SANG PEWARIS

SANG PEWARIS
bab 21. Teror Yang Semakin Panas


__ADS_3

“Selesai syuting aku telepon Rendy lagi”, jawab Irfan, aku langsung menganggukan kepala.


“Kita langsung cepat pulang saja kalau begitu nanti”, usulku kemudian.


Setelah selesai syuting, jam 8 malam, akhirnya sudah tiba di rumah, dan Irfan untuk sementara dia kembali, sebulan di rumah dulu, sampai semuanya benar – benar aman, Mbak Atin menceritakan apa yang di alami barusan denganku, sementara Irfan sedang menelepon Rendy membicarakan masalah Hasan, serta Tania, dan juga kesaksisan Indah, menurut pernyataan dari Rendy, fans lovers Irfan itu, orang yang sebenarnya, awalnya memang tidak ikut campur masalah keluarga Rianti, tetapi karena tanpa sengaja mereka tahu, dan di luar masalah itu, mereka juga mau cari untung dari Irfan, tahu bahwa Rianti dekat dengan Irfan, mereka ingin cari untung, kalau dari pihak fans lovers Irfan di luar masalah harta keluarga Rianti, orang – orang di grup fans lovers sendiri, adalah orang – orang yang termasuk juga ingin berebut perhatian Irfan dan naksir Irfan tapi dengan cara tidak sehat.


Indah sangat tahu, aib dari Mira, apalagi Elin, sesungguhnya, tanpa Elin sadari di akhir cerita Mira pun akan menusuk Elin dari belakang, ketika Elin sudah mendapat uang yang banyak, dan Mira butuh itu, bahkan Indah pun di peralat terus dan menerus, untuk mendramatisir diri Raka, untuk membohongi orang di luar sana dengan mengatas namakan Raka, menipu netizen yang awalnya menghubungi Raka baik – baik, dan pada akhirnya menghujat Raka, tetapi cerita itu di poles lagi, kalau netizen adalah orang yang benar – benar ingin menghujat Raka dari awal, padahal orang menghujat rasanya mustahil kalau tidak awal dan akhir, hal itu yang di ambil pelajarannya juga sebenarnya bagi Indah.


Dia sendiri, masuk ke grup fans lovers itu terpaksa, Indah, bukan orang yang mau memuja manusia, dan bagi Indah hanya Allah yang di pujanya, di fans lovers itu, Indah di iming – iming oleh, Mira kalau dia ikut di grup fans lovers itu, dia nanti akan bisa juga menjadi asisten pribadi Irfan dan mendapat uang 50 juta, kenyataannya, Indah justru menjadi kacung Mira, dan yang lainnya.


Dan sebenarnya, keadaan Mira sendiri, ketika Irfan tahu, akhirnya dia bukan menjadi asisten pribadi, tapi mendapat sumbangan atau sedekah untuk keluarga Indah yang membutuhkan dan kurang mampu, ikhlas dari Irfan sendiri, selama ini, Irfan sendiri menjadi boneka Mira bulat – bulat bukan hanya itu saja, apa yang di katakan oleh Mira dan yang lainnya, kalau Irfan memblokir salah satu akun Instragramnya mereka bilang masalahnya, karena terlalu berlebihan bersikap terhadap Irfan, seolah lagi – lagi Irfan yang jelek, di mata orang yang tidak tahu, masalah yang sebenarnya dan kebusukkan orang dalam seperti apa, yaitu netizen.


Entah kenapa, sebenarnya justru, daripada Indah sendiri, keadaannya terus dan menerus, menjadi fitnah oleh orang lain, dia ingin menghentikkan Irfan bersedekah kepada keluarganya, memutus hubungannya, ada lebih baik yang akun di blokir itu dirinya saja, tetapi Irfan, orang yang baik hatinya, menolak permintaan tersebut, walau hati Indah terluka dengan apa yang di alaminya saat ini dan ingin menjerit minta tolong yang entah kepada siapa, hanya kepada Allah.


Indah yang memiliki keburuntungan, punya nomor whatsapp pribadi Irfan, pada akhirnya dia memberanikan diri, menelepon mengutarakan apa yang di simpannya dalam hati selama ini.


“Halo asalamualaikum Irfan”, kata Indah sambil seenggukan.


