SANG PEWARIS

SANG PEWARIS
SANG PEWARIS BAB 121 Ulang Tahun Nouval


__ADS_3

"Iya Mun"Jawab Zulkarnain.


"Dokter sudah datang"Mumun menjelaskan.


"Ok persilahkan dia duduk di ruang tamu"Setelah berpamitan,Zulkarnain bergegas keluar untuk menemui Sang Dokter sekalian mau minta maaf karena tidak jadi untuk memeriksa keadaan Lucy.


Ia khawatir takut Dokter curiga dengan keadaan Lucy.Jadi Zulkarnain berinisiatif untuk tidak perlu memeriksa keadaan putrinya.


___


Laras menghampiri Lisa yang duduk termangu di balkon kamarnya.Ia berbatuk-batuk kecil memberi kode akan kedatangannya.


Lisa menoleh"Eh Mbak Laras"Ia melemparkan senyuman.


"Lagi mikirin apa?Sampai berangan jauh"Laras duduk di kursi rotan berjarak meja kecil dengan Lisa.Lisa tersenyum hambar.


"Lisa,,,"Laras memegang tangan Lisa yang menopang diatas meja."Untuk apa kamu memakai topeng itu?aku sungguh tak percaya kamu seberani itu.Sekarang aku pun tak tahu apa yang harus aku lakukan untuk membebaskan mu dari kutukan itu"

__ADS_1


Nampak Lisa diam dengan memejamkan matanya,buliran bening mengalir deras di wajahnya yang memucat.


Laras terenyuh,ia mengusap pipi Lisa dengan penuh kasih.Mendapat perlakuan begitu,Lisa tambah menangis sesenggukan.Laras bangkit lalu menarik adik angkatnya itu kedalam pelukannya.


"Aku takut Mbak...Aku takut"Lisa meluahkan perasaannya dalam dekapan Laras.Laras menghela nafas berat,netranya tak kuasa menahan air mata yang membanjir.


Hatinya sakit untuk kesekian kalinya,Lisa yang sudah ia rawat sedari kecil,ia jaga sepenuh hati sampai rela meninggalkan keluarga di kampung.Sekarang harus menghadapi Malaikat pencabut nyawa yang akan datang dalam waktu dekat.


Lisa pasti akan merasakan siksaan sakit yang luar biasa sebelum itu terjadi,karena ia telah menggadaikan nyawanya sendiri kepada penjaga benda keramat itu.Entah untuk apa Lisa menggunakan topeng itu?Laras masih bertanya-tanya dalam dirinya.


___


Sekitar jam 07.00 malam acara dimulai,banyak dari teman-teman sekolah Nouval datang meramaikan suasana.Acara tiup lilin pun begitu sangat meriah.Kue pertama Nouval siapkan kepada Papanya,suapan kedua ia berikan kepada Mamanya.Dan suapan ketiga ia ingin sekali memberikan kepada Lucy,namun karena Lucy berdiri agak jauh jadi ia berikan kepada pacarnya.


Lucy tersenyum melihat pemandangan itu,Lisa pun tak berbeda jauh.Ia didampingi oleh Lucy,karena khawatir Lisa kenapa-napa lagi.


"Kita nggak pernah yah ngerayain ultah semeriah ini?"Ucap Lisa.Yang ditanggapi anggukan oleh Lucy.

__ADS_1


"Kamu mau ngerayain juga?"Tanya Lucy.Lisa tersenyum.


"Mungkin kalau aku masih ada didunia ini"Lisa hanya mampu menjawab didalam hati.


Namun tiba-tiba suasana yang awalnya meriah jadi tegang karena kedatangan Santi.Dengan percaya diri dia datang ke hadapan Nouval sembari memberikan hadiah dan ucapan selamat.Nouval geram,ia membuang hadiah yang diberikan Santi ke lantai.


"Aku tidak Sudi menerima hadiah darimu"Hardik Nouval yang ditanggapi dengan senyuman kecut oleh Santi.


"Dasar tidak tahu malu,siapa yang mengundangmu kemari"Niken juga ikut emosi.


"Mas Zul"Jawab Santi santai.Zulkarnain terpana mendengar jawaban Santi.Ia sudah melarang Santi datang tapi malah datang memberi kejutan.


Niken Ayu menatap suaminya dengan tatapan yang menukik tajam.Zulkarnain segera menarik tangan Santi dan membawanya keluar dari keramaian.


Langkah kaki Santi terseok-seok karena ia sedang memakai high heels yang bertumit tinggi.Apalagi Zulkarnain menarik Santi dengan tergesa-gesa.Alhasil ia merasa kesusahan berjalan mengimbangi.


"Tunggu disini ya "Lucy meminta Lisa menunggu,Lisa mengiyakan.Lucy bergegas mengikuti kemana Ayahnya membawa Santi.

__ADS_1


__ADS_2