SANG PEWARIS

SANG PEWARIS
BERTEMU DENGAN KELUARGA DIABLO


__ADS_3

Diablo datang bersama istri, anak dan cucu-cucunya. Kepala keluarga, Diablo menunduk ketika Virgou ada dihadapannya. Sosok pria yang membawa putranya, Gomesh dan merawat pria itu menjadi raksasa seperti sekarang.


"Terima kasih," ucapnya lirih.


Virgou ingin sekali mengerjai pria itu, tetapi melihat tatapan semua bayi yang memandangnya, ia jadi kesal sendiri.


"Baby!" panggilnya pada Rion.


Bayi besar semua orang itu tengah berada di ruangan lain. Magnet semua bayi, tentu membuat anak yang usianya sama dengan Maryam itu beralih pada sosok tampan itu.


"Bawa mereka main bersama adik-adikmu!" titah pria itu.


Rion membawa belasan anak kecil untuk ikut bersamanya. Azizah yang ada di belakang suaminya langsung menggandeng beberapa anak dan bermain dengan yang lainnya.


Bart, Frans dan Leon sedang ada di perusahaan bersama Bram. Dominic sekalian mengunjungi perusahaan utama yang kini menjadi cabang karena ia memindahkannya di Indonesia.


Darren, Demian, David dan Jac mengurusi pesta pernikahan yang akan dilangsungkan beberapa hari lagi.


Virgou menjaga di rumah. Pria itu diberitahu oleh Gomesh jika ayah dan ibunya akan datang. Walau tak menyangka jika semua anak Diablo ikut. Kini mereka duduk di ruang tamu.


"Kami, terlebih saya, ingin mengucapkan terima kasih pada anda Tuan Black Dougher Young," ujar pria tua itu.


"Sudahlah, semoga ini jadi pelajaran semuanya. Jika kau tak membuang Gomesh, aku tak mendapatkan pria kuat itu!" sahut Virgou.


Diablo menunduk ketika mendengar kata dibuang itu. Hatinya sakit, ia merasa bersalah. Tetapi semua sudah berlalu dan kini mereka berkumpul kembali.


"Gomesh tadi kusuruh pergi mengurusi sesuatu. Oh ya, sebentar," ujar Virgou.


"Maria!" panggilnya.


Seorang wanita berparas cantik dan berkulit sama dengan Gomesh datang. Virgou memperkenalkan istri Gomesh.


"Kau cantik sekali Nak," puji istri dari Diablo.


"Nyonya juga cantik," balas Maria.


"Jangan panggil aku Nyonya, Nak. Gomesh adalah putraku, panggil aku Mommy ya," pinta wanita itu.


"Baik Mommy," sahut Maria.


"Maria bawa anak-anakmu agar mengenal kakek dan nenek juga paman dan bibinya!" titah Virgou.


Semua anak datang, Virgou menepuk dahinya.


"Atuh anat Papa Domesh!" ujar Maryam memperkenalkan diri.


"Atuh judha!' sahut Fathiyya.

__ADS_1


"Atuh judha!' sahut Harun.


Tentu hal itu membuat Diablo bingung. Virgou akhirnya memperkenalkan siapa saja anak Gomesh.


"Ini Domesh yang paling tua, ini Bomesh, Ini Bariana dan dua kembar sepasang Rafael dan Angel!"


"Daddy ... atuh judha anat Papa Gomesh!" aku Arsyad.


"Atuh ... atuh!' pekik Arsh tak mau kalah.


Diablo tiba-tiba menangis hingga semua anak mengerumuninya, Maryam yang paling halus perasaannya langsung ikut menangis.


"Opa ... janan nayis. hiks ... hiks!" ujarnya sedih.


"Cup ... cup ... cup!' Aaima menepuk paha pria tua itu.


Diablo banyak belajar bahasa Indonesia semenjak tahu jika putranya menikah dan tinggal lama di negara kepulauan itu. Geomitha mengajarinya bahasa yang kini menjadi bahasa wajib yang dikuasai oleh seluruh negara.


"Aku tidak apa-apa, aku tidak apa-apa," ujar pria itu.


"Kalian mainlah," suruh Maria pada anak-anak.


Semua kembali bermain, Diablo menghapus air matanya, sang istri mengerti dan mengusap punggung suaminya. Enam anak yang lain hanya diam bersama pasangannya.


"Aku tak menyangka, kalian ... maksudku anak-anak tadi begitu antusias mengaku sebagai anak Gomesh. Sedangkan aku ... ayahnya ... hiks ... hiks ... malah membuangnya dan menyuruhnya menjadi perampok," ujarnya tergugu.


"Dad," panggilnya.