“Apa saya boleh kerumah Mbak Rianti, saya mau bicara dengan Mbak Rianti, juga Irfan”, ? tanya Indah, dan Irfan yang memang sedang di rumahku, langsung memberikannya telepon itu kepadaku, aku langsung menanggapi apa keinginannya.


“Indah, besok aku tunggu yah pas kebetulan aku di rumah juga”, kataku dan mengakhiri telepon, mungkin ini saatnya, Indah ingin mengusulkan, bagaimana caranya menghancurkan Mira dan yang lainnya, dengan menghubungi seseorang netizen yang punya pandangan lain mengenai Irfan, dengan begitu orang – orang yang dzolim, mereka akan jera, apalagi Rianti sudah punya pengacara, yang di pikirkan Indah, justru dia ingin kerjasama dengan Rianti, Irfan, dan yang lainnya, yang berada di jalan Allah bukan seperti Mira, dan Elin, juga yang lainnya, yang rasanya Indah sendiri sudah muak atas sikap mereka, selama ini.


Di tempat yang berbeda dengan Indah, di rumahku, aku sedang membahas tentang Indah juga dengan Raka, di meja makan sambil menikmati teh hangat tawar, karena di luar baru saja hujan meskipun tidak lama.


“Gimana menurut kamu Fan”, ? tanyaku.


“Masalah Om Hasan, nanti di depan komplek ini aka nada polisi yang jaga dan itu orang suruhan Rendy”, jawab Irfan.


“Sertifikat yang di pegang Om Hasan, sedang akan di blokir, Rendy juga lagi nunggu kabar dari BPN”, kata Irfan menjelaskan singkat.


“Terus gimana soal Indah, Indah bilang sama aku, kalau katanya, dia mau ke rumah aku” ? tanyaku.


“Coba aku mau whatsaap Indah, biar aku suruh saja ke rumah, karena mungkin di sini, Indah bisa sama – sama kerjasama juga sama kita, aku mau minta bantuan Indah, agar dia cari netizen yang suka hujat aku di media social dan ajak ke rumah, kita ngobrol sama – sama, tapi mungkin orangnya seperti apa, biar Indah selidiki dulu, karena aku yakin hujatan itu, pasti ada sebab dan awalnya, enggak mungkin orang menghujat tanpa sebab dan alasan, juga awal, dan netizen orang yang enggak tahu, mereka Cuma orang yang hobi nonton acara entertainment artis di Tv dan gossip dari sini kita bisa punya bukti – bukti baru mengenai Mira”, jawab Irfan.


“Dan masalah sertifikat, Remdy masih juga mau menyelidiki surat aslinya juga di rumah Hasan”, kata Irfan kemudian.


“Tapi untuk rumah kamu sendiri sudah aman di jaga polisi”, Irfan menambahkan kata – katanya.


“Aku telepon Indah dulu kalau begitu”, kata Irfan lagi dan di depan aku, dia menelepon Indah aku mendengar percakapan mereka berdua di telepon.


“Halo asalamualaikum Indah”, sapa Irfan.


“Walaikumsalam Irfan”, balas Indah.


“Coba kamu buka Instragram aku dan cari nama akun yang namanya @FzaSaharaRani yang di situ dia bilang gini, ini kan artis yang udah tenggelam namanya, karena sudah enggak di pakai oleh program acara karena ada masalah hubungan badan sama fansnya dulu”, kata Irfan panjang lebar.


“Padahal kamu tahu kan Indah foto hubungan badan itu, yang di sebarkan bukan foto asli aku, dan video aku yang joget – joget itu kan, kamu tahu sendiri Indah masalahnya gimana, dan kamu tahu kamu yang sebarin video itu, tapi di suruh sama Mira dan yang lainnya, sekarang gini saja, Indah, kamu keluar saja sudah dari grup fans lovers aku siapa saja adminnya, termasuk Mira, biar mereka semua tahu rasa, dan aku mau bubarin saja semuanya, kalau begitu nanti masalah grup fans lovers, besok kamu ke rumah Rianti saja saya tunggu di sana yah Indah, kita bahas semuanya di sini, termasuk masalah sertifikat Rianti yang di ambil oleh Om Hasan juga, masih dalam penyelidikan dan di BPN juga sedang berusaha untuk di blokir, saya paham keadaan kamu sendiri seperti apa Indah, karena itu, saya lebih bersikap baik di banding dengan yang lainnya, kalau kebaikan saya ini di jadikan fitnah oleh mereka, tentang kamu ke aku, nanti biar saya yang urus semuanya, serahkan semuanya sama saya, saya tahu siapa itu Mira, Elin dan lainnya juga, dan saya juga tahu kamu Indah”, kata Irfan.


