SANG PEWARIS

SANG PEWARIS
Sang Pewaris BAB 97 Nouval Tahu


__ADS_3

"Mas,kenapa Nouval hanya mendapat 10%?dia anakmu juga loh Mas, Laki-laki satu-satunya juga.Biasanya bagian Nouval lebih banyak dari yang lain "Baru masuk ke dalam Rumah Niken sudah tidak dapat membendung uneg-unegnya dari tadi.


"Kenapa kamu yang keberatan?Nouval aku lihat dia baik-baik saja "Bantah Zulkarnain.


Lisa dan Lucy memilih masuk ke kamar dan tidak ikut campur.Begitu pun juga Laras.


"Ma,kenapa Mama ributkan hal ini sih?Cuma warisan saja sudah begitu"Nouval pergi setelah mengkomplain Ibunya.Niken jadi rimas sekali,bukannya mendukung malah menyalahkannya.


"Kamu dengar sendiri kan?"Zulkarnain pun sama,meninggalkan Niken dengan perasaan yang tak puas hati.


__Tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu,Niken langsung masuk ke kamar anaknya.Nouval belingkas bangun melihat Mamanya datang.


"Kamu ini gimana sih? bukannya mendukung Mama malah nyalahin Mama"


"Ya Mama memang salah "


"Val,kamu berhak punya warisan lebih dari itu"Niken tidak mau mengalah.Nouval menghela nafas panjang,ia turun dari atas Perbaringan dan menghampiri Mamanya.Ia memeluk Mamanya dari belakang.


"Ma,,apa Mama bangga sama Nouval kalau hanya hidup dengan harta warisan?Ataukah Mama akan bangga sama Nouval jika Nouval berjaya dengan usaha Nouval sendiri"


Niken terpegun,matanya berkaca-kaca mendengar kalimat yang keluar dari bibir anaknya yang masih masa pubertas.Mendapat respon senyap dari Mamanya Nouval melepaskan pelukannya lalu membalikkan badan Niken Ayu hingga mereka berhadapan.


"Ma,, Nouval janji akan sukses dan membahagiakan Mama walau tanpa warisan.Suatu hari nanti Nouval akan bangga sama anak Mama satu-satunya ini.Begitu juga dengan Papa.Jadi Mama nggak usah pikirin harta warisan yang tak seberapa itu.Mama doakan Nouval yah"


Air mata merembes dengan derasnya melihat anak semata wayangnya berkata begitu bijak.Niken membelai wajah putranya tanpa dapat berkata apa-apa.

__ADS_1


"Doakan Nouval yah Ma"Pinta Nouval sekali lagi.Niken mengangguk cepat.


Zulkarnain yang menguping pembicaraan Ibu dan Anak itu jadi ikut-ikutan menangis.Ia mengusap wajahnya dengan penuh rasa haru.Ternyata Nouval bisa mengubah pemikiran miring Ibunya.


"Suatu hari nanti kamu akan menjadi orang sukses Nak"Bisik Zulkarnain dalam hatinya.


__Zulkarnain memanggil Mumun untuk rutinitas bulanan yang ditunggu-tunggu wanita paruh baya itu.Dengan cengengesan Mumun menghampiri majikannya lalu duduk melantai selayaknya seorang hamba.


"Ini"Zulkarnain memberikan sebuah amplop putih berisi kepada ART nya yang sangat setia itu.


"Terimakasih Tuan,Semoga tambah murah rejeki dan tetep ganteng"Ucap Mumun berseri-seri.Zulkarnain tersenyum tipis.


"Laras mana?"Zulkarnain melihat-lihat gadis itu tak kunjung menampakkan diri.


"Pergi belanja Tuan"Jawab Mumun.


"Baik Tuan"Mumun menerima dengan takzim.


"Ya sudah aku keluar dulu,kerja dengan baik ya jangan bosan"Zulkarnain bangkit lalu berbalik pergi keluar rumah.Mumun bangkit setelah punggung sang majikan tak terlihat lagi.Ia kembali ketempat kebesarannya.


__Melihat Laras sudah datang dari belanja bulanan kebutuhan Rumah dan penghuninya,Mumun segera mengeluarkan amplop putih amanah dari majikannya untuk Laras.


"Nih"


Laras meletakkan semua belanjaannya dibantu oleh Supri satpam di Rumah itu"Apa ini?"Laras membolak-balik amplop itu dengan penuh tanda tanya.

__ADS_1


"Gajimu lah"jawab Mumun sambil mengemasi belanjaan satu persatu.


"Gaji?? Emangnya aku disini adalah pembantu ya?"Laras melongo karena dari awal dia diminta tinggal disini sebagai bagian dari ahli keluarga.Maka dari itu ia juga mendapatkan bagian dari warisan.


"Lah terus apa?Kamu kan kerja di dapur,ya sebutannya pembantu masak kerja didapur mau disebut meneger"Celoteh Mumun.


"Aku kerja di dapur karena bantuin kamu loh Mbak,bukan sebagai pembantu.Karena aku diminta tinggal disini bukan sebagai pembantu"Bantah Laras.


"Gayamu,kalau bukan sebagai pembantu terus sebagai apa? Nyonya rumah ini ?"


Laras yang awalnya cemberut jadi tersenyum mendengar kalimat terakhir yang dilafalkan Mumun."Idih cengengesan,jangan mimpi ketinggian kalau jatuh nanti kejang-kejang "


"Nggak ada salahnya,kan siapa tahu dapat rejeki durian runtuh"Laras memantapkan angannya.


"Cuih...Tuan Besar itu sangat setia dengan Non Aida"


"Kalau setia kenapa mendua?"


"Itu dipelet,Nyonya Niken pakai pelet sampai hamil"


"Masak??"


"Aku saksi hidup pas kejadian itu,luntur peletnya Nona Aida malah dibunuh sama Nyonya Niken.Untung si kembar selamat"


"Jadi begitu kejadiannya saat Lisa dan Lucy itu diselamatkan Mbah"

__ADS_1


Mumun mengangguk memastikan.Nouval membekap mulutnya mendengar semua itu.Ia tidak percaya dengan apa yang ia dengar.Apakah Ibunya sejahat itu?Apakah ini alasan kenapa Papanya sangat dingin terhadap Mamanya?


__ADS_2