SANG PEWARIS

SANG PEWARIS
SANG PEWARIS BAB 59 Lisa si Manis


__ADS_3

Fajar sudah mulai menyingsing, Matahari sudah mulai menampakkan sinarnya.Meskipun panasnya belum sempurna.


Lucy menyibak tirai di kamar, Sinar mentari menelesup masuk menerpa tubuh Lisa yang masih terlelap.Ia merasakan silau dimatanya.


"Lucyyyyy tutup tirainya"


Bukannya ditutup malah Lucy semakin membuka semua tirai, Alhasil tubuh Lisa menghangat oleh sinar matahari.


"Iiiiihhhh"Lisa terpaksa bangun."Bisa nggak kamu jangan kacau mimpi indahku"


"Emang mimpi apaan??"Lucy duduk dibibir kasur.


"mmmm mimpiin pangeran Andrew "dua tangan Lisa saling bergenggaman."Dia tampan sekali Lucy "


"Pantat sapi saja tampan buat mu"Lucy meraih handuk lalu dilempar ke wajah saudaranya."Cepat mandi "


"huhh!!"Lisa mendengus kesal.Ia turun dari tilam lalu menuju kamar mandi.


Kini keduanya menyewa kamar kost lain, sudah tidak tinggal di warung lagi.Hanya Laras yang tidur di warung.


"Lisaaaaaa cepat!!"Seru Lucy dari atas sepeda motornya.


"Udah bawa bekal belum ??"Mbah Sukma yang sudah sepuh dan berjalan memakai tongkat keluar dari kamarnya.


"Udah anak SMA masak masih mau bawa bekal Nek"Lisa menjawab, ia baru saja keluar membenahi bajunya.


"kalau makan di kantin pemborosan namanya"Timpal Laras yang baru saja keluar dari warung membawa 2kotak nasi.1 untuk Lucy dan 1 untuk Lisa.


"Tapi udah ketinggalan zaman lah Mbak, kayak anak TK aja"Lisa memakai helm dan mengambil kunci motor,ia mencium tangan Mbah Sukma terus lanjut ke Laras.


"Hati-hati jangan ngebut"ujar Laras kepada kedua adiknya,Lisa mengangguk.Lucy sudah siap disudut belakang.


"Lisa berangkat dulu ya Nek"


Lisa menstrater motor Scoopy nya, Lucy melambaikan tangan dibalas oleh Mbah Sukma dan Laras bersamaan.

__ADS_1


"Tidak disangka mereka sudah jadi anak gadis ya Mbah"Laras memandangi kepergian adik-adiknya.


"hmmmm Mbah sangat berterima kasih padamu Laras, sudah Sudi dan setia tinggal bersama kami"


"Mbah ini apa-apaan sih "Laras tersenyum haru.


"Assalamualaikum..."seru seseorang dari arah depan warung.Laras melongokkan kepalanya.


"Waalaikum salam...eh pyak Jayadi"


Pak Jayadi mengulum senyum,ia mencium tangan Mbah Sukma.


"Ini saya bawakan sembako dan uang jajan buat Lisa dan Lucy"


"Aduuuhhh baru tanggal 28 belum tanggal 1"seloroh Laras sambil menerima pemberian bulanan dari pak Jayadi.


"Mumpung ada rejeki,dan juga saya lebihkan untuk si Mbah"


"Aduuuh yang biasa aja udah lebih dari cukup ini kok malah ditambahin"sambung Mbah Sukma.


Memang sejak kejadian malam itu, Pak Jayadi benar-benar taubat.Ia justru sangat sayang kepada Rudi,dan juga kepada Lisa Lucy.Dia pun memberikan biaya bulanan untuk Lisa Lucy.


__Setelah memarkirkan sepeda motornya,Lisa dan Lucy beriringan berjalan menuju kelas.


"Hay Lisa...."sapa Anton,ia dan ganknya menghadang langkah si kembar."Kenapa aku chat nggak dibalas ??"


"Aku ngantuk"jawab Lisa cuek,ia menerobos pagar betis para jantan sambil terus menggandeng tangan Lucy.


"Kan bisa aku temenin"goda Anton disertai gelak tawa teman-temannya.Ia berusaha mensejajari langkah Lisa namun ada Lucy.


"Hey cewek aneh boleh minggir nggak "


Lisa seketika menghentikan langkahnya,Lalu menoleh kearah Anton.


"Ton Kalau begini caranya kamu deketin aku, Sampai kiamat pun aku takkan Sudi kenal sama kamu!!"Lisa menegaskan sikapnya.

__ADS_1


"Lucy saudaraku,dia adikku!!kau paham itu"


"I-iya sorry "Anton jadi gugup.


Lisa segera menarik tangan Lucy dan pergi dari hadapan Anton the Gank.


Lisa dan Lucy duduk berjejer depan belakang.Seperti biasa,Lisa selalu senantiasa bawa make-up didalam tasnya.


"Lisa ..kamu sudah cantik jangan asyik bercermin, nanti hilang cantikmu diambil cermin"Celoteh Mina.


Lisa tidak menggubrisnya,Ia malah terpana sewaktu melihat Andrew kakak kelasnya lewat didepan kelas Lisa.


"Siapa yang kau lihat sampai menganga begitu"Mina jadi penasaran,Ia melihat kearah mata Lisa memandang."Ooohhh si Romeo ternyata,Hey!!! Romeo"Mina malah berseru lantang membuat Lisa mati kutu.Ia mencubit lengan temannya itu.


"Auu sakit Lisa"


Tidak disangka Andrew menoleh meskipun tidak menyebut namanya tapi entah kenapa ia ingin menoleh.Andrew terpaku terpacak didepan pintu kelas XA.Ia seperti melihat sesuatu yang ia cari.


Lisa jadi salting karena dilihat pujaan hatinya dengan mata yang mendebarkan jiwa.


"Hey brow...kelasmu masih jauh, ngapain diam disitu ??"Seru teman Andrew yang baru menyadari kalau Andrew ketinggalan.


Tapi Andrew tidak bergeming,ia terus menatap kearah dimana gadis yang dilihatnya semalam berada.


"Ohhh pantes... kepincut adek kelas ya"Juki meledek temannya itu.Ia juga mengagumi kemanisan wajah Lisa.


"Ayok cepat sebelum guru killer kita masuk kelas, kalau mau nanti kita datengin pas istirahat "usul Dion.


"Ayok brow"Juki menarik tangan sahabatnya.Andrew pun terpaksa ikut.


"Aduhhh"Lisa berjikrak-jingkrak.


"Senangkan?? happy kan?? bukan terima kasih malah dicubit"Mina menggerutu.


"Sorryyyy.... Makasih Mina sayang"

__ADS_1


Mina mencebikkan bibirnya.Lucy hanya tersenyum tipis melihat tingkah saudaranya itu.Ia sendiri tidak menyadari kalau Andrew lah yang melihatnya tadi malam.Karena ia tidak mengecam orangnya sama sekali.


__ADS_2