“Irfan saya enggak butuh apa – apa saya cuma butuh kasih dan sayang”, air mata Indah menetes sambil mengakhiri pembicaraan dengan Irfan, dia duduk sambil terisak di pinggir tempat tidurnya, membayangkan apa yang di lakukannya selama ini, tapi atas kemauan Mira dan yang lainnya.


Waktu itu, memang pernah Indah, berkunjung ke rumah, Irfan yang secara kebetulan, ada Elin dan Mira di sana, Nova juga, fans yang lainnya, tiba – tiba saja, Mira memaksa Indah untuk membuat video Irfan yang sedang joget – joget dan menuliskan artikel yang akan membuat gossip ke media social, kalau Irfan itu homo, padahal Irfan itu normal, sehingga netizen mengira itu benar, bukan hanya itu saja Irfan pernah di hebohkan ada foto artis yang berhubungan badan dengan fansnya padahal itu bukan foto Irfan, dan yang mengerjakan semua itu adalah Mira, tetapi menyuruh Indah dengan paksa, bahkan juga ancaman, dia mengancam, kalau Indah akan di celakakan, kalau tidak menuruti Mira dan yang lainnya, bagi Mira, melakukan semua itu karena obsesi, dan Irfan hanya milik seutuhnya, dan Irfan banyak uang, Mira ingin menguasai semuanya juga.


“Kali ini kamu mampus Miraaaaaa, dan aku juga bisa bilang kalau Irfan, yang menyuruh tapi bukan kebohongan, melainkan kejujurannnnn” emosi Indah dalam hati sudah meledak – ledak.


Satu tangan, Indah mengambil Hp yang tergeletak di sebelahnya, dan membuka Instragramnya, dia langsung menuruti apa yang di suruh oleh Irfan, dan dia langsung mencari nama akun @fizasaharaRani, dan langsung mengirim Dm padanya.


Asalamualaikum Fiza.


Ini saya Indah dari grup fans lovers Irfan Santoso, dan saya tahu, mbak Fiza ini orang yang sering menghujat Irfan, di komentar Instragram Irfan, yah sebelumnya, saya, saya Cuma mau bicara baik – baik dengan Mbak Fiza, kalau ada sesuatu yang ingin di sampaikan dengan kata – kata yang sopan apalagi di media social, karena hal itu nanti akan memancing orang lain untuk bicara yang sama dengan irfan, bukan maksud saya mau menggurui saya Cuma mau kasih tahu aja soal masalah itu, dan lebih baik di Dm pribadi Instragram irfan saja, dan dari semua kata – kata mbak, di sini mbak, saya menilai adalah orang yang kebawa emosi karena berita yang enggak baik juga, dari irfan, mbak maaf, kalau emang mbak orang yang bermaksud perhatian yang tulus dengan Irfan, tolong jangan menambah suasana tambah ricuh, di sini saya cuma mau ngomong baik – baik, dan terserah mbak mau dengarkan atau enggak, karena ada hal yang sebenarnya mbak enggak tahu, dan saya hanya kasih tahu ke mbak saja, Insya Allah mbak bisa di percaya oleh omongan saya”,


Tidak lama kemudian, Fiza membalas Dm dari Indah dan Indah tidak menyangka, kalau teryata justru Fiza membalas dengan baik – baik juga, meskipun dia mungkin sedang terbawa emosi, tetapi Fiza mau mencoba memahami apa yang di maksud oleh Indah, satu demi satu, Indah mencoba untuk membaca kata – kata dari Fiza.

__ADS_1


Walaikumsalam Mbak Indah.


Ini nomor whatsapp Saya, bisa saya jelaskan via whatsapp, dan kalau mau kita ketemu nanti ketemu, kalau emang ada yang salah dari saya, saya minta maaf, yah mungkin ini pelajaran juga bagi saya, agar enggak buru – buru judge orang lain yang belum tahu persoalannya, masalah kata – kata saya kurang sopan, saya juga mau minta maaf, dengan Irfan langsung kalau begitu juga, sebenarnya begini Mbak Indah, saya ingin bertanya dengan mbak Indah melalui telepon dan whatsapp saja lebih enak kita bicara saya.


