
Hari berlalu begitu cepat, tak terasa Seruni dan Maria sibuk ke rumah sakit Keduanya pecah ketuban. Rupanya baik Seruni dan Maria ingin melahirkan bersama.
"Ini keduanya diperiksa oleh Bidan Safitri?" tanya suster tak percaya.
"Habis gimana dong, orang maunya sama Bidan Saf," ujar Gomesh.
Sedang Saf sendiri juga sudah besar perutnya, hanya beda dua bulan saja dengan dua ibu yang sedang merasa mulas perutnya itu.
Safitri yang sudah pindah menjadi kepala bagian kebidanan rumah sakit milik Arimbi. Kini gadis berusia mau delapan belas tahun itu menangani kelahiran dari Seruni sedang Maria ditangani oleh Saf.
Nai sendiri ada di rumah sakit miliknya. Gadis itu juga sudah menjadi dokter kandungan. Sedang rumah sakit milik Daud tiga bulan lagi akan dibuka untuk umum.
Gomesh diminta keluar oleh Saf begitu juga David. Kedua pria itu hanya menurut dan menunggu. Bart dan Virgou ada di sana. Mereka menenangkan para pria yang cemas.
Tiga jam berlalu belum ada tanda-tanda lahirnya jabang bayi. Setengah jam kemudian barulah terdengar suara bayi yang begitu keras.
"Selamat Papa Gomesh, bayi dan ibu sehat!" ujar Saf. "Sepasang Pa!"
Gomesh mengucap syukur. Setengah jam kemudian Lahirlah bayi dari rahim Seruni.
"Selamat Tuan David. Anda mendapat seorang putri cantik, ibu sehat bayi juga sehat!"
"Alhamdulillah!" sahut David lega.
Kini kedua bayi ada di dalam boksnya. Gomesh menamai putranya Pomesh Putra Diablo dan Bariani Putri Diablo, sedangkan David memilih nama Aaliyah Rinjani Dougher Young.
"Gom ... ganti nama anakmu!' sahut Bart kesal.
"Apa dong Tuan?" tanya Gomesh bingung.
Pria itu terinspirasi dengan nama panggilan dari para perusuh.
"Rafael Max Diablo!"
Gomesh tersenyum mendengar nama putranya yang indah.
"Lalu satunya lagi?"
"Theresia Angelica Diablo!" jawab Bart
"Panggilnya Fael atau Max lalu Angel untuk baby girl nya!" ujar Bart lagi.
Akhirnya nama Pomesh diganti menjadi Rafael Max Diablo dan Bariani diganti menjadi nama menjadi Theresia Angelica Diablo . Pria itu senang bukan main begitu juga Maria.
Semua keluarga ada di rumah Virgou. Terra dan lainnya akhirnya mengucap syukur atas kelahiran tiga bayi sekaligus.
"Ma, Uma melahirkan kapan?" tanya Rion.
Pemuda itu sudah mencatatkan nama-nama bayi di bukunya.
__ADS_1
"Sama dengan bulan lahir kamu baby," jawab Terra.
Rion mengangguk tanda mengerti. Semua heboh, Domesh, Bomesh, dan Bariana sangat senang memiliki adik baru.
"Atuh pudah padhi Ata'!' ujarnya terharu. "Adittuh puwa ladhi!"
Azha senang ketika ia juga sudah menjadi kakak. Terlebih adiknya adalah seorang perempuan.
"Alhamdulillah, bunya adit sewet!"
Sedang Harun hanya cemberut, ia ingin punya adik tapi ayah dan ibunya sudah tua dan tak mau memiliki anak lagi. Begitu juga Arion dan Arraya. Dua batita kembar itu juga ingin adik bayi.
"Mama ... bitin padet payi don!" pinta mereka dengan merengek.
"Babies, Mama udah nggak bisa punya anak lagi, Mama udah tua," sahut Terra.
"Udah itu adiknya Fael, Angel dan Aaliyah aja ya," lanjutnya.
Akhirnya Arion, Harun dan Arraya mengangguk. Mereka akan menantikan dua adiknya yang pasti lucu dan tak kalah rusuh dengan pendahulunya.
Arsyad, Aaima, Al Bara, El Bara, Maryam, Aisyah, Fatih dan Fathiyya sudah berumur satu tahun. Mereka berjoged senang karena resmi menjadi kakak.
"Holeee ... ahilna atuh padhi Ata'!" pekik mereka kompak.
Terra dan lainnya tersenyum. Rion sebentar lagi berusia dua puluh satu tahun, pemuda itu makin tampan dengan segudang pesona.
"Baby," panggil Terra pada bayi besarnya itu.
