
Jam pelajaran pertama sudah dimulai,Kali ini Wali kelasnya adalah Pak Choki guru fisika yang merangkap menjadi guru matematika dan BK.Guru ini terkenal galak dan tidak segan menghukum murid yang membangkang.
"Selamat pagi anak-anak, salam kenal saya adalah guru fisika kalian dan juga guru matematika kalian.Jadi dalam seminggu kalian bisa bertemu dengan saya sebanyak 4kali"
"Panggil saja saya Pak Choki,saya sangat suka murid yang berprestasi dan saya sangat sangat benci murid yang bodoh"Pak Choki menekan kalimat terakhir.
"Ohya siapa murid yang pakek hody merah dan berkacamata itu ?"
Semua mata menoleh ke arah Lucy.
"Perasaan disini sekolah bukan pantai jadi tidak usah banyak gaya dengan pakai kacamata didalam kelas "
Beberapa murid yang sefrekuensi dengan Pak Choki senyam-senyum merasa terwakili.
"Maaf Pak"Lisa mengangkat tangannya"Dia Lucy adik kembar saya,dari bayi dia punya kelainan pak.Matanya sangat sensitif dengan cahaya"
"Benar pak... lagian dia begitu juga tidak menggangu siswa yang lain belajar "Mina ikut menambahi.
Pak Choki akhirnya membiarkan Lucy begitu saja.Ia pun berbalik menghadap papan tulis.
"Baiklah anak-anak buka buku kalian,kita akan bahas Bab pertama dalam perjalanan Fisika kalian"
Pak Choki mengambil spidol dan mulai menulis di papan tulis.
__ADS_1
Andrew yang dengan sengaja keluar kelas hanya untuk melihat Lucy dikelasnya mengintip dari balik jendela kelas Lucy.Ia melihat dengan detail wajah dibalik hody merah itu.
Mina yang menyadari keberadaan Andrew, memberi kode kepada Lisa.
Lisa menoleh ke arah yang ditunjuk Mina dengan matanya.Lisa tersenyum tipis,Ia melambaikan tangannya kepada Andrew.Lucy melirik dengan ekor matanya,Ia memukul kepala saudaranya dengan buku tulis yang dipegangnya.
"Aduuuh"Lisa meringis sambil menggosok kepalanya.
"Hey ada apa ??!!Hardik Pak Choki sewaktu mendengar ada grasak-grusuk dibelakangnya.Lisa berusaha menyembunyikan perbuatannya barusan, begitu juga dengan Mina.
Andrew segera bersembunyi agar Pak Choki yang killer itu tidak mengetahui perbuatannya.Kalau sampai ia tahu bisa BERABE.
Pelajaran usai,Lisa cepat-cepat meluruh keluar tanpa menunggu Mina dan Lucy.Mina dan Lucy saling berpandangan,Mina mengangkat kedua bahunya.Lucy hanya geleng-geleng kepala sambil lalu mengemasi buku-bukunya.
"Lisa cantik sudah makan belum?"Sapa Dion caper.Lisa tidak menjawab ia tetap merasa aneh dengan sikap Andrew yang dingin.
"Lisaaaa..."Mina berseru sambil berlari kecil menghampiri sahabatnya, dibelakang Mina ikut juga Lucy.Melihat Lucy datang,auto senyuman manis Andrew langsung terulas otomatis.Dan Lisa melihat hal itu,Ia menatap Andrew dan Lucy bergantian.Ada perasaan sakit menghantam hatinya.
Tidak kuasa menahan perasaan,Lisa memilih pergi.
"Loh....."Mina bengong melihat kepergian sahabatnya.Semua saling berpandangan satu sama lain.
"Aku datang kok malah pergi ??"
__ADS_1
Lucy yang memahami Lisa dengan sangat baik Langsung pergi menyusul saudaranya.Diikuti dari bau parfumnya,Lisa pergi masuk ke dalam toilet.Lucy pun mengikuti masuk.
Ternyata disana Lisa malah bertemu dengan Karin the Gank.
"Wah pucuk dicinta ulam pun tiba"Tika mengungkapkan sebuah kiasan.
"Tumben sendiri"Karin menambahkan sambil mendekati Lisa.Lisa mundur beberapa langkah sampai terpojok di dinding.
"Eh kalau dia sendirian ternyata takut juga"Nana berseru senang.
"Siapa yang sendirian ??"Suara Lucy membuat ketiga kakak kelasnya menoleh ke belakang.Begitu melihat Lucy ketiganya langsung mundur dari hadapan Lisa.
Lucy menghampiri Lisa dan menarik lengannya,Ia mengacungkan jari telunjuknya kedepan wajah Karin the Gank sebagai tanda peringatan.
Karin the Gank mengangguk ketakutan,Lalu Lucy mengajak Lisa keluar dari toilet.
"Huuuuuffff"Nana mengelus dada"Mengerikan banget ya dia"
Tika mengiyakan,Ia hampir saja terkencing di celana karena terlalu takutnya pada Lucy.
"Akan aku beri pelajaran nanti"Karin begitu berapi-api menyulut emosi.
"Caranya ?"Nana bertanya.
__ADS_1
"Lihat aja nanti"