Indah dia langsung buru – buru menelepon Fiza lebih dulu dan perempuan itu langsung mengangkatnya.


“Halo asalamualaikum Fiza”, kata Indah.


“Walaikumsalam”, sahut Fiza.


“Bisa kita ketemu sekarang kalau begitu”, kata Indah kemudian.


“Yah oke di Sushi angkringan Mall Kelapa Gading yah”, kata Fiza mengakhiri pembicaraan dengan Indah, dan Indah langsung memenuhi apa yang Fiza kepadanya, tetapi ketika bertemu dengan Fiza, juga teringat pesan Irfan dan Rianti, dia juga harus hati – hati dengan netizen yang di temuinya itu yang berkomentar buruk di Instragram Irfan, bisa – bisa dia sendiri ingin menjebak Indah.


Indah mencoba, mengamati seperti apa orangnya, dan diam – diam juga, memotret Fiza juga merekam apa yang di bicarakan olehnya, dan pernyataanya kepada Indah.


“ Mbak Fiza saya Indah dari grup fans lovers Irfan Santoso”, kata Indah memperkenalkan dirinya dan duduk di depannya.


“Jadi begini ceritanya, saya baca kamu, nulis ke Irfan di komentar tentang masalah Irfan di gosipkan homo karena video joget – joget juga, nulis komentar buruk kalau Irfan itu, artis pansos karena foto yang beredar di media social, serta berita di Tv, yang berhubungan badan dengan fansnya, mbak Fiza berkomentar buruk dengan hujatan di Instragram Irfan tentang hal itu, sebenarnya emang apa yang Mbak Fiza pikirkan, dan apa mbak mengenal Irfan dekat”, ? tanya Indah.


“Mbak Indah, saya minta maaf kalau ada kata – kata yang salah dari saya mengenai Irfan santoso, saya hanya netizen dan enggak tahu apa – apa masalah itu mbak, saya enggak kenal dekat dengan Irfan, demi Allah, kenapa saya jadi curigai soal itu, sebenarnya memang masalahnya apa, saya justru jadi penasaran di situ”, kata Fiza.


“Saya mau mengaku sejujurnya tentang Irfan yang kamu tahu, kalau kamu enggak ada masalah apa – apa untuk apa takut, dan kalau itu hanya komentar di media social, karena jangan sampai kamu terlibat berurusan dengan hukum”, ! tegas Indah.


“Demi Allah, mbak masalahnya apa, bisa mbak Indah jelaskan dulu ke saya, saya Insya Allah enggak akan menjerumuskan mbak Indah, karena saya dari tadi berpikir, kenapa Mbak Indah, sampai berani menghubungi saya, bahkan ketemu dengan saya, pasti ada masalah besar yang menyangkut soal Irfan dan mungkin orang terdekatnya, apakah ini ada hubungannya sama Rianti Putri Anggoro yang penulis novel itu, waktu kapan saya pernah nonton Tv, Irfan pernah cerita tentang gadis itu katanya sahabat dia, apakah itu benar mbak Indah”, ? tanya Fiza.


“Masalah itu justru saya mau jelaskan, Rianti itu memang benar sahabat Irfan dan saya tahu juga Rianti bahkan Irfan itu seperti apa, saya kenal Rianti itu seperti apa, mereka benar – benar dua sahabat sejati, hanya saja, ini memang masalah pribadi, mbak, keluarga Rianti itu mau menguasai harta Rianti, jadi begini ceritanya ini memang juga kaitannya dengan Irfan, fans lovers Irfan juga salah satunya adalah Mira, dan di sini saya pun juga ikut terlibat, tapi saya enggak masalah, karena saya bukan orang yang gila harta juga, keluarga Rianti mau menguasai harta Rianti, terutama aset rumahnya, dan Om Hasan, itu mencuri sertifikat rumah Rianti, di satu sisi lain, Rianti itu bersahabat baik dengan Irfan, tetapi keluarga Rianti mau memecah belah hubungan baik Irfan dan Rianti karene menuduh Irfan menghasut Rianti, untuk menjual tanahnya di Depok, padahal itu kan aset milik orang tua Rianti secara pribadi, dan rumah Rianti di teror terus sama keluarganya, nah hubungannya dengan fans Irfan, Mira, Elin, dan lainnya apa yang mereka posting selama ini, berita yang kurang baik tentang Irfan, bahkan di tulis caption macam – macam di Instragram dan mengaku di suruh oleh Irfan dan managernya mama Vinda itu bohong”, ! tegas Indah,


“Jadi selama ini kami di tipu oleh fans lovers Irfan”, suara Fiza terdengar menyentak tidak percaya dengan apa yang di katakan oleh Indah.