"Kapan kau melamarnya? Jangan menggantung anak orang!" ketus Terra.
"Nanti Ma, kalau dia sudah dua puluh!" sahut Rion meninggalkan ibunya.
Terra menggeleng dan hanya bisa menghela nafas panjang. Semenjak cincin disematkan di jari gadis itu setahun yang lalu. Rion tak belum pernah lagi menaikan hubungannya.
"Jangankan menaikan hubungan. Kasih tau apa status mereka saja tidak!" gerutu Terra kesal.
Enam adik Azizah juga sudah makin besar. Bahkan Adiba mulai menonjol kegeniusannya. Gadis kecil itu sudah hafal tiga puluh djuz, bahkan ia tau letak dan halamannya. Selain itu Adiba juga mahir memainkan kuas di atas kanvas dan menciptakan kaligrafi indah.
Ajis berusia sepuluh tahun juga sudah hapal 14 djuz Al-Quran. Ia juga hafal hadist, perkalian, rumus matematika. Ajis berbakat dengan pelajaran eksakta.
Sedang Amran, Alim, Ahmad dan Aminah masih terlalu dini menunjukan kebisaannya. Lana, Leno, dan Lino kini baru masuk pesantren yang sama dengan kakak mereka sebelumnya, usia tiga kembar itu sudah enam tahun.
Puspita masak besar dibantu oleh para maid. Wanita itu hanya mengecek saja, ia sangat antusias dengan kehadiran para bayi ini.
"Mereka pulang besok kan?" tanyanya.
"Iya," jawab Haidar.
Hari berlalu. Dav, Virgou, Bart dan Gomesh pulang membawa Seruni dan Maria juga tiga bayi.
__ADS_1
"Halo Baby Fael, Baby Angel dan Baby Aaliyah!' sapa Terra ketika bayi sudah diletakan dalam boksnya.
'Halo Mama!' sahut Seruni dan Maria bersamaan.
Ketiga bayi menggeliat lucu. Terra gemas dan menciumi tiga bayi merah itu. Haidar sudah memesan satu kambing untuk putri dari David Sidiqh Dougher Young itu.
"Jadi dua puluh hari atau satu minggu baru aqiqah?' tanya Haidar.
'Satu minggu gelar acara di rumahku deh," jawab David.
Haidar mengangguk. Ia akan memesan untuk satu minggu acara aqiqah Baby Aaliyah.
Mereka semua menginap di mansion Virgou. Tiga bayi itu sudah diculik oleh pemilik rumah. Maria dan Seruni disuruh memompa ASI mereka banyak-banyak.
"Tuan, nanti anakku tak mengenaliku sebagai ibunya!' keluh Maria.
"Ck ... diam kau!" sahut Virgou ketika membawa dua bayi kembar termasuk bayi adik sepupunya itu.
'Kak!" rengek Seruni juga.
Puspita senang sekali dengan hadirnya tiga bayi lucu dan menggemaskan itu. Ia tak keberatan sama sekali.
"Aaima ... kamu bobo sama kakek yuk!" ajaknya.
"Eundat bawu!" tolak bayi cantik itu.
"Eh ... bayi ... kau melawan perintah ku!" protes Herman gemas.
Pria itu mengangkat Aaima dan menyembur perutnya. Lima bayi juga mau diajak tidur, Terra mengangkat semua cucunya tidur bersamanya.
"Ma," protes Lidya dan Darren.
'Diam kalian!" seru Haidar lalu menyusul istrinya ke kamar.
Demian merangkul sang istri begitu juga Jac. Darren mengelus perut istrinya dan mereka pun ke kamar masing-masing.
Pagi menjelang. Semua anak sibuk yang sekolah dan yang bekerja. Daud akan bergelar ahli jantung satu bulan mendatang, pemuda berusia sudah delapan belas tahun itu adalah dokter jantung termuda yang pernah ada di negeri ini.
Rumah sakitnya juga sudah beroperasi dan akan dibuka untuk umum dua bulan mendatang.
"Apa perlengkapan sudah kau siapkan?" tanya Bart.
"Sudah Grandpa," jawab Daud.
Sean masih mengantar jemput anak-anak sekolah. Samudera sudah kelas empat, Benua dan Domesh sudah kelas tiga sedang Sky dan Bomesh kelas dua.
Affhan, Maisya, dan Dimas kini sudah masuk perkuliahan. Sedang Dewa, Dewi, Rasya, Rasyid dan Kaila baru kelas dua SMP. mereka benar-benar tak mengambil program akselerasi.
bersambung.
__ADS_1
welcome Fael, Angel dan Aaliyah!
next?