
Zulkarnain menggaruk kepalanya yang tidak gatal,kenapa Lucy malah menyebut nama Laras sebagai calon? Pikirnya dalam hati.Ia menatap punggung putrinya yang lenyap dibalik pintu.
___
"Papa"Seru Santi sambil menutupi sebagian wajahnya."Papaaa"Terus saja Santi memanggil Pak Sanusi di Seantero Rumahnya.Santi celingukan dengan sebelah matanya.Karena sebelahnya lagi ia tutupi oleh tangannya.
Tak ada siapa-siapa,ia heran karena rumahnya sangat sepi.ARTnya pun tak menampakkan diri.
"Kemana sih orang-orang?"Gerutunya kesal.Tiba-tiba terdengar suara pintu ditutup,Santi menoleh ke belakang.Ternyata Pak Sanusi baru datang.
"Papaaa"Santi menyongsong kedatangan Sang Papa dengan hati lega.
"Santi,kamu kenapa sayang?"Pak Sanusi begitu terkejut melihat penampakan wajah putrinya.
"Aku nggak tahu Pa,semua susuk yang Mbah Sumi berikan keluar dari wajahku"
"Apa kamu melanggar pantangannya?"Pak Sanusi begitu khawatir.Santi menggeleng.Pak Sanusi diam berpikir,apa yang sebenarnya terjadi?
"Ya sudah ayo cepat kita ke tempat Mbah Sumi"Ajak Pak Sanusi tidak mau membuang-buang waktu meskipun sebenarnya ia sangat lelah.
__ADS_1
Santi menyanggupi dengan anggukan kepala.Segera keduanya bergegas pergi ke tepian kota tempat tinggal Mbah Sumi.
Karena sangat tergesa-gesa keduanya tidak menyadari bahwa ada sosok yang diam-diam mengikuti.Ia melesat terbang dari dahan ke dahan mengimbangi kecepatan mobil yang dinaiki Pak Sanusi dan putrinya.
Barulah setelah Mobil yang diikuti menepi di bahu jalan,sosok yang tak lain adalah Lucy melayang perlahan.Ia memperhatikan dengan seksama gerak-gerik dua manusia yang dibuntutinya.Ia harus menyelesaikan masalah ini agar tidak membahayakan Ayahnya dikemudian hari.
Melihat kedua orang itu masuk ke dalam semak belukar,Lucy berusaha menjaga jarak agar tidak diketahui.Ia terus membuntuti dengan jarak yang terpantau aman.
Akan tetapi tiba-tiba saja seekor ular raksasa muncul dihadapannya.Membuat Lucy tertahan dan melayang mundur beberapa jarak.Ternyata itu bukan ular biasa,Kemungkinan seseorang yang akan didatangi oleh dua orang tadi telah memagari tempatnya.
Ular itu terus mendesis menjulurkan lidahnya seakan-akan siap menerkam tubuh Lucy.Namun Lucy tak gentar sedikitpun.Bibir Lucy terangkat sebelah,ia membuka kacamatanya membalas tatapan ular itu dengan cahaya mata perak yang menyilaukan.Keduanya beradu pandang dengan tajam,hingga akhirnya pupil ular itu mengecil dan perlahan merambat turun dari pohon yang dipijak Lucy.Ia pergi begitu saja.
Lucy melanjutkan langkahnya yang tertunda menyusuri jalan yang baru saja dilalui dua orang incarannya.
"Ada yang mengikutimu"Ujarnya dengan suara khasnya.
"Siapa Mbah?"Pak Sanusi terlihat cemas.
"Orang yang mengeluarkan susuk- susukku"Jelas Mbah Sumi dengan tatapan tajam ke arah Santi yang berbaring sambil sesekali mengerang kesakitan."Dia bukan orang sembarangan,kalian tunggu sebentar"
__ADS_1
Mbah Sumi duduk bersila didepan banyak nampan yang berisi sesajen.Ia menabur kemenyan kedalam bara api lalu memejamkan matanya sembari membaca mantra.
"Jangan kau lanjutkan jika tidak ingin kau mati berkalang tanah"Sebuah suara berhembus dengan desauan angin menerpa gendang telinganya Mbah Sumi.Perlahan Mbah Sumi membuka matanya.Ia bangkit lalu melangkah keluar dengan menggunakan tongkat yang terbuat dari bambu kuning.
Pak Sanusi ingin mengekori tapi sebelum ia keluar daun pintu terbanting begitu kuat dan terkunci dengan sendirinya.
Mbah Sumi mendongak ke atas,seperti dugaannya.Tamu yang tak diundang itu bertengger di dahan pohon.Mbah Sumi mengetukkan tongkatnya ke tanah sebanyak tiga kali ketukan.Lalu muncullah ular yang tadi menghalangi langkah Lucy.
Dengan bantuan ular tersebut,Mbah Sumi terangkat ke atas menyamai pijakan Lucy.Kedua mata mereka bertembung.
"Apa masalahmu Ngger?,sampai datang kemari mengganggu pekerjaanku"Tanya Mbah Sumi penuh wibawa.
"Aku hanya ingin melindungi keluargaku dari pengacau itu"Lucy mengerakkan matanya ke Rumah Mbah Sumi.
"Mereka tamuku"
"Aku tahu,jika kamu tetap membantu mereka.Aku tidak akan segan lagi"Ancam Lucy,Mbah Sumi diam menatap penuh selidik kepada gadis yang membuat hatinya cemas.Meskipun ia tak tahu pasti siapa lawannya sekarang,tapi degup jantungnya yang berpacu seakan memberi tanda bahwa dia bukan orang sembarangan.
"Aku akan merawat lukanya saja"Akhirnya Mbah Sumi memilih untuk tetap menjalankan tugasnya.
__ADS_1
Lucy berpikir sebelum menjawab."Baiklah,,,tapi jangan pernah izinkan mereka muncul kembali"
"Jika boleh tahu siapa dirimu Ngger?"Mbah Sumi memberanikan diri untuk bertanya.Lucy hanya tersenyum lalu melesat pergi.