
Virgou memilih berlari menuju sekolah lima putranya, David pun mengikuti saudara tertuanya itu. Mereka berlari seperti dikejar setan. Entah kenapa jarak yang mestinya dekat serasa jauh bagi Virgou. Ia ingin segera sampai dan melindungi semua putranya, Virgou sampai meneteskan air mata.
Sementara di sekolah, Sky, Bomesh, Benua dan Domesh masih menunggu kakaknya keluar dari kelas. Para guru tetap berada di sekolah. Semenjak beberapa kasus yang menimpa banyak murid akibat oknum pendidik yang terlibat. Kali ini sekolah tidak mau dicoreng lagi namanya.
“Makan dulu ya Nak,” tawar salah satu guru memberi roti yang tadi ia bawa dari rumah.
Sky, dan lainnya memang sudah lapar. Mereka mengambil roti itu dan memakannya perlahan. Domesh sudah gelisah. Samudera belum keluar kelas. Mereka sudah lapar. Biasanya Kakak mereka Sean sudah datang dan membawa mereka makan di kantin terlebih dahulu.
“Kak, lapar,” bisik Bomesh.
“Sabar ya, Dik,” sahut Domesh menenangkan adiknya.
‘Kita keluar aja yuk,” ajak Sky.
“Jangan, kita nurut aja ya sama Kak Sam, di sini sampai Kak Sean menjemput kita!” sahut Domesh melarang.
Sedang di luar pagar, tujuh orang yang terdiri dari lima pria dan dua wanita masih menatap bangunan sekolah. Pintu pagar kembali ditutup rapat setelah anak kelas satu hingga kelas tiga keluar sekolah. Tetapi, anak yang mereka incar tak kelihatan.
“Apa kau yakin itu adalah anak Diablo?” tanya salah satu pria dengan bahasa Inggris.
“Tentu, dia mirip sekali dengan Gomesh!” jawab wanita itu.
“Sial, tendangannya kuat sekali!” ujarnya sambil mengelus tangannya yang masih berdenyut.
“Kau ini, menculik anak saja, tidak bisa!” ledek salah satu wanita.
“Lalu jika kau bisa, kenapa bukan kau saja tadi yang masuk!” sentak wanita yang mengelus tangannya yang memar.
“Diam kalian!” bentak salah satu pria.
“Kita harus pulang membawa salah satu keturunan Gomesh Diablo. Anak itu harus kita bawa untuk mengambil harta kepemilikan Gomesh!” lanjutnya.
“Tapi ... apa Kak Gomesh tidak akan membasmi kita?” celetuk salah satu dari mereka.
__ADS_1
“Kalian ingat kan, Kak Gomesh dulu yang disiksa oleh Mami dan Papi, menyuruhnya menjadi perampok di depan gereja, hingga dia menghilang,” lanjutnya.
“Dua puluh tahun kita pontang-panting mencarinya, karena Papi menginginkan Kak Gomesh kembali karena menyesal,” ujarnya lagi.
“Kenapa tidak kita datangi saja Kak Gomesh dan meminta ia pulang?”
“Lalu kau membiarkan dia mendapat bagian dari harta Papi?” sahut sang wanita.
“Aku tak masalah, jika kak Gomesh mendapat bagiannya,” jawab pria paling muda diantara semuanya.
Ketujuh orang itu adalah Geonesh Diablo, empat puluh enam tahun, anak pertama, Georgina Diablo tiga puluh enam tahun, anak ke tiga, Goemitha Diablo tiga puluh lima tahun, anak ke empat, Gorgon Diablo tiga puluh empat anak ke lima, Gomash Diablo tiga puluh tiga anak ke enam, Gometrio Diablo tiga puluh dua, dan terakhir Geomenino Diablo dua puluh lima.
Gomesh adalah anak ke dua dari mereka. Mereka sangat mengingat bagaimana ayah dan ibu mereka begitu keras. Tidak ada kasih sayang dan cinta antara keluarga jika makan tiba, mereka harus berebutan agar bisa kenyang.
Pasangan Diablo dan Anneth memiliki anak banyak, padahal Anneth sendiri memasang spiral agar tak ada janin yang tumbuh diperutnya. Tetapi sembilan anak lahir dari perutnya. Rahim Anneth yang terlalu subur membuat spiral tak bisa membendung terjadinya bayi.
