
Sebelum keluar kamar, Niken akan beres-beres di kamarnya kemudian di kamar sebelah tepatnya di kamar Zulkarnain tidur bersama NOUVAL anaknya.Zulkarnain tengah mandi, sedang kan NOUVAL masih nyenyak tidur.Setelah mengambil baju-baju kotor, Niken menciumi pipi anaknya kemudian berlalu keluar.
Satu persatu baju dimasukkan ke dalam mesin cuci.Dan alangkah kagetnya Niken ketika melihat kemeja putih milik Zulkarnain terlihat ada noda bibir merah.
Rasa cemburu menyeruak didadanya.Zulkarnain tidak bisa mencintainya,mungkin ini masih bisa diterima oleh hatinya.Tapi jika Zulkarnain malah mencintai wanita lain,ini tidak bisa diterimanya.
Niken membawa baju itu menuju kamar Zulkarnain.
"Apa ini??"tanya Niken dengan suara agak lantang.Zulkarnain menoleh, saat itu dia tengah menyisir rambut NOUVAL.
"Ada apa ??? kenapa pagi -pagi sudah marah-marah ?? didepan NOUVAL lagi"
"Siapa wanita itu ??"bukan menjawab Niken terus menyelidik.
"Wanita siapa maksudmu ??"
Niken melempar baju itu ke wajah Zulkarnain.
"Niken!!!"Zulkarnain membentak keras.Membuat Niken ayu langsung pias.Nouval pun langsung menangis karena kaget mendengar bentakan papanya.Ia berlari berhambur ke pelukan sang mtama.
"Kau jangan kurang ajar,Aida tidak pernah sekurang ajar itu padaku.Meskipun disaat aku menikahimu.Jadi jangan macam-macam kamu!!"
__ADS_1
"Aku begini karena kamu telah berani selingkuh"bantah Niken dengan nada bicara yang sudah dipelankan.
"Selingkuh dengan siapa ?? kamu punya bukti ??"
"Lihat baju itu "tunjuk Niken.
Zulkarnain memungut bajunya di lantai,dan mengamatinya.
"Noda lipstik siapa itu ??"sambung Niken.
"Aku tidak tahu.. mungkin punya mu"jawab Zulkarnain seadanya.
Zulkarnain berpikir memutar otak, karena sememangnya dia tidak pernah dekat dengan wanita manapun.Lalu tiba-tiba dia ingat kalau kemarin dia sempat dengan sigap menolong sekertarisnya yang hampir jatuh karena tersandung.Mungkin saat itulah tanpa sengaja noda itu nempel.
"Hmmmmm"Zulkarnain menghela nafas.
"Sudah ingat siapa yang punya bibir ???"
"Kemarin aku menolong Denies yang kesandung dan hampir jatuh.Mungkin saat itu tanpa sengaja noda itu ada "
Niken ayu tidak bertanya lagi,dia percayai karena Zulkarnain tidak pernah berbohong.
__ADS_1
Zulkarnain melangkah menghampiri,lalu mengambil alih menggendong NOUVAL yang masih sesenggukan menangis di pelukan Mamanya.
"Maafin Papa ya sayang"ucap Zulkarnain lembut sambil mencium NOUVAL.Anak itu mengangguk lugu.
Niken keluar tanpa kata, hatinya terenyuh karena Zulkarnain begitu mesra dengan anaknya tapi tidak dengan dirinya.Andai saja dia juga minta maaf dengan mesra begitu?? Entahlah??
Sambil melanjutkan pekerjaannya memasukkan pakaian kotor ke dalam mesin cuci, Niken terngiang-ngiang akan kalimat Zulkarnain yang membandingkan dirinya dengan Almarhum Aida.
"Sungguh beruntung sekali dia... meskipun sudah tiada tetap dicintai"Niken membatin.
Tanpa Niken sadari sejak dari tadi Mumun sedang memata-matai nya.Waktu ketegangan didalam kamar pun Mumun sempat menguping.Setelah itu buru-buru Mumun menelfon seseorang.
"Kamu jangan gitu lah Mun... masak majikan sendiri dikhianati"tegur mbok Darmi setelah Mumun menyelesaikan panggilan telfonnya.
"Aku loh Mbok yang merasa terkhianati.Jadi selama ini Non Niken yang telah membunuh ndoro kita.Dan Tuan tahu malah tidak berbuat apa-apa.sakit hatiku Mbok"
"Iya siapa tahu Tuan sudah memaafkan Non Niken.Buktinya dulu sebelum den NOUVAL ada,sikap Tuan sama Non Niken kan nggak baik toh"
"Pokoknya aku nggak terima Mbok,aku nggak mau pembunuh itu hidup seenak kentutnya "
Mbok Darmi menghela nafas.Mumun memang begitu sangat bebal kalau diingetin.
__ADS_1