“Justru itu jadinya saya mau tanya, waktu itu di media social dan Tv, ada berita tentang Irfan kalau katanya ada foto bersetubuh dengan fansnya, itu apa benar apa hoak, dan sebenarnya itu ceritanya seperti apa, demi Allah, aku orang enggak tahu apa – apa, dan waktu terus terang yang pernah Dm Irfan di bilang orang gila, karena mau konsultasi dengannya, itu adalah sepupu saya yang namanya akunnya @KarlaDebby89”, pada akhirnya, Fiza mengakui apa yang ingin di ketahuinya.


“Begini, sebenarnya kalau saya boleh jujur sama mbak Indah, kenapa saya emosi banget sama Irfan, karena saya merasa kecewa, sepupu saya Dm di perlakukan begitu, padahal dia butuh banget buat konsultasi gaib, saya baca emang yang ngomong itu, fans Irfan, yang namanya Mira itu, katanya halu, dan terobsesi banget, Irfan enggak suka, padahal dari Irfan sendiri, menanggapi baik Dm itu, dan saya pikirkan, apakah Irfan jelek – jelekkin sepupu saya ke fansnya gitu”, ? awalnya memang emosi Fiza meninggi tapi sekarang mereda.


“Saya yang justru juga minta maaf kalau ada kata – kata yang salah, yah saya minta tolong di sampaikan itu saja, sepupu saya butuh bantuannya”, kata Fiza kemudian.


“Saya juga akan bantu Irfan, Rianti dan juga Mbak Indah kalau begitu”, kata Fiza.


“Selama ini pun, sebenarnya saya di grup fans lovers itu, apa yang saya lakukan itu terpaksa, saya di ancam, oleh mereka mau di celakakan, kalau enggak lakuin apa yang mereka mau, dan sebenarnya Irfan sendiri, sudah tahu, hidup saya yang sebenarnya, dan bantu saya juga”, kata Indah panjang lebar.


“Agar saya bisa yakin tentang cerita ini semua, gimana kalau besok saya ketemu dengan Irfan, Rianti juga, saya hubungi mbak Indah dulu tapi”, usul Fiza.


“Oke, saya hubungi mereka dulu kalau begitu”, akhirnya Indah meninggalkan Fiza di meja itu, dan semua pengakuan Fiza sudah di simpan di rekaman Hp oleh Indah.


Di tempat yang berbeda dengan Indah, di rumahku, aku masih bersama Irfan, yang masih menginap di rumahku, dan dia langsung menerima rekaman tersebut dari Indah, dan kemudian dia juga langsung menghubungi Rendy.


“Ren, jadi gimana masalah Om Hasan juga, apa ada kabar baru, tentang sertifikat yang di curi oleh dia”, ? tanya Irfan.


“di BPN sudah saya blokir, tapi orang saya yang ke rumah Om Hasan, enggak ketemu sama Om Hasan kayaknya dia ngumpet, dan di sini, dari penyelidikan teryata Om Hasan juga mengambil uang Rianti sebanyak 30 juta, itu dari hasil Rianti ikut syuting sama kamu, dan juga dari hasil Rianti tiap ada event kepenulisan juga, dia tahu nomor rekening Rianti”, kata Rendy.


“Kalau begitu, apa Rianti lebih baik ganti nomor rekening aja”, ? tanya Irfan.


“Yah lebih baik begitu”, kata Rendy.


“Saya juga ada bukti baru yang berkaitan dengan ini semua, saya kirim sekarang kalau begitu, karena saya curiga takut juga ada kerjasama di sini”, Irfan baru saja mengakhiri pembicaraan dengan Rendy, aku menangis sejadinya, di pundak Irfan dan dia mengusap rambutku, untuk menenangkan aku.


“Ri…, sudah ada aku di sini”, kata Irfan dengan penuh perhatian.


“Mulai sekarang orang yang menyakiti kamu, bahkan nyakitin aku juga, akan kita jebloskan ke penjara, karena itu bukan hak mereka semua, saya curiga, kalau Om Hasan ada kerjasama dengan fansku juga, dan bisa perantara Tania untuk kenal mereka”, kata Irfan kemudian.