“Ini spiralnya malah keluar bersama jabang bayi,” ujar dokter ketika membantu persalinan ke dua.
Karena Gomesh lahir membuka jalur janin lain tumbuh. Gomesh kecil menjadi sasaran kemarahan ayah dan ibunya walau ia sama sekali tak bersalah. Hingga ketika ia bisa berjalan dan berbicara. Jika ia menangis karena lapar. Ayahnya memberi ia pisau dan menaruhnya di depan gereja.
“Jika kau lapar, cari uang sendiri!”
Geonesh tentu mengingat perlakuan ayah dan ibunya pada sang adik. Pria itu mengingat bagaimana ia membuat Gomesh kecil selalu mendapat hukuman dari orang tuanya. Ketika adik-adiknya lahir Gomesh selalu menjadi sasaran kemarahan sang ayah.
“Kak Gomesh hilang ketika berusia dua belas tahun. Semenjak itu Papi sering ke gereja, berharap Kak Gomesh ada di sana,” ujar Geomenino.
“Aku belum lihat wajah Kak Gom seperti apa,” lanjutnya lirih.
“Tapi ... aku tak rela jika harta Papi juga jatuh ke tangannya!” sahut Geonesh.
“Aku tidak mau ikut-ikutan soal ini!” sahut Geomenino mundur.
“Kau bukan saudara kami!” sahut Geomitha.
__ADS_1
“Lalu apa Kak Gom bukan saudara kalian hingga mencarinya selama dua puluh tahun lebih?” tanya Geomenino.
“Kita mencarinya agar Papi nggak mukulin Kak Geonesh kan?” lanjutnya.
“Papi tak pernah memukul kita semenjak Kak Gomesh menghilang,” ujar Georgina mengingat.
“Dan semenjak menghilangnya kak Gomesh kita tak lagi berebutan makanan,” lanjutnya lirih.
“Aku juga tidak mau ikut menculik anak kak Gomesh. Kalian tanggung sendiri jika masih ngotot!” ujar Gorgon.
“Kalian tau harta Papi ada satu triliun, jika rumah dan lainnya terjual?” sahut Geonesh.
“Kita ada berdelapan jika dibagi hanya sedikit, kalian punya keluarga masing-masing. Apa cukup 20 miliar seorang?” lanjutnya menyeringai.
Geonesh sangat tahu, semua adiknya sangat materialistis, terlebih gaya hidup mereka yang selalu memakai pakaian branded ternama. Terlebih Gorgon, Georgina dan Geomitha, mereka memiliki anak banyak.
“Jangan berlaga kalian menyayangi Gomesh, selama dua puluh tahun lebih kita mencarinya juga bukan beneran mencari. Keberadaan putra Gomesh aku yang tahu lebih dulu karena tak sengaja mendengar jika Gomesh sudah menikah dan memiliki putra bernama Bomesh,” jelasnya panjang lebar.
“Anak itu sama bodoh dengan Papi, yang tidak bisa memberi nama pada anak-anaknya,” lanjutnya kesal sendiri.
“Aku mundur,” sahut Geomenino.
Pemuda itu memilih melangkah menuju mobil yang ia sewa ada pemandu jalan di sana. Ia tak keberatan jika Kakak yang tak pernah ia temui mendapatkan bagiannya.
Ia malah ingin sekali bertemu dengan Gomesh, ia akan mencari cara lain agar bisa bertemu dengan salah satu kakak laki-lakinya itu.
Geonesh kesal, bel berbunyi, anak-anak mulai keluar dari sekolah. Pria itu sudah mengeluarkan banyak uang untuk menemukan Gomesh. Begitu ia mendapatkan informasi jika adik yang hilang itu memiliki putra dan bersekolah di sini. Ia pun langsung mencarinya.
Geonesh masih tidak rela jika adiknya yang sangat ia tidak suka dan melimpahkan semua kesalahannya pada sang adik itu mendapat bagian harta dari sang ayah. Baginya hilangnya Gomesh membuat ia tak lagi berebutan makanan. Tetapi ketika adik-adiknya lahir, sang ibu yang selalu membentak Gomesh bayi. Pria itu jadi membenci sang adik.
“Gara-gara kau lahir, mereka juga hadir, aku harus berebut makanan dengan mereka. Papi dan Mami hanya memikirkan diri mereka sendiri!” gumamnya.
bersambung.
__ADS_1
next?