SANG PEWARIS

SANG PEWARIS
Sang pewaris BAB 28Kecelakaan


__ADS_3

Semua yang mendengar kabar tentang Niken merasa sangat heran.Kok bisa begitu, kebakaran dimana??


Pak Hans dan Pak Kuncoro yang diberi tahu Dokter, segera meminta hasil rekaman CCTV, karena ingin tahu kejadian yang sebenarnya.


Kedua orang tua itu saling pandang satu sama lain ketika melihat hasil rekaman CCTV.


Tapi mereka diam tanpa berkomentar.


Lama terdiam, akhirnya Pak Hans mengajak sahabatnya bicara.


"Kuncoro, maafkan aku jika aku mengatakan hal ini akan melukai hati mu"


"Aku mengerti Hans,tapi putri ku memang sudah sangat keterlaluan.Jika kamu berniat melaporkan nya, lakukanlah."


"Tidak Kuncoro...tapi aku akan menjauhkan kedua cucuku dari nya"


"Jadi apa rencana mu??"


"Aku akan mengirim AIDA dan Zul kesuatu tempat "


"Lakukan lah yang terbaik,aku akan selalu mendukung mu"

__ADS_1


*Tanpa disadari Niken menguping pembicaraan kedua orang tua itu.Sedari tadi dia sudah curiga kalau mereka akan mencari tahu kebenarannya.


Karena itu ia sengaja mengekori diam-diam.


Tahu akan rencana Pak Hans, Niken pun membuat suatu rencana.Segera ia pergi ketempat sepi dan menelfon seseorang.


"Tunggu kabar dariku,lalu habisi mereka.Kalau masalah harga tidak usah khawatir,akan aku berikan berlipat dari biasanya.Ok?"


Niken mematikan hpnya.Dia tersenyum penuh arti.


Karena kondisi AIDA sudah membaik,ia diizinkan pulang oleh Dokter.Namun Pak Hans tidak membawanya kembali ke Villa.Justru langsung membawa ke lain tempat.Zulkarnaen pun sama,dibawa Riky ke tempat yang sudah dijanjikan oleh Pak Hans.


Niken memperhatikan dari jauh ketika AIDA masuk ke dalam mobilnya di parkiran rumah sakit.Ia sudah curiga,sebab kedua pembantu AIDA malah masuk ke mobil lain bersama Pak Hans.


"lakukanlah sekarang?"hanya kalimat itu yang keluar,lalu Niken mematikan telfon nya.


"Zul... maafkan aku,aku terpaksa melakukan ini semua karena aku sangat takut kehilanganmu.Apalagi sekarang aku tengah mengandung anakmu, buah hasil dari cinta kita"Niken mengelus perutnya.


"Sebenarnya ayah mau aku dan Aida tinggal dimana Rik???"tanya Zulkarnain.


"Ditempat ibu Non Aida Tuan...ini atas usul dari Non Aida, karena memang dari kita semua tidak ada yang tahu kecuali Non sendiri "

__ADS_1


"Terus gimana kalau kamu sendiri tidak tahu tempatnya "


"Aku dan Papa sudah janjian ketemu di suatu tempat Tuan "


"Oohhh"Zulkarnain mengangguk tanda mengerti.


Hujan turun begitu deras ketika Pak Wira memasuki sebuah jalanan pegunungan.


"Pak Wira kenapa lewat sini??"tanya Aida heran.


"Ada yang mengikuti kita Non"jawab Pak Wira sambil terus fokus mengemudi.Sesekali Pak Wira melihat kekaca spions diatasnya.


"Apa?"auto Aida langsung panik.Ia menoleh kebelakang.Benar...ada mobil yang melaju cepat berusaha mendahului,namun Pak Wira berusaha menutup jalan nya.


"Gimana pak???"Aida ketakutan.


"Tenang Non... jangan panik"


Hujan semakin bergemuruh, jalanan pastinya menjadi licin.Akan tetapi Pak Wira semakin melaju kencang.Membuat Aida semakin ketakutan.


Kedua bayi kembar Aida malah menangis kuat.Aida semakin bingung,ia berusaha mengapusi,tapi nihil.. bayinya malah semakin menjadi.

__ADS_1


"Dorr!!!"terdengar sebuah letupan pistol.Mobil yang dikemudikan Pak Wira oleng.Ternyata penguntit itu menembak ban mobil.


Pak Wira berusaha menyetabilkan kemudi,tapi sia-sia.Ia menabrak pembatas jalan dan terguling masuk ke jurang yang sangat dalam.


__ADS_2