SANG PEWARIS

SANG PEWARIS
PERISTIWA2


__ADS_3

Virgou menatap istrinya yang menggendong Alia. Wanita itu begitu menyayangi bayi cantik yang tak mau lepas dari dekapannya.


"Sayang," panggilnya mesra.


Virgou mengecup pelipis sang istri. Puspita tersenyum. Ayah ibunya datang dari Padang. Sang adik yang mengantarkan kedua orang tuanya. Kini semua orang tua sedang tertawa dibuat para bayi yang berulah.


"Baby mau sama Daddy?" Virgou menyodorkan tangannya.


Alia kini berpindah ke tangan pria sejuta pesona itu. Pria itu tau jika ayah dari bayi cantiknya kini sudah mendapat suaka di negara K. Tujuh orang itu harus mengabdi sebagai militer untuk membantu pemerintah menangani gejolak dalam negeri.


"Mas kenapa menatapku seperti itu?" tanya Puspita lirih.


"Aku cinta kamu sayang," ujar Virgou.


Puspita mencebik manja. Virgou dengan cepat mengecup bibir yang selalu membuatnya candu itu. Sudah banyak wanita yang melayani hasratnya. Tapi hanya Puspita yang mampu mengimbangi gayanya bercinta. Bahkan dia bertekuk lutut dalam gairah sang istri ketika menjalani sesi panas di ranjang.


"Aku juga sangat mencintaimu," balas wanita yang masih saja cantik itu.


"Sayang, apa aku salah membuat ayah anak ini berperang di negera orang?" tanya Virgou.


"Tidak ... tidak salah. Itu lebih berguna jika dia bisa bermanfaat untuk orang lain!" jawab Puspita tegas.


"Aku hanya takut, ketika besar dia bertanya kemana ayahnya," ujar Virgou lirih.


Puspita menatap suaminya. Baru pertama kali ia melihat sorot ketakutan pada pria yang selama ini begitu ganas jika berurusan dengan keluarganya.


"Jono membahayakan Babies sayang," Puspita mengingatkan.


Helaan berat pria itu keluarkan dari mulut. Hingga tiba-tiba terdengar teriakan. Firman terjatuh akibat berlari. Kepalanya berdarah.


"Baby!" teriak semua orang.


Firman tentu menangis keras. Della ikut menangis, semua pun menangis.


Basri menangani bayi itu dan menggendongnya. Semua remaja tentu tidak ada anak-anak belum pulang sekolah. Hanya Virgou yang ada di mansion bersama semua karena mertuanya datang.


Virgou menyerahkan Alia ke tangan Maria. Pria sejuta pesona itu langsung mendekati Firman yang menangis histeris.


"Sudah sayang. Nggak apa-apa jagoan!" ujarnya menenangkan Firman.


Virgou menutup luka bayi itu. Sedikit banyak, ia pun mengangkat Firman dari pangkuan mertuanya.


"Mamap Daddy ... hiks ... Ella eundat peulatitan," isak Della menyesal.


"Oh sayang. tidak apa-apa. Tidak ada yang menyalahkan mu. Daddy bawa adik ke dokter ya," Della mengangguk.


Harun dan semuanya meminta maaf pada Della karena membawa adik berlarian.


"Pidat pa'a-pa'a, Daddy pilan beudithu," ujar Della masih terisak.


Virgou membawa Firman ke rumah sakit. Bayi itu berada di dada pria beriris biru. Entah kenapa mobilnya melaju ke rumah sakit milik Daud. Memang jarak yang sedikit dekat dibanding ke rumah sakit milik Lidya, Arimbi atau Nai.

__ADS_1


Pria itu tak bersama Gomesh. Pria raksasa itu ditugaskan ke luar kota bersama Fabio. Melihat Virgou turun dengan menggendong bayi di dadanya. Daud juga baru datang bersama tiga pengawalnya.


"Daddy!" panggilnya.


"Sayang," sahut Virgou.


"Baby Fir kenapa?" tanya Daud khawatir.


"Jatuh dan kepalanya berdarah," jawab pria itu.


Daud segera membawa salah satu ayahnya itu menuju ruang UGD. Firman menjerit ketika kepalanya yang sobek dijahit. Virgou mendekap bayi malang itu.


"Udah ... cuma dikit kok. Nggak apa-apa!" ujar Dokter yang menangani Firman.


"Kenapa nggak dibius!" gerutu Virgou.


"Sudah Tuan, tapi sepertinya Firman kebal dengan obat biusnya," jawab dokter sedikit bingung.


"Baju Daddy ada darahnya," ujar Daud ketika melihat kemeja yang digunakan Virgou terkena noda darah Firman di bagian dada.


