SANG PEWARIS

SANG PEWARIS
SANG PEWARIS BAB 122 Wajah Asli Santi


__ADS_3

"Lepasin Mas"Santi meronta.Tapi Zulkarnain terus saja menariknya hingga ke halaman Rumah.Barulah ia melepaskan cekalannya.


Santi mengusap pergelangan tangannya,rasanya ngilu sekali bekas cengkraman tangan Zulkarnain.


"Ngapain kamu datang,aku kan sudah melarang kamu"Hardik Zulkarnain.


"Tapi kamu janji akan memperkenalkan aku sama anak-anakmu Mas"Santi membantah cepat.


"Iya memang tapi nanti "


"Kapan?"


"Kalau sudah waktunya tepat"


"Sampai kapan Mas?"


Zulkarnain mengusap wajahnya dengan begitu frustasi.Namun begitu melihat kehadiran Lucy,raut wajahnya langsung berubah.


"Lucy"


Lucy menguntumkan senyum,ia melangkah mendekat."Kenapa tamunya malah ditarik keluar Yah?"Lucy menyimpulkan pertanyaan yang membuat Zulkarnain salah tingkah.

__ADS_1


"Aku adalah tamu spesial Ayahmu"Santi angkat bicara dengan begitu percaya diri.


"Spesial??"Lucy menatap Ayahnya,namun Zulkarnain berusaha menghindar dari tatapan putrinya.


"Kalau anda spesial berarti anda harus kenal dengan saya Tante"Lucy membuka kacamatanya perlahan.Santi tersenyum senang,seolah ia mendapatkan angin segar dengan respon salah satu anak dari Zulkarnain.


Tapi wajahnya langsung pias begitu melihat mata Lucy yang bercahaya,ia diam mematung seperti terhipnotis.Mata Lucy makin bersinar,membuat rasa perih di wajah Santi.


"AWWWW"Santi mengadu memegang wajahnya.


"Sayang kamu kenapa?"Zulkarnain merangkul Santi yang terlihat kesakitan.


"Aww sakit Mas"Kini Santi merasakan sakit disekujur wajahnya.Lucy terus menatap Santi dengan tajam.Semakin tajam semakin bercahaya.


Santi menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya,tapi itu tidak menghalangi benda tersebut keluar secara paksa.


"Awwww sakit Mas"Santi mengerang kesakitan hingga ia terduduk di tanah.Zulkarnain kebingungan harus berbuat apa?


"Lucy kamu apakan dia??hentikan Nak kasihan"Zulkarnain meminta anaknya untuk melepaskan Santi,namun Lucy tak perduli.Barulah setelah jarum-jarum kecil itu berada dalam genggamannya,Lucy memakai kembali kacamatanya.


Santi menggelepar kesakitan,ia melihat telapak tangannya sudah penuh dengan darah.Zulkarnain sendiri begitu terpana melihat wajah Santi yang bersimbah darah dengan luka yang seperti tersayat-sayat.

__ADS_1


"Mas...sakit"Santi seperti meminta simpati kepada Zulkarnain,namun Zulkarnain malah melangkah mundur melihat wajah wanita yang sebelumnya sangat dipujanya.


"Mas kamu kenapa menghindar?"


"Wa-wajahmu"Zulkarnain gemetaran menunjuk ke arah wajah Santi.Santi jadi panik melihat ekspresi Zulkarnain yang seperti ketakutan dengan wajahnya.Ia bangkit lalu bercermin ke Spion mobil salah satu tamu undangan.


"AAAAAAA"Santi menjerit histeris melihat wajahnya sendiri.Ia panik,ia takut,segera ia pergi dari tempat itu dengan tergesa-gesa.Lucy tersenyum kecut melihat wanita Ayahnya kabur.


"Kamu apakan dia Lucy?"Tanya Zulkarnain sambil mengamati mobil Santi yang keluar dari halaman rumahnya.


"Apa Ayah masih menyukainya setelah tahu wajah aslinya?"Lucy bukan menjawab tapi malah berbalik bertanya.


"Maksudmu wajah itu wajah aslinya Santi?"Zulkarnain ingin memastikan pemahamannya atas ucapan putrinya.Lucy mengiyakan.Zulkarnain jadi bergidik ngeri.


"Aku heran sama Ayah,selalu saja salah mencintai orang setelah kematian Ibu,nggak kapok sama yang sudah-sudah.Untung wanita itu tidak bunting"Dengan tegas Lucy mengkomplain sikap Ayahnya.


"Yaaa Ayah kan nggak tahu"Zulkarnain membela diri sendiri.


"Kalau memang masih ingin pendamping hidup,cari orang yang sudah Ayah kenal seperti dulu Ayah kenal sama Ibu"


Zulkarnain menggaruk kepalanya yang tidak gatal."Tapi siapa?"ucapnya bingung.

__ADS_1


"Mbak Laras"Jawab Lucy enteng sembari melangkah pergi.


"Laras?"


__ADS_2