
Hari sudah menjelang sore,Lisa mengajak Lucy untuk berenang.Lucy pun tak menolak.Keduanya berenang dengan riangnya.
Mumun yang mengetahui si kembar sedang berenang, segera menyiapkan minuman segar tanpa menunggu perintah.
"Mun...mau dibawa kemana minuman itu ??"Niken bertanya disaat ia terserempak dengan Mumun di ruang tengah.
"Buat para Nona-nona cantik Nyonya"Jawab Mumun sembari terus melangkah menuju halaman samping.Niken menatap punggung Mumun dengan hati tak puas.Ia dongkol sekali melihat Mumun begitu melayani anak dari Aida itu.
"ekhem"Mbah Sukma berbatuk-batuk kecil, Niken sangat kaget melihat Mbah Sukma sudah berada di belakangnya.Ia ingin menghindar tapi gimana ?
"Mbah sangat berharap kamu bisa menghapus dendam dihati jika tidak ingin celaka"Untaian kata MBAH Sukma lembut tapi mengancam."Apapun itu jika mencelakai cucu-cucu ku,Aku takkan diam saja"
Niken memilih diam tak menanggapi.Ia membiarkan Mbah Sukma berlalu begitu saja tanpa mengatakan apapun.
Nouval yang menyaksikan itu,segera turun menghampiri sang Mama."Nenek itu ngapain Mama?"
"Ah tidak ngapa-ngapain kok"Niken menutupi semuanya.
"Tapi kayaknya dia berkata sesuatu "
"Eh iya,dia bertanya cucu-cucunya dimana ?"
__ADS_1
Nouval mangamati wajah Mamanya,ada rasa kurang yakin atas apa yang Mamanya ucapkan.Niken menyadari hal itu.
"Yuk ikut Mama ke rumah Uti"Niken mengalihkan perhatian putranya.Nouval mengangguk setuju.
"Ayo naik semua, jangan lama-lama mandinya entar masuk angin"Zulkarnain memanggil kedua putrinya.
"Biarlah Zul ..Ayah sangat senang melihat mereka begitu"Pak Hans senyum-senyum menyaksikan keseruan Lisa dan Lucy berenang.Zulkarnain tak membantah,ia duduk disebelah Ayahnya ikut menyaksikan kedua putrinya.
"Udahan yuk.. dingin "Lisa mengajak Lucy naik, Lucy pun setuju.Mereka naik dan mengambil baju handuk yang disediakan Mumun untuk mereka.Setelah menutupi tubuh masing-masing, mereka menghampiri Ayah dan Kakeknya.
"Tuh bibirnya Sampek biru"Zulkarnain menunjuk ke bibir Lisa"Sana cepat mandi air hangat"
"Mau minta tolong Bibik untuk panaskan air dulu Yah"
"Katanya disuruh mandi air hangat "Dengan polosnya Lisa menjawab.Zulkarnain tersenyum geli.Begitu juga dengan Pak Hans.
"Kok pada senyum-senyum sih"
"Mari Bibik ajarin mandi air hangat Non, tidak perlu masak air.Nanti shower nya otomatis hangat sendiri"Mumun mengajak Lisa dan Lucy masuk ke dalam.Mereka berdua ngikutin aja apa arahan dari asisten mereka.
"Hm Lisa Lisa.. Jangan norak deh"Laras mengolok-olok,Lisa hanya menanggapi dengan memanyunkan bibirnya.
__ADS_1
___"Ma..Papa kemana kok beberapa hari ini nggak kelihatan ??"Andika sangat penasaran karena sudah dua kali sang Papa tidak makan malam bersama.
"Katanya sih nginep di Vila "Bu Lastri menjawab sambil lalu menyantap makanannya.
"Di rumah Zul?"Bu Lastri mengangguk "Kok tumben mau nginep disana? Biasanya nggak mau, Apalagi sampai berhari-hari nggak pulang"
"Entahlah...Mama tidak berminat ingin tahu "
Andika diam,Ia merasa penasaran sekali.Karena ini hal yang tidak biasa.Andika meraih ponselnya,ia mendail no telepon si Mumun.
Dua kali Andika menekan nomor telepon Mumun,dua kali juga tak mendapatkan respon.
"Kemana si Mumun ini? tumben-tumbenan nggak mau angkat telpon dariku"Andika bertanya pada diri sendiri.Bu Lastri hanya mengamati tanpa merespon sikap anaknya itu."Ma,ada Soraya nelfon Mama nggak ??"
"Mana anak itu mau nelfon Mama,Mama nelfon aja dua hari baru dia nelfon balik.Memang ada apa nanyak adikmu itu?"
"Aku lagi butuh duit Ma, rencananya mau pinjam sama dia"
"Dika, adikmu disana itu kuliah.Bukan cari duit,kamu itu seharusnya kerja jangan keluyuran aja"Bu Lastri mulai mengeluarkan uneg-unegnya karena sejak Andika keluar dari penjara,dia enggan bekerja.
"Ah Mama, mulai dah cerewetnya"Andika kesal,Ia bangkit meninggalkan meja makan tanpa pamit.
__ADS_1
Bu Lastri geleng-geleng kepala menyikapi sikap Andika yang susah diatur.Bagaimana suaminya mau percaya kepada Andika kalau sikapnya begitu-begitu terus.