"Tidak masalah sayang," ujar Virgou menenangkan putranya itu.


Firman boleh pulang. Tak ada hak serius yang dialami bayi itu, hanya shock saja.


"Daddy pulang ya sayang," pamit pria itu sambil menggendong Firman.


Pria itu pun berjalan, tak sengaja matanya melihat dua pengawal Rodrigo ada di rumah sakit. Leo memang mengatakan jika mafia yang berurusan dengan ayah bayi yang digendongnya itu tengah sakit. Namun ia tak tahu jika Rodrigo harus dirawat.


Dengan membawa Firman dalam gendongannya. Pria dengan sejuta pesona itu menaiki lift. Hanya butuh waktu sebentar untuk ia tau di mana Rodrigo berada.


"Astaga ... dengan menatapnya saja sudah bisa membuatku basah!" decak salah satu wanita begitu pelan.


"Tuan ... anda di mana?" tanya Gomesh ketika menelepon atasannya.


"Di rumah sakit," jawab Virgou pendek.


"Saya ke sana!" ujar Gomesh lalu menutup sambungan teleponnya.


"Ck ... dasar nanat sisilan!" gerutu Virgou meniru perusuh paling junior.


"Daddy," rengek Firman dalam gendongannya.


"Tenang sayang, kamu nggak apa-apa. Baby kan jagoan Daddy," ujar pria itu sambil mengecup kening bayi tampan itu.


Ia melihat Norman tengah memohon pada salah satu gadis di sana. Gadis itu bergeming mendengar permohonan Norman yang putus asa.


"Tuan Norman?" panggilnya.


Sashi dan Norman menoleh. Sashi tentu mengenal Virgou. Pria itu selalu datang bersama semua keluarga pemilik hotel tempatnya bekerja.


"Tuan!' ujar Sashi dan Norman berdiri.

__ADS_1


"Kau kenapa di sini Sashi?" tanya Virgou..


"Ibu saya di dalam sedang kemoterapi Tuan," jawab Sashi.


"Kau?" tanya Virgou pada Norman.


"Tuan Andriano tengah dirawat di sini. Saya diminta oleh Tuan untuk mengajak Nona ini menemui Tuan Andriano," jawab Norman panjang lebar.


"Untuk apa Tuanmu ingin karyawanku menemuinya?" tanya Virgou dengan dahi berkerut.


"Saya tidak tau Tuan," jawab Norman..


"Maaf Tuan. Saya masih harus menunggu hasil dari Ibu saya di dalam!" ujar Sashi memberi alasan yang tak bisa dibantah Norman. Terlebih Virgou mengamini perkataan Sashi.


"Aku yang mengunjungi Tuan mu Norman!" ujar Virgou yang menggendong Firman.


Rodrigo terkejut ketika Virgou datang menggendong seorang bayi yang nyenyak di dadanya yang bidang.


"Tu-tuan," cicit Rodrigo.


"Andriano, aku perkenalkan kau dengan putra orang suruhanmu Jono!" ucap Virgou langsung membuat muka Rodrigo pucat.


"Aku tidak ada sangkut pautnya!" elak pria itu.


"Jangan banyak bertingkah Andriano. Kau ada di negaraku. Perusahaanmu tidak ada seujung kukuku, aku bisa saja membuatmu jadi gembel dan ibumu akan menderita," ancam Virgou tak main-main.


"Jangan bawa-bawa ibuku!" pekik Rodrigo tak terima.


"Maka itu jaga batasanmu Rodrigo!" tekan Virgou sampai berdesis.


Virgou hendak berlalu dari ruangan rawat mewah itu.


"Aku jatuh cinta dengan karyawatimu Tuan!" aku Rodrigo jujur.


"Hah ... apa?" tanya Virgou seketika menghentikan langkahnya.


Pria sejuta pesona itu berbalik. Gomesh datang dengan wajah panik, ia mengira sesuatu terjadi pada atasannya hingga ke rumah sakit.


"Tuan!"


"Bawa Baby Firman, Gom!" titah Virgou menyerahkan Firman dalam gendongan Gomesh.


Pria raksasa itu menatap kain kasa yang menutup luka jahit Firman. Bayi itu baru merasakan efek dari obat biusnya. Maka ia terlelap sekarang.


"Kau bilang apa tadi?" tanya Virgou dengan netra menatap tajam.


"Aku jatuh cinta pada karyawatimu, Sashiana L!" aku Rodrigo tegas.


Bersambung.


Et dah ... langsung cuy ...

__ADS_1


Othor sama spasa? 😭


next?


__ADS_2