
Lisa mendorong mundur sepeda motornya,terasa berat tidak seperti biasanya.
"Lucy bantuin dong... tarik gitu"
Lucy merasa heran tidak biasanya Lisa minta bantuan,Mata Lucy memperhatikan kondisi sepedanya itu.
"Astaga bannya kempes, dua-duanya malah"
"Apa??"Lisa kaget tak percaya."beneran ??"Ia tidak percaya kalau tak memastikannya sendiri.
"Si*l!!"Lisa mengumpat kesal.Lucy duduk memegang ban sepedanya."Emang kamu bisa benerin ban sepeda yang bocor dengan hanya megang gitu?"celutuk Lisa.
Lucy menghela nafas,Ia bangkit perlahan.
"Setidaknya aku bisa tahu siapa yang ngerjain kita"
"Emang siapa ??"
"Karin dan teman-temannya "
"Br*ngsek...si*lan bener tuh orang "tidak Habis-habis Lisa mengumpat.
"Udah... sepeda ini tetep akan begini kalau kamu mengumpat terus "
"Ya terus gimana dong ?"
"Ya dorong ayok,di depan sana kayaknya ada bengkel deh"
Lisa manyun, panas-panas begini dorong sepeda kan nggak lucu.Tapi mau nggak mau sih ya harus tetep mau.Lisa menarik mundur sepedanya,Lucy membantunya dari belakang.
"Waaahh ada cewek cantik lagi dorong sepeda nih"Anton bersorak dari jendela mobilnya,dan disambut tawa oleh teman-temannya yang nebeng dengannya.
__ADS_1
Lisa menggerutu kesal, namun Lucy terlihat tenang.
"Mau aku bantuin nggak?"Anton kembali mengejek,Lisa mendengus kesal.Ia berhenti mendorong sepedanya dan menghampiri Anton yang stay didalam mobil.
"Belum pernah lihat cewek pandai karate merontokkan gigi cowok nggak ??"Lisa menyingsingkan lengan bajunya.Anton jadi agak gentar,Ia dengan cepat menginjak pedal gas meninggalkan Lisa.
"Hmmm baru digituin udah kabur,dasar Cemen"Lisa bersungut-sungut mengoceh.Lucy hanya senyam-senyum menyimak.
"Kamu lagi?? bukannya berbuat sesuatu malah dieeemmm aja"Lisa mengoceh menunjuk saudaranya.
"Aku bisa apa?"Lucy mengangkat kedua bahunya.
"Iya apa kek"
"Udah jangan marah-marah terus,tuh didepan sudah ada bengkel"Lucy menunjuk dengan mengangkat wajahnya.Lisa menoleh kearah itu, Benar ada bengkel.
"Huuufffff"Lisa menghela nafas seraya melanjutkan mendorong motornya.Lucy menyembunyikan senyumnya.Ia terus mendorong sepedanya sampai di bengkel yang dituju.
"Cuacanya panas sekali ya"Lisa mengibas-ngibas wajahnya dengan tangannya.
tit tit tit
Terdengar suara klakson, Lisa melihat siapa yang menglaksonnya.Ternyata Andrew,Ia membuka kaca hlemnya.
"Ngapain disini ??"
Lisa mengulum senyum sembari datang menghampiri laki-laki handsome itu.
"Ban motorku kempes, dua-duanya malah"
"Kok Sampek dua-duanya ??"
__ADS_1
"Gebetanmu ngerjain aku "Lisa menampakkan wajah cemberut.
"Gebetan ?? siapa ?"
"Karin"
Andrew tidak bisa menahan gelak tawanya.
"Kok ketawa ??? emang ada yang lucu ??"
"Dia bukan gebetan aku"
"Tapi dia ngakunya gitu"
"Terus kenapa bisa dia ngerjain kamu??"
"Entah... cemburu kali"
Andrew tersenyum tipis membuat Lisa makin mengagumi laki-laki ini.
"Ya udah yuk aku antar"
"Mau bonceng kami berdua ??mana bisa? boncengan sepedamu cuma cukup untuk satu orang "
"Ya kamu aja yang aku anter... kalau dua-duanya yang bawa motor mu pulang siapa ??"
Lisa tertegun mendapat tawaran itu,Kok aku kenapa bukan Lucy??pikirnya.Ia menatap saudaranya,Lucy tersenyum disertai anggukan kepala.
"Baiklah...aku duluan ya"Lisa berpamitan,Lucy mengacungkan jempolnya.Lisa naik ke atas sepeda motornya Andrew.Tubuhnya jadi menempel karena sepeda motor yang dipakai Andrew adalah sepeda Ninja sports.
"Sudah??"Andrew menoleh sedikit kebelakang.Lisa mengangguk,dengan ekor matanya Andrew melihat Lucy yang sengaja ia tinggalkan.
__ADS_1
Meskipun ini cara awalnya untuk membalas Lucy,Tapi ditepian hatinya timbul rasa kasihan.Padahal Ia sadar kalau ia berhutang nyawa kepada Lucy.