SANG PEWARIS

SANG PEWARIS
SANG PEWARIS BAB 101 Gagal


__ADS_3

Santi melangkah meliak-liuk bagai seorang model di atas catwalk.Mata para lelaki yang dilewatinya seperti terhipnotis menatap enggan berkedip.Santi bukan tidak menyadari itu,ia tersenyum tipis dibalik raut wajahnya yang terkesan cuek.


"Boleh saya bertemu dengan Pak Zulkarnain"Santi baru saja tiba didepan meja Danies.Gadis itu agak bingung,karena setahu dia hari ini tidak ada jadwal dengan pihak Mertindo."Kok malah bengong"


"Eh iya Bu,sebentar"Danies jadi gelagapan.Ia meraih interkom disampingnya dengan cepat."Hallo pak,ada Bu Santi ingin bertemu Bapak.Tidak ada Pak,baiklah"Danies meletakkan kembali ganggang telfon ke induknya.


"Silahkan masuk Bu"Danies mempersilakan sesuai perintah atasannya.Santi tersenyum lalu melenggang masuk.


Saat tubuh sintal itu masuk,Zulkarnain begitu terpana.Santi terlihat begitu bersinar,cantik dan sangat menarik.Zulkarnain tersenyum penuh arti,ia bangkit menyambut kedatangan Santi.


Dengan gaya yang dibuat menggoda,Santi duduk dihadapan Zulkarnain sembari menyilangkan kakinya.Paha putih mulus yang hanya ditutupi rok span mini,semakin terlihat menggoda iman.


Zulkarnain benar-benar dibuat terpesona hingga matanya tak berkedip menikmati pemandangan yang tersaji.Santi tersenyum penuh kemenangan.Ia sengaja mengibas-ngibas kan jemarinya seolah kepanasan.Tangannya membuka kancing baju agar Zulkarnain melihat bagian bukit kembar yang menonjol menggoda.


Zulkarnain menelan ludah,pandangannya sama sekali tak berpaling dari dua gundukan lembut putih dan mulus.Nalurinya sebagai laki-laki yang sudah bertahun-tahun tak melakukan transmigrasi membludak sampai ke ubun-ubun.


Santi bangkit,ia melakukan hal yang lebih berani lagi.Dengan duduk dipangkuan Zulkarnain yang sudah bagai kerbau yang dicocok hidungnya.Santi mendekatkan bukit kembarnya tepat dibawah hidung Zulkarnain.


Deru nafas Pria itu mulai tak beraturan,beberapa kali ia menelan Saliva.Tangan Santi meraih tangan kekar milik Zulkarnain,ia membimbing teman sekelasnya itu untuk melakukan sesuatu yang lebih.


tring tring tring


Bunyi interkom mengagetkan keduanya,Zulkarnain menghela nafas ia cepat meraih gagang telepon sebelum berdering untuk kesekian kalinya.


"Iya Dan"Zulkarnain menjawab panggilan dari sekretarisnya.

__ADS_1


"Pak ada anak SMA bernama Andrew datang mencari bapak,dia ada dilobi sekarang"


"Andrew??"Zulkarnain diam,ia berpikir sejenak.Ada apa anak itu datang kesini?Apa ada masalah dengan Lisa?.


"Bagaimana Pak?"Danies mengalihkan kediaman Bosnya.


"Suruh dia temui saya"


"Baik Pak"


Santi masih tetap tak beranjak dari pangkuan Zulkarnain."Maaf San,aku ada tamu penting"Secara sopan Zulkarnain meminta agar Santi beralih dari atas pahanya.


Santi bangkit dengan mimik muka yang menyimpan kesal.Ia beralih duduk ke Sofa tak jauh darinya.


tok tok tok tok


"Selamat siang Tuan"Andrew membungkuk memberi hormat.


"Silahkan duduk Drew"Zulkarnain mempersilahkan.Dengan takzim Andrew duduk berhadapan dengan Zulkarnain,hanya berjarak sebuah meja kerja.


"Ada perlu apa kamu ingin menemui ku?Kamu ini baru pulang sekolah?"


"Iya Tuan,saya dari sekolah langsung kemari"


"Sepertinya kamu punya urusan yang sangat mendesak,ada apa?"Zulkarnain makin penasaran.Andrew melirik Santi yang sedang memainkan handphonenya.Ia merasa segan bila mengutarakan keinginannya didepan orang yang ia tidak kenal.

__ADS_1


Zulkarnain sepertinya paham dengan sorot mata Andrew.Ia segera meminta Santi untuk keluar sebentar.Belum habis rasa kesal dihati,kini ditambah lagi dengan usiran halus dari Zulkarnain.Benar-benar menguji amarah.


"Sekarang katakan apa yang ingin kamu sampaikan"Pinta Zulkarnain.


"Emm sebelumnya saya minta maaf Tuan,karena saya mau resign dari tugas yang anda berikan"Ucapan Andrew membuat Zulkarnain menautkan kedua alisnya.


"Kenapa?"


"Ada suatu alasan yang tidak bisa saya jelaskan Tuan"


"Tapi kamu kan sangat dekat dengan putriku Lisa?"


"Kami hanya sebatas berteman saja Tuan"


Zulkarnain semakin bingung,bukankah Andrew dan Lisa punya hubungan khusus.Sampai Lisa meminta untuk selalu dekat dengan Andrew.


"Kalian tidak bertengkar kan?"Zulkarnain ingin tahu lebih mendalam.


"Tidak Tuan,saya tidak punya masalah apa-apa dengan Lisa"Andrew membantah dugaan Zulkarnain.


Zulkarnain menghela nafas,ia bersandar ke badan kursi kebesarannya"Baiklah jika ini kemauanmu,asal kamu benar-benar tidak punya masalah dengan putriku"


"Terimakasih Tuan"Andrew tersenyum senang karena permintaannya dikabulkan."Saya pamit pulang dulu Tuan"


"Silahkan "

__ADS_1


Andrew membungkuk lagi,lalu keluar dari ruangan Bos Papanya.Tak menunggu waktu lama,Santi kembali masuk.Ia ingin melanjutkan niatnya.Zulkarnain bangkit"Mari kita makan siang diluar"


Tanpa menunggu jawaban dari Santi,Ia melangkah keluar mendahului.Santi mendengus kesal,mau tidak mau dia terpaksa mengikuti langkah Zulkarnain.


__ADS_2