“Rianti, kamu enggak boleh juga terus dan terus merasa sendiri, karena ada aku juga di sini, aku tahu, kamu punya teman waktu kuliah yang juga sama, Cuma menganggap kamu ada di saat dia perlu saja, bukan menganggap kamu benar – benar ada, sekarang aku sudah tahu semuanya sebenarnya itu masalahnya, makanya dari keluarga kamu Cuma mau kuasai harta kamu, mereka meremehkan kamu, enggak menganggap kamu benar – benar ada, sedangkan teman kuliah juga sama, enggak peduli, kamu ngomong Cuma di anggap angina doang, tapi apa aku seperti Ri, aku enggak, bahkan aku sampai ikut di tuduh hasut kamu, karena aku bela kamu, dan mau di pecah belah juga sama fans aku, karena mereka terhadap aku pribadi juga Cuma ada maunya, dan sebenarnya terus – terang, sebelum aku ketemu sama kamu, aku juga punya perasaan yang sama secara pribadi, aku merasa sendiri, enggak tahu harus cerita sama siapa, yah di rumah saya untungnya saya bisa ceritakan hal itu dengan mama, koko Hari dan Mama aku, tapi perasaan yang masih berkurang di hati itu, masih ada, aku enggak pernah punya teman, yang emang tulus sama aku, terus – terang saja, sejak aku jadi artis, dan sebenarnya aku pengen mundur dari management ini semua, aku sudah merasa patah semangat hidup, dan untung kamu datang, yang buat aku termotivasi lagi, Ri….kita di posisi yang sama, cuma bedanya, keluarga aku enggak seperti keluarga kamu, tapi orang non keluarga yang begitu, makanya, yah kamu tahu sendiri termasuk fans aku, mungkin karena aku artis tapi belum nikah, dan laki – laki juga, tapi apapun itu yang aku cari hanya di jalan Allah, kalau aku mencintai seseorang karena Allah dan ingin di cintai juga karena Allah, selama ini aku enggak pernah ceritain hal ini ke kamu, karena aku tahu keadaan kamu sendiri juga lagi stress, intinya aku juga kurang perhatian dari orang lain, tapi untungnya dari keluarga aku bisa mendapatkannya”, kata Irfan panjang lebar.

__ADS_1


“Yah soal menikah, mungkin benar kali kata orang, kalau kita menikah dan punya pasangan, akan terhindar dari fitnah, tapi jodoh itu kan di tangan Allah, kita semua serahkan saja, apa yang kita alami kepada Allah, semoga menjadi hikmahnya di akhir cerita, hidup kalau enggak ada cobaan enggak akan indah, tapi terus – terang aku sudah muak banget sama Om Hasan, Tania dan Mira, juga Elin, ingin rasanya mereka semua masuk penjara, awalnya aku sama Indah, aku curiga kalau dia hanya permainan di depan aku, tapi teryata enggak sama sekali, apalagi kalau Indah itu adalah perantara kamu untuk aku bisa menghubungi dia”, kataku juga panjang lebar.


“Indah emang cerita sama aku, kalau dia enggak lakuin semua itu, dia di ancam, keluarganya akan di hancurkan, padahal Indah itu, seorang yang enggak punya suami, dan anaknya masih kecil, bahkan orang yang enggak mampu juga, dia sebenarnya orang yang juga membutuhkan uang, tapi Indah bukan seperti mereka, dan sebenarnya Indah itu enggak suka akan keberadaannya sendiri di grup fans lovers aku itu, apalagi adminnya Mira”, cerita Irfan singkat.


“Dia masuk ke situ pun karena di tipu sama Mira, dia bilang kalau masuk di situ nanti bisa jadi asisten pribadi aku”, cerita Irfan lagi.


“Tapi gimana ceritanya Fan, dia juga bisa kenal kamu, di sini aku enggak tahu kenapa, aku pengen kamu cerita sejujurnya sama aku”, tegasku tiba – tiba saja kepada Irfan, dengan suara agak keras, Irfan menarik nafas panjang dan barulah dia meneruskan ucapannya lagi.


“Rianti”, Irfan menyebut namaku sambil menunduk dalam, dan air matanya menetes.


