
"Kau kenapa??"Lucy membawa kakaknya ke bawah tangga.Karena tempat itu agak sepi.
Lisa diam tak menjawab.
"Jangan menutupi sesuatu yang pasti aku tahu"
"Kalau sudah tahu kenapa masih bertanya"Lisa menanggapi dengan sengit.
"Kau cemburu padaku??"
Lisa membuang muka.Lucy tersenyum kecut.
"Apakah itu salahku hingga kau marah padaku??"
Lisa tetap tak bergeming.Lucy menyandarkan punggungnya Kedinding.Ia menghela nafas panjang.
"Dia melihatku, ketika aku bersantai diantara dahan pohon.Mungkin sebab itu dia penasaran denganku"
"Pantas dia ingin tahu tentangmu"Lisa mulai membuka suara.
"Lalu kau cemburu padaku ?? yang benar saja"
Lisa tertunduk,Ia menatap kosong ujung sepatunya.Lucy merangkul bahu saudaranya.
__ADS_1
"Ingat!! saudara tetap segalanya"
"hmmmmm aku kesal, kenapa harus kamu yang menjadi sainganku??"
"Aku tidak merasa menyaingimu,aku tetap seperti ini tidak berubah ataupun berulah"Lucy mengangkat kedua bahunya.Lisa tersenyum tipis.
"Maafkan aku "Lirihnya sendu.Lucy membalasnya dengan senyuman lalu menarik Lisa dalam pelukannya.
"Jangan marah hanya karena seorang laki-laki "Lucy mengelus punggung saudaranya,Lisa membalas dengan hal yang sama.
___Ketika rindu menjalar dihati, Hanya mampu ku panggil namamu dalam hatiku...IBU!
Lucy mengguratkan pensil diatas kertas, menciptakan sebuah gambar wanita dengan senyum tersungging.
"Aduuuh"Andrew meringis kesakitan.Ia memegang punggungnya yang nyeri.Lucy melompat dari atas dinding pembatas atap.
Kaki kanannya menekan tubuh Andrew hingga terbaring di lantai.
"Aku biarkan kau malah semakin melonjak ya"
"Ma-maaf kalau aku mengagetkan mu"Andrew jadi gugup.
"Apa maumu sebenarnya ???aku tidak menggangu mu kenapa kamu asyik menggangguku?"Lucy semakin menginjak dada Andrew membuat Andrew jadi susah bernafas.
__ADS_1
"A-aku hanya ingin bilang terima kasih"
Lucy mengangkat kakinya.Andrew auto terbatuk-batuk.Ia perlahan duduk, tidak hanya punggungnya, dadanya juga terasa sangat sakit.
"Terimakasih telah menolongku semalam"Setelah sakit di dadanya mereda barulah Andrew mengungkapkan apa yang ingin dia katakan.
Lucy tak bergeming.
"Kalau kamu tidak menolongku, mungkin saat ini aku sudah menjadi mayat"
Tanpa berkata apapun Lucy melangkah meninggalkan Andrew.
"Hey tunggu "Dengan susah payah Andrew bangkit lalu menyusul Lucy."Bolehkah kita menjadi teman ??"Andrew mengajukan permintaan yang dibalas dengan bungkam oleh Lucy.
"Aku ingin sekali berteman dengan mu"Andrew mulai membujuk tapi hasilnya Nol besar."Lucy..."Dengan berani Andrew meraih tangan gadis itu.Lucy menghentikan langkahnya,ia melihat tangan Andrew yang menyentuhnya.Lalu menatap wajah cowok kece itu.Andrew cengengesan,Tanpa disangka-sangka Lucy malah membanting tubuh Andrew hingga menggelinding.
"Aduuuhhhh"
Andrew merasa punggungnya patah,Ia tidak sanggup untuk bangun.Namun Lucy acuh, dengan santainya Ia melangkahi tubuh Andrew begitu saja.
Andrew terpelongo,Ia merasa terhina dengan sikap Lucy.Ingin sekali Andrew bangkit dan membalas tindakan Lucy, Akan tetapi untuk bangun pun ia kesulitan.
"hmm awas kamu!!"Dendam kesumat membara didadanya.Baru kali ini ia diperlakukan seperti ini oleh seseorang.Apalagi orang itu adalah seorang perempuan.Andrew merasa harga dirinya sudah diinjak-injak.
__ADS_1
Dengan susah payah Andrew bangkit,dan berjalan dengan berpegangan ke teralis besi yang menjadi penyangga anak tangga.