kau bawa gadis ini dan tenangkan dia!" titahnya.
Dahlan mengecup singkat kening Rahma. Gadis itu bingung setengah mati. Puspita membawanya masuk.
"Sudah tidak apa-apa, ayo masuk," ajaknya dengan lembut..
Sementara itu Azizah menghajar tiga pria dengan tangan kosong. Semua ambruk tak sadarkan diri.
Gadis itu mengejar pria yang menculik Dewi.. Banyak penjaga yang mengejar pria itu tapi sepertinya sang pria mampu berkelit.
Herman memang hanya menugaskan Azizah mengantar putrinya. Ia merasa kasihan jika melihat Dewi dikelilingi para bodyguard laki-laki. Tadinya ia meminta Rion untuk mengikuti adiknya. Tapi pemuda itu masih malas dan ingin tidur lama.
Siapa sangka keputusan Herman melepas putrinya sendiri membawa petaka. Azizah mengejar mobil yang membawa nona mudanya dengan sepeda motor entah milik siapa. Gadis itu memacu kuda besi. Kejar-kejaran terjadi.
Polisi langsung membentuk barikade, namun penculik itu lolos. Azizah berteriak kencang. Ia melompat ke arah mobil yang melaju kencang.
Seperti di film-film laga. Aksi Azizah menjadi trending. Aksinya disorot oleh semua stasiun televisi.
"Budiman!" teriak Haidar.
Pria itu sudah menuju lokasi di mana Azizah berada di atap mobil penculik Dewi.
Aksi Azizah tergolong sangat berbahaya. Ia berdiri di depan kaca mobil dan menendang keras kacanya berkali-kali sambil kedua tangannya mencengkram kuat atap mobil.
"Azizah, aku percaya kau bisa menyelamatkan putriku," ujarnya tenang.
Sementara Virgou sudah ada di lokasi. Dahlan keluar dari kaca mobil. Budiman juga ada di kendaraan lain.
Brak! Serpihan kaca bertebaran, mobil penculik sedikit oleng. Beberapa kepolisian meminta semua mobil menyingkir.
Azizah memecahkan kaca mobil. Ia langsung melesat masuk ke dalam. Berkelahi dengan penjahat.
"Nona sedikit menyingkir. Buka pintu itu. ada Ketua Dahlan di kanan dan Ketua Budiman di kiri!"
Dewi membuka kaca mobil. Dia berteriak.
"Om Dahlan, Dewi akan ke sana!"
"Baby ... hati-hati!" teriak Virgou.
Azizah masih berusahalah merebut kendali supir. Gadis itu menendang kuat dagu penjahat dengan dengkulnya. Sang penjahat oleng. dan pingsan.
Sekuat tenaga Azizah menekan rem.
"Blong ... rem nya blong!" teriak Azizah.
"Injak kopling Zah!" teriak Budiman.
Gadis itu menekan pedal kopling. Dewi membuka pintu. Dahlan menyambutnya. Berkali-kali berusaha, tetapi tak bisa.
__ADS_1
"Daddy ... hiks ... daddy ... Dewi takut ... hiks!"
Dewi mulai ketakutan. Gadis kecil itu langsung pucat, keberaniannya hilang.
"Baby ... lihat Om Dahlan sayang!' pinta Virgou juga ikut sedih.
Budiman mencoba melepas kemudi dan mengaturnya dengan kaki. Ia berhasil menaiki mobil penjahat. Naik ke atap dan masuk kaca depan yang sudah dipecahkan Azizah.
Pria itu langsung masuk ke belakang memeluk putrinya. Virgou tenang. Budiman menutup pintu agar tak terjadi kecelakaan fatal.
Azizah berusaha melepas sabuk pengaman dan membuka pintu. Ia ingin mendorong keluar pria penculik itu.
Pria itu terbangun dari pingsannya, lagi-lagi terjadi perebutan kemudi. Budiman menendang kepala pria itu dan langsung pingsan kembali. Azizah yang tak tega melempar begitu saja tubuh manusia jahat itu memilih memposisikan jok mobil jadi tertidur.
Gadis itu terus menginjak pedal rem. Ia yakin jika masih bisa dapat sela. Di sana ada lapangan luas. Ia melihat meteran bensin.
'Sudah mau habis,' gumamnya.
Gadis itu membelokkan ke arah lapangan itu dan berputar di sana. Selama nyaris tiga jam mobil itu baru benar-benar berhenti karena kehabisan bahan bakar.
Polisi berdatangan. Pria penculik langsung ditangkap. Azizah terluka parah. Kakinya sobek dan retak akibat memecah kaca mobil, darah mengucur di kaki gadis itu.
"Daddy!" teriak Dewi langsung memeluk pria itu.
"Baby ... tenang sayang. Kamu tak apa-apa?"
"Masih pusing daddy," keluhnya.
Budiman mencium punggung Dewi. Dahlan mengelus kepalanya.
"Kau sangat berani nona!" pujinya.
Azizah dilarikan ke rumah sakit milik Naisya, karena hanya rumah sakit itu yang paling lengkap alat medisnya.
Nai yang memang belum menjadi dokter spesialis kandungan, langsung menangani Azizah. Gadis itu memanggil tim bedah terbaik. Beberapa dokter dari kepolisian juga datang membantu.
Dewi diperiksa oleh Nai dan di beri obat penenang. Gadis itu tidur di gendongan Budiman.
Ketika sampai di mansion Herman. Pria itu langsung memeluk putrinya dan mengecupnya berkali-kali begitu juga Khasya.
"Terima kasih sayang," ujar wanita itu mengecup Virgou, Budiman dan Dahlan bergantian.
Rion datang dan langsung menangis. Ia menyesal karena tak langsung bangun menuruti ayahnya.
"Tidak apa-apa baby, kau lelah kemarin baru saja rapat besar," ujar Herman mengerti.
Pemuda itu kini memeluk Dewi bersama dengan saudara kembarnya.
Satrio, Kean, Cal, Sean dan Al juga meminta maaf pada ayahnya, lagi-lagi Herman tak mempermasalahkan. Ia tau semua putranya kelelahan karena pekerjaan menumpuk karena kemarin memberikan ulang tahun pada Azizah jadi semua bolos kerja.
"Bagaimana Azizah?" tanya Herman.
"Lukanya besar di kaki dari paha hingga betisnya. Tulang diperkirakan patah," jawab Virgou berbisik.
Herman mengangguk. Kini semua pria pulang. Dahlan berhadapan dengan gadis yang baru saja ia nikahi secara mendadak tadi malam.
"Assalamualaikum, istriku," sapanya dengan senyum ikhlas.
bersambung.
__ADS_1
wah ...
next?