SANG PEWARIS

SANG PEWARIS
Sang Pewaris BAB 49 Adakah Alasan lain?


__ADS_3

Andika tersenyum tipis sambil menutup telfonnya.Ternyata tak perlu ia bersusah payah mencari cara agar Zulkarnain dan Niken ayu bertengkar.Ia pun sudah mensugesti Mumun agar mengompori Niken.


Sekarang tinggal tunggu kabar baiknya saja.


__Niken masih dengan rutinitas seperti biasa,ia membantu Mbok Darmi memotong sayuran.


"Nya maaf kalau saya lancang"Mumun memulai aksinya.


"Ada apa Mun?"


"Kemarin malam saya menguping kalau Bibiknya Tuan datang ya??"


"Iya"


"Kenapa nggak kesini ya Nya??"


"Tak tahulah Mun...Mas Zul malah memboking hotel "


"ckckck "Mumun geleng-geleng kepala."Tuan memang keterlaluan, kalau Non Aida pasti sudah kenal dekat dengan beliau.Buktinya kesini saja bersama ibunya Non Aida"


Tangan Niken yang tengah lincah memotong kubis mendadak mematung.


Mumun senang sekali melihat respon Niken,ia berpura-pura cuek dan melanjutkan pekerjaannya.


"Mas..."Niken bersuara, Zulkarnain yang tengah membantu NOUVAL makan mendadak terhenti.Ia menoleh ke arah istrinya.


"Ada apa ??"


"Aku ingin Bibik dan Ibunya Aida datang kesini"


"Apa kau sudah gila?"

__ADS_1


"Apa salah jika aku mengenal keluargamu?? Kalau Aida tidak mungkin kamu akan bersikap seperti ini "


"Jangan kau samakan dirimu dengan Aida,beda kelas "


"Aku sama-sama istrimu Mas"


Zulkarnain menderu nafas kesal.Ia segera menyelesaikan menyuapi NOUVAL.Lalu bergegas menggendong NOUVAL dan dibawanya keluar.


Niken diam membatu di tempat yang sama.Ia sudah tidak bisa tahan lagi.Zulkarnain tidak mencintainya tidak masalah,tapi dia berhak untuk diperlakukan sebagai mana seorang istri.


"Mas Zul tidak mau mengenalkan diriku kepada Bibiknya,maka aku akan memperkenalkan diriku sendiri kepada beliau"Niken memantapkan niat .


Seusai sarapan, Niken bergegas pergi ke Hotel tempat 2wanita tua itu menginap.Dia memang tidak tahu di kamar nomer berapa mereka menginap, tapi mereka pasti juga keluar mencari makan.Karena itu dengan sabar Niken menunggu Di Lobi hotel yang menyediakan restoran cepat saji.


Pucuk dicinta ulam pun tiba,2wanita itu benar-benar keluar untuk makan di restoran tempat Niken menunggu.


Keduanya duduk tidak jauh dari tempat Niken ayu duduk.Seusai memesan makanan, Niken langsung menghampiri keduanya.


Dua wanita tua itu sama-sama heran.


"Boleh saya duduk"pinta Niken.


"Boleh"jawab Bu Ijah.Niken memilih tempat duduk diantara keduanya.


"byibik sama Ibu belum mengenal saya bukan ??"


Bu Ijah dan Bu Minah menggeleng hampir bersamaan.


"Saya Niken istrinya Mas Zul"


"Ooohhh istrinya Zul toh"Bu Ijah menepuk punggung tangan Niken."Kok bisa tahu kami disini"

__ADS_1


"Mas Zul yang cerita Bik"


"Iya iya iya"


"Saya datang kesini mau menjemput Bibik dan juga Ibu untuk tinggal di Villa saja"


"Mmm tapi Zul menyuruh kami tinggal di hotel saja nak"jawab Bu Minah.


"Iya Bu saya tahu...tapi rasanya tidak etis kalau Ibu sama Bibik tinggal di hotel, padahal kalian datang jauh-jauh masak nggak disambut ditempat tinggal kami"


Bu Ijah dan Bu Minah saling berpandangan.


"Ibu juga belum bertemu Papa kan??"


Bu Minah menggeleng.


"Kan gimana ya,udah datang kesini masak nggak menyapa besan"


Kedua wanita itu diam berpikir sejenak.


"Bagaimana Bik? Bu ?mau ya datang ke tempat tinggal kami"


"Apa tidak lebih baik menunggu Zul saja?"usul Bu Minah yang disetujui oleh Bu Ijah.


"Kita buat kejutan saja Bu... pasti dia tidak menyangka kalau aku akan menerima kalian dengan tangan terbuka dirumah kami"Niken tidak kehilangan akal.


Bu Minah sangat ragu, begitu pun dengan Bu Ijah.Melihat raut wajah mereka, Niken sudah kehabisan akal untuk meyakinkan.Hatinya jadi curiga"apa benar alasan Mas Zul tidak mempertemukan kami karena melindungi aku atas perbuatanku?? ataukah ada alasan lain ?? Sehingga mereka enggan sekali bertemu denganku"


"Maafkan kami nak, bukan kami menolak.Tapi biar kami menunggu Zul saja"Ucap Bu Ijah sopan sambil meremas tangan Niken ayu.


Niken tidak bisa memaksa lagi.Jujur ia kecewa tapi apalah daya.?????

__ADS_1


__ADS_2