SANG PEWARIS

SANG PEWARIS
SANG PEWARIS BAB 108 Rencana Antok


__ADS_3

Lisa menggeliat,ia mengerjapkan matanya beberapa kali.Kepalanya terasa pening sekali.


"Sudah bangun?"Ternyata Lucy sudah dari tadi berdiri disisi Lisa.


"Kepalaku sakit"Lisa meringis


"Kamu mabok dengan siapa?"Lucy tidak memperdulikan kesakitan yang Lisa rasakan.


"Mabok?gila kamu ya?"Lisa merasa Lucy sangat aneh.


"Jangan berdalih,cepat katakan atau aku bunuh teman-teman kamu yang semalam nemenin kamu"Lucy sudah kehilangan kesabaran.


Lisa mengernyitkan keningnya,ia mencoba mengingat semua kejadian malam tadi.Dia ingat dia diajak Antok ke tempat tongkrongannya.dia ditawari minuman,awalnya enggan tapi lama-kelamaan malah kebanyakan minum.


"Sudah ingat?"


"Biasanya tanpa dikasih tahu kamu pasti sudah tahu"Lisa malah ngeles.


"Aku hanya ingin kamu mengingat kebejatan yang Antok lakukan kepadamu"


"Yang Antok lakukan?"Lisa bingung dengan kalimat yang diucapkan Lucy.


"Jadi memang kamu tidak ingat"Lucy menarik kerah baju Kakaknya dengan kuat hingga tubuh Lisa sedikit terangkat"Antok sudah merenggut kesucianmu"


Lucy mencampakkan tubuh Lisa ke atas tilam.Lisa terpana dengan apa yang ia dengar dari Lucy.Antok sudah memperkosanya?Apa iya?Tapi kenapa ia tidak ingat apa-apa?

__ADS_1


"Sekarang apa yang akan kamu lakukan?"


"Aku,,aku benar-benar tidak ingat apa-apa?"Lisa memegang kepalanya yang berdenyut.Lucy menghela nafas dalam-dalam.


"Kamu istirahatlah,hari ini absen dulu.Kamu butuh waktu untuk mengingat semuanya "Lucy melangkah keluar kamar meninggalkan Lisa yang masih kebingungan.


___


Antok tertawa lepas bercanda ria bersama teman-temannya.Mereka sedang berkumpul didekat mobil Antok yang terparkir.


"Iya nih,Kalau kita giliran kan lebih seru"Tambah Vicky.Mereka tertawa lagi.


"Jangan,kalau Lisa kita gilir,berarti kita membunuh orang tua kita semua.Kalian tahu kan dia siapa?"


"Berarti kamu punya rencana besar?"Danu bertanya.


"Waaahhh kamu pinter banget Tok"Puji Danu.


"Ya iyalah,Andrew saja yang bodoh menolak gadis secantik dan sekaya Lisa"


pok pok pok pok


Suara tepuk tangan mengalihkan perhatian tiga cowok tersebut.Antok terbelalak lebar melihat siapa yang datang mendekat.Begitu juga dengan Danu dan Vicky.


"Ayo lari"Danu menarik tangan Antok agar menjauh dari Lucy.Namun gerakan mereka terhenti disitu.Ketiganya panik karena tubuh mereka tidak bisa digerakkan.

__ADS_1


"Kalian mau kemana?"Tanya Lucy yang sudah berada tepat di antara ketiganya.


Mereka tidak bisa menjawab atau berucap apapun.Mulut mereka kaku seperti orang yang terkena stroke.


"Hebat ya,habis melakukan kesalahan malah tertawa ngakak bahagia"Sindir Lucy sengit.


Ketiganya hanya bisa berkomunikasi dengan mata yang bergerak ke kanan dan ke kiri.Keringat dingin mulai merembes.Degup jantung sudah seperti pacuan kuda.


Lucy mengangkat dagu Antok dengan telunjuknya."Kamu ingat baik-baik,jika sampai Lisa kenapa-napa aku tidak akan segan lagi untuk melenyapkanmu"Lucy mulai mengancam"Kamu tidak yakin aku bisa?"


Pupil mata Antok mengecil karena ketakutan,Namun Lucy malah semakin gencar menakutinya.Ia mengambil sebuah pisau kecil yang terlipat.Lalu menempelkan ke pangkal leher milik Antok.Pisau itu sangat tajam,bersentuhan saja sudah melukai kulit bagian luar.Sehingga darah segar merembes melalui pori-pori kulit.


Ketiga sekawan itu tambah panik,wajah mereka pucat seperti mayat.


Kring Kring kring


Bel tanda masuk kelas berbunyi,Lucy menatap jauh ke arah kelas.Ia tersenyum penuh arti.


"Nasib kalian masih tertolong oleh bel,tapi aku pastikan lain kali takkan aku biarkan"


Lucy menarik pisau kecilnya dan menyimpannya kembali ke dalam tasnya.Ia pergi meninggalkan ketiga sekawan itu berdiri tetap mematung di parkiran.


Antok dan teman-temannya panik,tubuh mereka tetap saja kaku.Bersamaan dengan tak terlihatnya Lucy, Ketiganya terjelopoh ke tanah.Lutut mereka seperti lemas,tenaga mereka terkuras habis.


"Air...air..."Antok mengap-mengap seperti ikan yang kehabisan oksigen.Danu bersusah payah menarik tubuhnya masuk ke dalam mobilnya Antok untuk mengambil botol air mineral.

__ADS_1


Setelah ia meneguk minuman tersebut,barulah ia berikan kepada Antok, kemudian Vicky.Mereka ngos-ngosan seperti habis melakukan pekerjaan berat.Padahal cuma jadi patung.


__ADS_2