
Ting
Bunyi pintu Lift akan terbuka, Andika melangkah keluar Lift dan tanpa sengaja ia terserempak dengan Santi yang sepertinya ingin naik Lift.
"Eh tunggu Bu Santi"Seru Andika menghentikan langkah Santi.wanita itu menoleh dengan penuh tanda tanya."Bisa saya bicara dengan anda sebentar?"Andika mengajukan permintaan.
"Emmmm Baiklah"Santi menyanggupi.Ia rasa pun perlu berbicara dengan adik tiri Zulkarnain ini.
Andika mengarahkan untuk duduk di cafe yang khusus untuk karyawan GRAND GOLDEN GROUP.Setelah mereka memesan minuman barulah mereka memulai pembicaraan yang serius.
"Bu Santi saya perhatikan selalu datang setiap hari kesini?Apa memang urusan kerja atau hal lain?"
Santi tersenyum mendapat pertanyaan yang notabene menyelidiki."Saya kesini karena urusan pribadi dengan Pak Zulkarnain"Santi tidak berniat menutupi.Toh Zulkarnain sudah bicara dengan Andika.
Kini giliran Andika yang tersenyum penuh arti."Apakah Bu Santi tahu status Abang saya?"
"Jelas,karena Mas Zul tidak menyembunyikan sesuatu apapun dari saya Pak Andika.Termasuk ketidak harmonisan keluarganya"Santi sengaja memberikan tekanan disetiap kalimatnya.
Andika manggut-manggut sambil tersenyum penuh misteri "Apa dia juga cerita tentang putra-putrinya?"
Santi mengernyitkan keningnya,pertanyaan Andika seperti mengandung maksud lain.
__ADS_1
"Dilihat dari wajah anda sepertinya Abang saya belum memberi tahu apapun tentang mereka"
"Memangnya ada apa dengan anak-anak Mas Zul?"timbul rasa penasaran dihati Santi.
"Nanti anda juga akan tahu,tidak perlu khawatir.Jika niat anda mendekati Abang saya baik,maka semua akan baik-baik saja.Akan tetapi...."Andika mendekatkan wajahnya ke hadapan Santi"Jika anda menyimpan niat terselubung,maka anda tidak akan bisa masuk kedalam keluarga Prasetyo Adjie "
Santi tersenyum sinis"Ini sebuah ancaman atau tantangan Pak Andika"
"Tidak untuk keduanya Bu Santi.Ini adalah kenyataan,karena keluarga Prasetyo Adjie bukanlah keluarga biasa"
Perseteruan mereka terhenti sejenak ketika pesanan keduanya dihidangkan.
Santi tertawa renyah,ia juga menyeruput kopi susunya "Bukan tipe saya Pak Andika jika harus mundur tanpa berperang"
"Anda akan menyesali keputusan anda Bu Santi"
"Saya tidak akan pernah menyesal,justru saya akan sangat menyesal jika harus mundur tanpa berusaha"
"Usaha anda akan sia-sia.Percayalah"
"Saya anggap kata-kata Anda adalah motivasi saya agar terus memperjuangkan Mas Zul"
__ADS_1
Andika tersenyum miring"Anda seseorang yang ambisius ternyata"
"Lebih dari pada itu Pak Andika "
Andika menghela nafas"Baiklah,saya akan lihat nanti seperti apa hasilnya.Yang terpenting saya sudah memperingati Anda"
Andika bangkit setelah pamit ia pergi lebih dulu meninggalkan Santi.
Santi menatap punggung laki-laki itu sampai hilang ditelan perut mobil.Ia menghela nafas panjang."Apakah amaran dari Andika itu benar ataukah hanya menginginkan aku meninggalkan Zulkarnain?"Pikiran Santi bermonolog sendiri.
"Tidak!!aku tidak boleh terprovokasi terhadap ancaman-ancaman Andika.Aku harus berjuang sepenuh hati dan tidak ada kata menyerah"
Santi bangkit lalu melanjutkan langkahnya yang tertunda tadi.
___Zulkarnain sudah terhanyut dalam buaian asmara.Setiap kali Santi datang setiap itulah ia akan bercinta.Hingga pekerjaannya terbengkalai dan Andika lah yang menjadi sasaran empuk semua pekerjaan yang tak terselesaikan.
Andika ingin menolak,tapi segan juga karena Abang nya sangat baik kepadanya.Andika sangat berharap keponakannya yang sakti menurutnya itu bisa menyingkirkan wanita sial*n yang bernama Santi.
Tapi bagaimana caranya mempertemukan Lucy dan Santi??Kapan Abangnya akan memperkenalkan Santi kepada anak-anaknya?Tak sabar rasanya melihat Lucy mengerjai Santi.
Hmmmmmm..
__ADS_1