SANG PEWARIS

SANG PEWARIS
SANG PEWARIS BAB 72 setuju


__ADS_3

Lucy menghampiri Mbah Sukma yang tengah berbaring tapi belum tidur Di Perbaringan . Mbah Sukma tersenyum menyambut kedatangan cucunya itu."Kamu pasti habis keliling"


Lucy mengulum senyum,Ia duduk dibibir kasur.Mbah Sukma beringsut bangun."Nek..aku bertemu Ayah"Raut muka Mbah Sukma langsung berubah.


"Apa dia melihatmu?"Mbah Sukma bertanya penuh kekhawatiran.Lucy mengangguk


"Kita saling berpelukan,Ayah merindukanku Nek, merindukan Lisa"Mbah Sukma diam tak bergeming."Dia mengajak kita tinggal bersama"Lucy menggenggam erat tangan keriput sang nenek."Kita tinggal disana yuk Nek"


Mbah Sukma menatap mata Lucy yang tertutup kaca mata"Apa kamu tahu seberapa besar bahaya yang akan kau dapat bila kita tinggal di sana ?"


"Lucy tidak tahu,dan tidak akan pernah tahu jika tidak mencoba."Jawaban Lucy membuat Mbah Sukma memahami apa keinginan cucunya itu.


"Nenek tidak akan pernah membiarkan kamu menghadapinya sendirian, Baiklah kita pindah ke sana"


Lucy tersenyum lebar ia memeluk Mbah Sukma dengan penuh rasa haru"Terimakasih Nek...Lucy sayang Nenek "


"Nenek juga sayang kamu Nak"Mbah Sukma mengecup kening Lucy.


"Aku akan beri tahu Mbak Laras dan Lisa "Mbah Sukma mengiyakan menyetujui usul Lucy.Lucy beranjak keluar dengan perasaan bahagia.

__ADS_1


"Aku tidak bisa menahanmu lagi Nak,Tapi aku akan selalu melindungimu walau nyawa menjadi taruhannya "Gumam Mbah Sukma lirih sambil menatap kepergian Lucy.


"Jadi Mbah setuju kita pindah kerumah Ayahmu??"Laras ingin memastikan sekali lagi pernyataan dari Lucy.Lucy mengangguk cepat.Laras tersenyum, Ia membelai anak rambut Lucy"Akhirnya kamu bisa bersama dengan Ayahmu Lucy"


"Iya Mbak, Lisa kalau dengar ini pasti seneng banget "


"Lah iya wong kata Mbah ayahmu wong sugih "Laras tersenyum lebar.


"Tapi besok saja aku bilang padanya, sekarang pasti dia lagi mimpiin cowok impiannya "


"Siapa ??"


"Si brengs*k Andrew "


"Tapi Andrew manggil Ayah dengan panggilan Tuan, Apa dia bawahan ayah?"


"Wuih... bagus itu,dia pasti segan Mo pacarin anak majikan "


Lucy tersenyum tipis mendengar celoteh Laras.

__ADS_1


Sewaktu Lisa mengemas buku-bukunya ke dalam tas, Lucy datang menghampiri."Boleh pinjam handphonemu"Lisa menautkan kedua alisnya,Tapi ia serahkan juga hpnya kepada Lucy.


"Tumben butuh hp,mau nelfon siapa ??"


"Ayah"Lisa kaget mendengar jawaban Lucy.


"Ayah?? maksudmu ?"


"Ayah kita,Kita akan pindah ketempat Ayah kita tinggal,Aku, kamu,Mbak Laras,Dan nenek"


"Kamu nggak lagi bercanda kan??"


"Emangnya aku suka bercanda?"Lucy balik bertanya.


"Nggak sih "Jawaban Lisa singkat meskipun banyak yang menjadi tanda tanya dihatinya.


"Hallo Assalamualaikum...yah ini aku,Lucy...aku sudah mengatakannya kepada semuanya.Iya mereka bersedia pindah.Nggak apa-apa kan kalau nenek dan Mbak Laras ikut..Iya yah... terimakasih.Lusa saja yah..kan hari Minggu.Ok...Assalamualaikum"Lucy mematikan hp lalu menyerahkan kembali hp milik Lisa.


"Kamu beneran serius kita bakal tinggal sama Ayah??"Lisa tetap tidak percaya.Dari dulu Lisa hanya mendapat cerita saja tentang Ayahnya dari Lucy,Mbah Sukma dan Laras.

__ADS_1


"Iya...kali ini kamu akan tahu secara nyata siapa Ayah kita "


Lisa tersenyum bahagia,dia tidak bisa membayangkan apa jadinya nanti kalau ia benar-benar tinggal dengan sang Ayah,yang menurut cerita dia adalah orang berada.


__ADS_2