SANG PEWARIS

SANG PEWARIS
Sang pewaris BAB 32 memilih menunggu


__ADS_3

Setelah hari itu, tiada kesulitan bagi Mbah Sukma dalam setiap pekerjaan nya.meskipun Lucy masih bayi yang belum genap 1bulan.Tapi dengan kelebihan yang dia miliki, selalu mempermudah pekerjaan Mbah Sukma.Termasuk menjaga Lisa kakak kembarnya.


Hal itu membuat Mbah Sukma sangat mencintai Lucy.


***


Berbeda keadaan dengan Zulkarnain, sejak kejadian kecelakaan itu.Hidupnya seperti tak tentu arah.Apalagi keberadaan si kembar belum ada titik temu.


Niken ayu yang memilih tinggal dengan nya di villa sama sekali tak pernah dianggap ada.Meskipun ia tahu Niken tengah mengandung anaknya, sedikit pun tak pernah bisa menggugah hatinya.


Sikap Zulkarnain begitu dingin,tidurpun ia memilih istirahat di ruang kerjanya.


Niken bukan tidak berusaha untuk mengambil hati suaminya,namun tidak pernah membuahkan hasil.


"Niken bingung Ma harus bagaimana lagi ? Zul tetap saja dingin terhadap Niken Ma,meskipun tahu Niken tengah hamil anaknya"Niken mengadu kepada Bu Risma yang pada saat itu datang berkunjung.


"Kamu harus sabar sayang, mungkin nanti kalau kamu sudah melahirkan dan Zulkarnain melihat anaknya, hati nya akan melunak"


"Tapi Om Hans juga nggak beda jauh sikapnya terhadap Niken Ma, Niken merasa benar -benar sendiri disini "


Bu Risma menghela nafas,dia tahu apa sebabnya,tapi dia tidak bisa mengatakan apapun.Karena dia tahu Niken bukan jenis orang yang mudah disalahkan.Kalau dia sembarangan bicara takut Niken akan melakukan hal gila lagi.

__ADS_1


***


Pak Hans merasakan sesak di dadanya, seperti biasa dia akan meminum obat yang selalu diresepkan oleh dokter.


Yah!! tepatnya setelah kejadian hari itu, Pak Hans mengalami gangguan pada jantung nya.


Jika boleh jujur,ia merasa tertekan dikarenakan ia pendam segala gejolak dalam batinnya.


Niken adalah putri sahabat nya, Niken juga adalah dalang utama ia kehilangan cucunya juga menantunya.Tapi Niken juga adalah menantu nya,ibu dari calon cucunya.


Sungguh konflik batin yang sangat berat untuk dihadapi oleh seorang yang sudah lanjut usia seperti Pak Hans.


Tak jarang Pak Hans menitikkan air mata tanpa ada yang tahu.Dulu jika ia tengah gundah gulana dia akan cerita kepada asisten pribadi nya,Pak Wira.Tapi sekarang Pak Wira sudah tiada.Pak Hans sungguh merasa difase paling terpuruk.


"Andika pun bukan tanpa alasan memperlakukan Niken seperti dulu, karena dia tahu Niken adalah wanita ular yang sangat berbahaya.Hanya karena dia anak dari sahabat mu,kamu jadi membelanya dibanding kamu memberi Andika kesempatan.Sekarang kamu baru menyadari sebahaya apa wanita ular itu kan ??"


"sebaiknya kamu diam Lastri!!"


Bu Lastri tersenyum sengit,ia melangkah pergi tanpa pamit meninggalkan suaminya.


***

__ADS_1


Kepulan asap rokok berarakan mengikuti arah angin berhembus.Mata Zulkarnain menatap kosong ke depan, sebuah pemandangan malam tersaji begitu indah dengan hiasan kelap-kelip lampu dari rumah ke rumah.


Pemandangan ini sangat indah bagi Aida,ia akan selalu berdecak kagum dan tersenyum sumringah.


Namun sekarang senyum itu hanya sebuah kenangan, kenangan yang tak tergantikan.


Riky menghampiri Bosnya di Balkon itu,ia tahu pasti si Bos ada disitu dijam-jam segini.


Zulkarnain menyadari kedatangan asisten nya karena ia sangat kenal dengan bau parfumnya.


"Apakah masih belum ada titik temu ?"


"Belum Tuan, polisi tidak menemukan jejak nya sama sekali.Hal ini yang membuat kita kesulitan"


"Aku yakin mereka berdua pasti ada ditempat yang aman sekarang"


"Kenapa Tuan begitu yakin ?"


"Si bungsu bukan bayi sembarangan Riky, tadi malam aku bermimpi Aida.Dia meminta ku untuk menunggu bukan mencari, karena mereka berdua kelak akan datang padaku "


Riky terdiam.

__ADS_1


"Jadi mulai sekarang hentikan pencarian,dan kita tunggu saja "


"Baik Tuan "Riky mengangguk setuju.


__ADS_2