Maria mendatangi suaminya dan menjelaskan apa yang terjadi. Gomesh sedikit tersenyum, pria itu kini duduk bersimpuh di depan ayahnya. Diablo langsung memeluk putranya.


"Maafkan Daddy Nak ... huuuuu ... uuuu!!"


Gomesh memeluk erat ayahnya. Sang ibupun ikut memeluknya dan meminta maaf. Semua larut dalam haru biru. Terra datang bersama Khasya dan lainnya.


Virgou menyambangi mereka dan membiarkan Kekuarga itu bercengkrama.


"Aku mau kenal bapaknya Virgou," bisik Haidar dengan kepala yang mencari tau sosok yang dulu membuang pria besar itu.


"Hais ... udah ah!" ajak Virgou menarik adik iparnya itu.


Setelah bertangis-tangisan kini Gomesh memperkenalkan semua keluarganya, Lidya, Safitri dan Putri serta Aini datang bersama suami mereka masing-masing.


"Ini cinta pertamaku Dad," ujar Gomesh memperkenalkan Lidya pada sang ayah.


Wanita bertubuh mungil itu mencium punggung tangan pria itu. Diablo langsung menarik dan memeluk Lidya.


"Ah ... Gomesh benar, kau lah sumber cinta itu," ujarnya lirih.

__ADS_1


Anneth juga memeluk Lidya, sumber obat dari Gomesh dengan semua luka di hatinya. Wanita itu mengeratkan pelukannya.


"Terima kasih sayang ... terima kasih," ujarnya lirih.


Kini semua berkenalan, Terra menyambut keluarga Gomesh dengan senyum indah. Haidar juga menyalami semuanya. Keseluruhan saudara Gomesh adalah pebisnis. Tentu Haidar tau, walau bisnis mereka tak sebesar miliknya.


"Sudah, ayo kita makan siang. Grandpa katanya makan di luar bersama lainnya, jadi menyuruh kita untuk makan dulu," ujar Virgou.


Mereka makan dengan penuh kehangatan. Geonesh merasakan arti keluarga di sana. Anak-anak semua menurut terlebih ada pawang bayi itu yang begitu tampan bersama istrinya.


Usai makan siang Diablo pamit pulang dan berjanji akan datang ketika pesta pernikahan Rion. Anak-anak sedih, mereka berpelukan. Walau memakai bahasa yang berbeda entah kenapa mereka akur-akur saja bicara.


Akhirnya mereka pulang walau dengan tangis dan lambaian tangan. Diablo terisak di mobil, sang istri menenangkan pria itu.


"Aku merasa malu pada anak-anak itu sayang," ujar pria itu tergugu.


"Aku juga. Mereka baru kita kenal, tetapi kasih sayang bisa aku rasakan," ujar Anneth.


Geonesh yang menyetir hanya diam. Dari keluarga besar itu kali ini ia akan mencoba menurunkan semua egonya. Bertemu dengan putrinya dan meminta maaf.


"Larissa masih enggan menemuimu Nak?" tanya sang ibu.


"Iya Mom," jawab pria itu.


Kini mereka sampai di rumah besar. Gomesh memang tak menginginkan harta miliknya, terbukti dengan ia membagi kembali harta warisan yang ia dapatkan kepada semua saudaranya.


"Aku mencoba menemuinya lagi dan meminta maaf, sekaligus memberi bukti jika aku terus menafkahi dia semenjak berpisah dengan ibunya," ujar Geonesh lagi.


Sementara di rumah besar, semua santai. Siang itu Virgou membebaskan anak-anak walau sebagian tidur siang setelah bermain tadi.


Kaila dan Dewi berhasil menyelip dan keluar kastil, dua remaja tanggung itu diikuti Adiba.


"Kak, mau kemana?" tanya gadis itu.


"Mau jalan-jalan," jawab Dewi.


"Pake apa? Jauh loh," ujarnya memperingati.


"Waktu Kak Nai sama Kak Arimbi dan Kak Maisya kan kita ada di hotel semua," ujar Adiba.


Kaila dan Dewi menghela napas panjang, untuk naik taksi pasti ketahuan, karena pengawal ada di mana-mana. Terlebih banyak wartawan yang pasti mengikuti mereka. Satrio yang baru datang melihat tiga anak gadis yang tengah berkumpul di teras samping kastil. Remaja itu sangat tau apa yang diinginkan ketiganya. Reno mendatangi mereka.


"Nona, Tuan muda Satrio mengajak anda semua ikut dia,"


Hal tersebut disambut senyum Kaila dan Dewi, Adiba ditarik ikut serta. Satrio mengajak tiga anak perempuan itu berjalan-jalan ke sebuah mall besar. Mall sama tempat di mana kemarin Arimbi dan Nai juga Maisya datangi.


bersambung.

__ADS_1


Next?


__ADS_2