
Zulkarnain mengangkat tubuh Nouval yang pingsan karena hampir saja sebuah pisau menancap di batang hidungnya.Niken menggerutu mengikuti langkah suaminya.Ia tidak punya nyali jika harus berhadapan dengan Lucy.
Andika dan Soraya masih terpaku tak percaya dengan apa yang dilihatnya baru saja.Karena pisau itu begitu cepat melesat.Seperti panah yang dilepaskan dari busurnya.
Laras memilih meninggalkan ruang makan dan masuk kedalam kamarnya,Mumun pun memilih berkutat di dapur.Ia ngeri sendiri kalau melihat Lucy marah.
Di ruang makan itu hanya tinggal mereka bertiga."Om dan Tante tidak mau pergi juga?"Lucy meneguk minumannya.Andika dan Soraya saling beradu pandang.Entah kenapa tubuh mereka terasa kaku.
Karena tak ada respon,Lucy beranjak pergi.
___
Santi mengambil nafas dalam-dalam sebelum ia membuka pintu ruang kerja Zulkarnain.Ia memantapkan niat bahwa hari ini ia tidak boleh gagal lagi.Setelah bisa menguasai keadaan,dengan senyum terulas Santi mulai menekan tombol pintu.
"Hay"Sapanya begitu melihat Zulkarnain.Zulkarnain membalas dengan senyuman,ia menonaktifkan komputernya lalu bangkit menyambut Santi.
"Sudah sarapan belum?"Tanya Zulkarnain seperti sedang bertanya kepada seorang kekasih.
"Sudah"Santi memilih duduk satu tempat dengan Zulkarnain.Otomatis adegan kemarin yang tertunda terulang kembali.
"Kau agresif sekali"ucap Zulkarnain begitu lirih.Santi tersenyum,ia menarik wajah Zulkarnain agar lebih mendekat.******* nafas keduanya saling bertemu dalam satu ******* bibir.
__ADS_1
Santi benar-benar tidak membuang-buang waktu lebih lama lagi.Ia melucuti kancing bajunya sendiri agar Zulkarnain lebih cepat jatuh dalam rengkuhannya.
Zulkarnain sudah tak tahan dengan pemandangan yang tersaji,ia menelusuri setiap inci dengan kecupan hangat.Zulkarnain seperti seorang yang melepas dahaga ditengah Sahara.Keduanya bergumul dalam kehangatan satu sama lain.
__"Ayah"Lucy tersentak,ia seperti mengalami mimpi buruk padahal dirinya tidak tidur.Perasaannya tak enak,ia sangat gelisah sehingga kehilangan fokus dengan pelajaran yang diberikan Pak Choki.
"Lucy!!!"Bentak Pak Choky.Lucy gelagapan,ia seperti merasakan sesuatu yang tidak baik sedang terjadi.
Karena merasa tak dihiraukan,Pak Choki menghampiri tempat duduk Lucy.Ia menggemprak meja membuat semua siswa-siswi melihat kesatu titik.
"Kalau kamu tidak punya niat untuk belajar,lebih baik keluar!!jangan Mentang-mentang Ayahmu seorang yang dihormati di sekolah ini kamu mau bertindak sesuka hati"Pak Choki mencerca Lucy dengan tonase nada suara yang tinggi.Lucy bangkit dan tanpa berkata apapun ia melangkah keluar kelas.
"Hey!!! tunggu!!"Teriakan Pak Choki menghentikan langkah Lucy,guru yang terkenal killer itu menghampiri Lucy."Berani kau yah sama gurumu?!!"
"Kau ini memang suka membangkang,cepat cuci toilet sekolah ini.Jangan berhenti sebelum aku suruh berhenti"Pak Choki menjatuhkan hukuman kepada Lucy.Lucy tak membantah,ia keluar untuk menjalani hukuman.Meskipun itu terasa kurang adil baginya,ia bisa apa?
30 menit kemudian pelajaran usai bersamaan dengan lonceng tanda jam istirahat.Lisa berlari cepat ingin melihat keadaan saudara kembarnya.Meskipun kemarin ia terlibat pertengkaran,namun jiwa keduanya terhubung satu sama lain.
"Lucy"Lisa melihat saudaranya sedang mengepel toilet guru.Lucy mendongak,ia tersenyum."Kamu tidak apa-apa?"
"Aku baik-baik saja"Lucy menjawab dengan tenang.
__ADS_1
"Aku bantuin yah"
"Jangan nanti kamu kena marah sama Pak Choki,udah sana nggak usah khawatir.Aku baik-baik saja kok"
Mina yang juga ada ditempat itu menepuk pundak Lisa sembari berbisik"Ada Pak Choki"
Lisa menoleh,ia menarik tubuhnya menjauhi tempat itu.
Pak Choki manggut-manggut melihat hasil kerja Lucy.Ia sudah melihat keseluruhan toilet di sekolah semua sudah siap dibersihkan oleh Lucy "Cepat juga dia buat kerja,bersih pula"Puji Pak Choki dalam hati.
__Lisa melihat ke arah toilet dengan air mata mengalir deras.Ia tak tega melihat Lucy melakukan semua pekerjaan itu.Apalagi dia dihukum dengan kesalahan yang tak tahu apa yang salah?
"Kok kamu nangis?"Mina bertanya.
"Aku nggak sanggup melihat Lucy menjalani hukuman yang tidak jelas apa salahnya.Pak Choky memang keterlaluan,akan aku adukan ke kepala sekolah"
"Sebaiknya jangan menambah masalah Lisa,nanti bukan kita menolong malah makin membuat Lucy mendapat masalah"
"Tapi aku tidak bisa melihat dia diperlakukan seperti itu"
"Aku juga,tapi selama ini dibatas wajar sih biarkan saja.Toh Lucy baik-baik saja"
__ADS_1
Lisa menghela nafas kesal,ia memutuskan untuk menunggu Lucy ditempat itu.