“Yah emang Indah itu aku kenal dekat dia, karena dia sebenarnya adalah orang yang sudah aku kenal lama, bahkan sebelum kamu, dan kami ketemu lagi”, Irfan memulai ceritanya.


“Intinya yang mau aku tanyain ke kamu sekarang jadinya, apakah Indah itu, lewat perantara kamu juga, bisa kenal Mira, atau emang enggak sengaja kenal di restoran, dan kamu bisa tahu karena cerita Indah, kalau Mira itu sebenarnya masih punya hubungan saudara tapi putus hubungan karena masalah soal uang juga, dan Indah cerita apa saja kamu, Irfan, aku Cuma enggak mau, di tengah jalan ada yang di tutupi”, ! kataku mulai dengan suara agak keras lagi.


“Indah yang emang cerita ke aku begitu, tapi aku melihat sendiri, belum, namun emang sebenarnya Mira itu masih sepupu dengan Indah tapi putus hubungan, dan itu emang berdasarkan cerita Indah tapi emang aku pernah lihat saja, kalau sebenarnya selama ini, Indah kenapa sekarang keadannya juga seperti ini, dan kenapa alasan Mira bisa ancam Indah begitu, karena Indah itu pernah di berikan uang untuk makan sama Mira”, kata Irfan bercerita panjang lebar.


“Jadi karena hutang budi”, akhirnya aku mengangguk.


“Aku minta maaf, kalau tadi agak keras, aku Cuma enggak mau, adanya kebohongan dengan ini semua, di antara kita di tengah jalan”, kataku kemudian.


“Aku Cuma dengar cerita dari Indah saja”, kata Irfan kemudian.


“Yang pemting sekarang gini aja, sekarang kamu aku temani ke Bank aja, buat ubah nomor rekening kamu aja sekalian gimana”, ? tanya Irfan.


“Yah udah oke, aku siap – siap sekarang”, jawabku.


Aku masuk ke dalam kamarku, untuk mengganti baju dengan kemeja warna hitam dan celana warna biru, dan kemudian aku, menyisir rambutku, dan mengusap bedak ke wajah, serta mengoles lipstik ke bibir setelah itu menyemprot parfum ke tubuh, barulah menaruh dompet dan Hp serta mencangking tasku, keluar kamar.


Di luar kamar, aku melihat Irfan sudah menunggu aku di depan pintu, dan aku dengan Irfan berjalan ke arah gang tembus rumah, untuk berjalan ke arah Bank Mandiri, yang dekat rumahku, posisinya memang hanya berada di belakang rumah, di sana aku mengganti pinku, dan ketika aku mengganti pin, orang di sekitar rumahku, mulai juga sudah terlihat kejanggalan, Irfan sendiri terlihat nampak menerima telepon dari Rendy, nampaknya ada sesuatu yang ingin di bicarakan oleh pengacara itu, sore ini.


Kejanggalan yang aku lihat dan rasakan, itu di mulai, dari satpam – satpam tempat makan, di belakang rumahku, terutama satpam Dunkin Donut, dan satpam yang sering jaga, juga di Indomaret, aku sudah mulai tidak nyaman akan ini semua, di tambah, di jejeran bangunan sebelah kanan yang bersebelahan, dengan dunkin donut, dan Bank Mandiri, ada satu ruko bangunan baru, dan itu adalah kios baju milik teman rekan artis Irfan Santoso, yaitu, Aji Dimas Angga, aku juga pernah bertemu dengannya waktu di studio Kebajikan waktu itu, dan mengobrol dengannya, karena waktu itu juga memang Aji Dimas yang menjadi host berdampingan dengan Irfan sebagai indigonya di acara kebajikan.


Sambil menunggu Irfan selesai, berbicara dengan Rendy, aku duduk di pinggi dunkin donut, keanehan semakin terasa, di mana mata, - mata mereka ingin mencari tahu tentang kenapa Irfan bisa sering ke rumahku, bahkan mematai – mataiku juga, yang sering bersama Irfan.


“Irfan, aku mau ngomong, dan sepertinya kita harus ketemu Kak Aji juga”, kataku pelan sambil mendekati Irfan yang sedang mencegat taksi, ketika sudah selesai bicara dengan Rendy.


“Aku sudah paham, karena itu tadi aku dapat telepon dari Rendy”, kata Irfan.


“Nanti kita bicarakan di taksi”, kata Irfan lagi.


