
Pak Jayadi meremas handphone yang ia pegang dengan sangat kuat.Kalaulah hp itu sebuah telur mungkin sudah jadi telur dadar.ðŸ¤ðŸ¤ðŸ¤
Ia teringat Kata-kata Ki Ageng"Kalau dia adalah pemiliknya, memakai ataupun tidak tetap dia bukan tandingan sampean Pak"
Dengan segera Pak Jayadi menelfon Ki Ageng.
"Assalamualaikum Pak "sapa dari seberang
"Wa'alaikum salam "
"Ada apa bapak menghubungi saya ??"
"Mmmm benar kata Aki dia bukan orang biasa "
"Memangnya apa yang terjadi Pak ??"
"Anak buah saya mati secara mengerikan Ki..."
"Pak saya sarankan agar sampean hati-hati sekarang,anak itu tidak akan membiarkan Anda"
"Apa saya perlu pindah sementara waktu Ki??"
"Mungkin itu lebih baik Pak"
__ADS_1
"Baiklah "
Pak Jayadi mematikan hpnya,Ia bergidik juga karena ia tadi melihat foto mayat anak buahnya yang sudah seperti ayam geprek.Barulah ia percaya bahwa anak itu bukanlah calang-calang.
Pak Jayadi menyeruput sisa kopinya,ia bangkit berniat hendak menemui istrinya yang mungkin ada diruang tengah bermain bersama anaknya.
Tapi tiba-tiba langkahnya terhenti diambang pintu,ia melihat seorang anak kecil di pintu gerbang.Pak Jayadi memicingkan matanya memastikan dengan apa yang ia lihat.Yah benar, anak kecil sedang berdiri mematung menatap lurus ke arahnya.
Mata pak Jayadi membulat besar,bulu kuduknya merinding.Cepat-cepat ia masuk ke dalam rumahnya, dan menutup pintu rapat-rapat.
Dia tidak melakukan aktivitas apapun,tapi nafasnya ngos-ngosan,dadanya naik turun, keringat dingin menetes dari keningnya.
"Pa... Papa kenapa ??kok kayak habis lihat
hantu saja"Istri pak Jayadi muncul dari belakang.
"Loh.. pergi kemana Pa?"Sang istri keheranan.Tapi ngikut aja dia pas ditarik tangannya oleh sang suami.
"Kemana saja yang penting kita harus keluar dari rumah ini segera!! Ningsih kemana Ma?"
Pak Jayadi mencari-cari putri tunggalnya.
"Aku tinggalkan dia tadi diruang tengah pia..."Jawab sang istri.Pak Jayadi melihat kesaentero sudut ruangan ditempat anaknya yang masih berumur 15bulan itu bermain.Tapi wujudnya tidak ada.
__ADS_1
"Mana ma?"pak Jayadi mulai panik.
"Hah????"si istri ikut panik.Dia melihat pintu tengah yang terhubung dengan taman dan kolam renang terbuka.Si istri langsung berlari kearah itu.Ia sangat takut anaknya yang belum bisa berjalan itu merangkak keluar.Pak Jayadi mengekor dibelakang sang istri.
"Ningsih!!!"seru Pak Jayadi, wajah nya memucat seperti tak berdarah.Ia melihat anaknya yang masih balita merangkak diatas air.
Si istri langsung terjelopoh ke tanah, badannya lemas melihat hal itu.
"Ningsih... sini nak... Ningsih sayang"Pak Jayadi berusaha memanggil sang anak, berharap ia akan mengubah haluan dan merangkak ketepi.Ningsih tergelak melihat papanya.Namun ia terus merangsek sejengkal demi sejengkal semakin ketengah kolam.Anak itu tersenyum riang seperti menemukan mainan baru.
"Pa terjun saja ke kolam ambil Ningsih"seru istrinya.Pak Jayadi menerima usul itu,ia langsung turun ke kolam berenang mendekati anaknya.
Jarak Pak Jayadi dengan anaknya sudah semakin dekat, Namun tiba-tiba Ningsih tenggelam ke dalam kolam.
"Ningsiiiiih!!"istri pak Jayadi menjerit histeris lalu pingsan.Pak Jayadi mempercepat Gayungan kakinya dan menangkap tubuh sang anak yang sudah tenggelam hampir ke dasar.
Tubuh Ningsih diangkat ke atas oleh pak Jayadi,balita itu tidak bergerak sama sekali.Pak Jayadi semakin panik,ia berenang ketepi dan meletakkan tubuh anaknya ditepian kolam.
Pak Jayadi naik ke atas, mendekati sang anak.Ia merangkul tubuh Ningsih yang lemas,lalu membalikkan tubuh anaknya agar air yang terminum bisa keluar.
"Ayo nak...nak.."Pak Jayadi merintih memanggil-manggil anaknya.Ia menepuk punggung sang anak.Tapi belum ada respon.Hati Pak Jayadi tak karu-karuan,ia takut Ningsih kenapa-napa.
Tiba-tiba Ningsih terbatuk-batuk,Pak Jayadi langsung membalik tubuh anaknya kembali.Dan merangkulnya erat,tak terasa Pak Jayadi menangis meraung-raung.Ia menciumi wajah Ningsih bertubi-tubi.Dalam hatinya ia bersyukur Ningsih tidak apa-apa.
__ADS_1
Dan ditengah ke kalutan itu Ia melihat keponakannya Si Rudi menatap nya dari balik pohon dengan tatapan tanpa expresi.
Pak Jayadi tambah memucat melihat sosok tubuh muncul dari belakang tubuh Rudi.Sosok tubuh yang sejak tadi membuat Pak Jayadi ketakutan.Sosok tubuh yang membuat ia gemetaran seluruh badan.Mata anak itu bersinar terang,MENGERIKAN!!!