Akhirnya sebuah mobil taksi biru, berhenti di depan kami bedua, aku yang masuk lebih dulu ke dalam, barulah Irfan menyusul.


“Rendy tadi ada kabar baru juga, dia sudah menerima rekaman dari Indah, dan nanti dia mau ketemu dengan Indah sekaligus Fiza, yang netizen itu, masalah Om Hasan, sekarang dia sudah tahu, kalau sertifikat rumah di Tangerang Selatan di blokir, dan dia mulai beraksi, lebih jauh, Om Hasan, mulai memberikan perlawanan, dia mau suruh – suruh orang juga, untuk jadi mata – mata kita semua, termasuk satpam – satpam di dekat rumah kamu ini, dan Mira juga mau melakukan perlawanan, dia memang mau kerjasama dengan Om Hasan, Tania emang jadi perantara Mira, untuk kenal Om Hasan dengan memberikan kontak whatsappnya, dan Mira mau cari untung dengan nekat apapun itu caranya, dia mau bayar satpam dan orang – orang yang nanti kerja di kios distro milik Kak Aji yang sekarang di bangun ini, karena itu kita harus ketemu kak Aji juga secepatnya, orang – orang yang mau ambil untung karena masalah harta, mulai melakukan hal yang lebih gila”, kata Irfan panjang lebar.


“Jadi sekarang kita mau ketemu sama Rendy dulu”, kataku.


“Iyah kita ketemu di Kelapa Gading di sushi angkringan dia sekarang lagi nunggu di sana, tapi aku mau coba hubungi juga Indah, agar Indah bisa menyusul sama Fiza”, kata Irfan.


“Aku serahin saja semuanya sama kamu masalahnya”, kataku.


“Dan sekarang, apa emang keberadaan sertifikat Tangerang masih di rumah Om Hasan”, ? tanyaku kemudian, Irfan belum bisa menanggapi omonganku, dia sedang berbicara dengan Indah di telepon dan aku mendengarnya percakapan mereka.


“Halo asalamualaikum”, kata Irfan.


“Walaikumsalam”, balas Indah.


“Yah Irfan gimana”, ? tanyanya kemudian.


“Kita ketemu yah di angkringan sushi Kelapa Gading, kamu saya tunggu datang bersama Fiza yang netizen itu, rekamannya sudah di terima oleh pengacara Rendy, dan sekarang saya sekarang sudah bersama Rianti juga, rupanya memang Mira itu kerjasama juga dengan Om Hasan, dan keluarga Rianti yang ambil sertifikat rumah Rianti di Tangerang Selatan, dan Om Hasan melakukan perlawanan juga dia suruh orang di sekitar rumah Rianti untuk jadi mata – mata semua dan di bayar semua, saya curiganya juga bukan apa – apa, uang Om Hasan itu sendiri dari mana, sekarang Om Hasan enggak kerja, kalau dia menggadaikan sertifikat rasanya enggak mungkin karena di BPN sudah di blokir, buktinya keluarga Rianti ngamuk karena di blokir, ini sudah waktunya kita perang, kalau kamu emang seseorang yang tulus juga bela aku, maka bela juga Rianti, di sahabat aku, dan kita harus kompak, kamu enggak perlu takut, selama apa yang kamu lakukan itu benar bukan salah dan kamu takut hanya sama Allah, bukan sama Mira dan fans gila itu semua”, kata Irfan panjang lebar.


“Di sini pasti Mira juga mau cari untung saja juga, jadi dia orang yang mau cari untung juga sana – sini, yah masalahnya juga yang salah siapa, berani beli rumah, tapi enggak punya uang, pinjam sama orang ada resiko, dan Indah kamu enggak perlu takut ancaman Mira, rezeki enggak akan kemana, selama Allah memberikan rezeki itu untuk umatNya, dan kamu meminta rezeki itu hanya kepada Allah bukan manusia, berharaplah hanya kepada Allah bukan manusia, saya percaya dengan kamu, bukan dengan yang lainnya, karena hati kamu Indah, kamu orang yang berbeda dengan yang lainnya, dan saya pikir kamu bisa menjaga amanah saya, selama hidup kamu”, kata Irfan.

__ADS_1


“Insya Allah Irfan, saya hubungi dulu Fiza kalau begitu”, Indah mengakhiri pembicaraannya dengan Irfan, sedangkan aku dan Irfan, sudah tiba di tempat, di


__ADS_2